Ada Masalah dalam Pengembangan Bulu Tangkis di Indonesia
Serafin Unus Pasi | 5 Oktober 2021 21:06
Bola.net - Sudah lama Indonesia menjadi salah satu negara kuat di perbulutangkisan dunia. Namun belasan tahun terakhir, terutama pada nomor tunggal putra dan putri, Indonesia kurang diperhitungkan.
Kejayaan tunggal putri Indonesia terjadi pada masa Susi Susanti, sementara tunggal putra saat Taufik Hidayat masih aktif. Penurunan prestasi ini tentu disayangkan karena sejatinya negara ini memiliki bakat pebulutangkis melimpah.
Atas dasar itu, Roy Karamoy dan Harry Tumengkol mendirikan Royce Badminton Academy. Visi akademi ini untuk menciptakan juara dunia badminton secara konsisten, sedangkan misinya untuk memberikan pelatihan badminton dengan cara yang sistematis, efektif, dan benar.
“Royce Badminton memberikan solusi dan ingin membuktikan Indonesia bisa kembali berjaya sebagai kekuatan bulutangkis sejati. Caranya dengan sistem pelatihan jangka panjang yang didasarkan program fundamental yang kuat,” ujar Roy Karamoy, dalam rilis yang diterima Bola.net, Selasa (5/10/2021).
Untuk mewujudkan visi tersebut, Royce Badminton telah mengembangkan modul pelatihan bulutangkis dengan prinsip lima pilar. Kelima pilar itu adalah penguatan fisik, pelatihan teknis, taktik dan strategi tepat, kesiapan mental, dan gaya hidup seimbang.
Semua itu diawali dengan perhatian yang dipusatkan untuk penguatan fundamental. Terutama bagi para atlet muda melalui pembentukan kebugaran fisik.
Sudah menjadi rahasia umum para pemain bulu tangkis di negara lain jika ingin mengalahkan pemain Indonesia, caranya adalah menantang ketahanan fisik. Mereka tahu atlet Indonesia rata-rata fisiknya kurang bugar untuk bersaing di pentas dunia.
Baca halaman berikutnya ya Bolaneters.
Pemalsuan Usia
Lebih lanjut, Roy Karamoy berpendapat, praktik pemalsuan usia pemain yang marak terjadi ikut andil dalam penurunan prestasi. Ia memperkirakan, lebih dari 80 persen atlet klub bulutangkis Indonesia memiliki identitas usia yang palsu.
"Jadi manipulasi usia pemain dapat bervariasi dengan mengambil selisih pengurangan dua hingga delapan tahun. Artinya, banyak atlet muda yang sebenarnya berusia 19 tahun, namun mengaku baru 15 tahun," ucapnya.
"Biasanya, pengurangan umur serta penggantian nama terjadi saat atlet berpindah klub. Adalah suatu yang biasa untuk atlet berpindah klub lebih dari sekali, dan perubahan umur rata-rata akan ikut berubah menurun sekitar 1-4 tahun" katanya menambahkan.
Piramida Terbalik
Roy Karamoy juga berpendapat, para pelatih dan klub lokal maupun nasional sekarang ini menerapkan dasar program pelatihan yang salah. Jadi, seperti piramida terbalik. Contohnya, anak-anak dilatih tentang teknik dan strategi terlalu dini.
Kurangnya bentuk pelatihan fundamental yang tepat pada tahap awal perkembangan seorang atlet muda akan membentuk atlet dengan tingkat kebugaran fisik yang lemah dan tidak memiliki ketahanan stamina. Ada konsekuensi lain yang genting, yaitu tingginya angka cedera dan kemunduran yang dialami atlet di pelatnas.
"Para atlet muda bulu tangkis di Indonesia seharusnya dinilai dari tingkat fitness dan keterampilan dasar mereka. Misalnya footwork dan movement, bukan dari berapa banyak poin yang telah dikumpulkan," imbuh Roy Karamoy.
(Bola.net/Fitri Apriani)
Baca Juga:
Sedih! Praveen / Melati Kalah, Indonesia Didepak Malaysia dari Piala Sudirman 2021
Penggawa Manchester United Lewat, Mohamed Salah Jadi Pemain Terbaik Pekan Ketujuh EPL 2021/22
Peluk Ban Sampai Tiru Suara Mobil, Begini Aksi Werner Saat Kena Prank Jorginho dan Mount
Jules Kounde dan Deretan Para Pemain Muda yang Bisa Jadi Penentu di Semi Final UEFA Nations League
Perjalanan Persib di Seri Pertama BRI Liga 1 2021/2022: Start Kencang Berakhir Paceklik Kemenangan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Lengkap Pertandingan Bulu Tangkis Australia Open 2026
Bulu Tangkis 14 Juni 2026, 15:13
-
Jadwal Lengkap Pertandingan Australia Open 2026, 9-14 Juni 2026
Bulu Tangkis 14 Juni 2026, 11:48
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






