Awal Mula Rivalitas Penuh Respek Lin Dan Vs Lee Chong Wei
Afdholud Dzikry | 4 Juli 2020 20:01
Bola.net - Kiprah dua pebulutangkis top Lin Dan serta Lee Chong Wei tak bisa diabaikan dari sejarah bulutangkis dunia. Keduanya merupakan talenta istimewa yang pernah dimiliki sektor tunggal putra bulutangkis dunia.
Kehebatan mereka tak perlu diperdebatkan lagi. Keduanya menjadi inspirasi bagi banyak pencinta bulutangkis dunia.
Rivalitas Lin Dan (China) versus Lee Chong Wei (Malaysia) disebut-sebut sebagai persaingan spesial bahkan satu di antara yang terhebat di arena bulutangkis dunia. Persaingan itu diyakini membuat bulutangkis makin populer di dunia.
Bagaimana awal mula rivalitas mereka?
Perjumpaan pertama Lin Dan kontra Lee Chong Wei tersaji pada final Thomas Cup Asia Preliminaries 2004. Partai tersebut dimenangi Lin Dan.
Namun, bisa dibilang rivalitas legendaris itu dimulai 15 tahun silam di Kuala Lumpur pada ajang Malaysia Terbuka 2005. Saat itu, Lee Chong Wei dan Lin Dan yang berstatus rising star bertemu untuk kali pertama di laga final untuk gelar individu. Partai itulah yang diyakini jadi momen lahirnya rivalitas terhebat di kancah bulutangkis.
Saat itu, Chong Wei yang berusia 22 tahun, langsung menjatuhkan diri ke lantai lapangan, mengepalkan tangan ke udara dan mengirimkan ciuman jarak jauh kepada para penonton setelah mengalahkan Lin Dan dalam pertarungan yang ketat.
Duel berlangsung selama 88 menit Chong Wei memenangi pertandingan dengan skor 17-15, 9-15, 15-9. Pada gim pertama dan ketiga, Chong Wei lebih dulu tertinggal, tapi akhirnya mampu bangkit.
"Setiap orang melihat bagaimana Lin Dan bermain. Dia luar biasa dalam menyerang dan smas overhead-nya serta pukulan forehand crosscourt-nya berbahaya. Jadi sangat memuaskan mengalahkan dirinya," kata Chong Wei, seperti dilansir Today Online, Sabtu (23/5/2020).
Bikin Bulutangkis Makin Populer
Pertandingan tersebut menyuguhkan intensitas tinggi. Setelah laga itu, perlahan fans baru bulutangkis bermunculan. Mereka tertarik menyaksikan rivalitas Lee Chong Wei vs Lin Dan.
Laga di Kuala Lumpur itu akan selalu diingat sebagai momen terbaik Lee Chong Wei atas Lin Dan. Setelah itu, Lin Dan menjelma jadi lawan yang menjegal ambisi Chong Wei meraih dua gelar paling bergengsi di kancah bulutangkis.
Lee Chong Wei takluk dari Lin Dan pada final Olimpiade 2008 di Beijing dan Olimpiade London 2012. Chong Wei mampu membalas dengan mengalahkan Lin Dan pada semifinal Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Sayangnya, di final Chong Wei takluk dari pemain China lainnya, Chen Long.
Lin Dan juga yang memupuskan ambisi Lee Chong Wei dalam dua kali final Kejuaraan Dunia, yaitu pada 2011 dan 2013.
"Rivalitas mereka hadir di periode ketika bulutangkis membutuhkan inspirasi," kata jurnalis olahraga veteran Malaysia, K.M. Boopathy, yang menyaksikan pertandingaan pada 2005, kepada AFP.
"Mereka membuat olahraga bulutangkis menjadi kian populer," sambung dia.
Saling Respek
Lee Chong Wei dan Lin Dan total berduel di lapangan sebanyak 40 kali. Lin Dan lebih mendominasi, dengan memenangi 28 laga di antaranya.
Lin dan Lee punya karaketer yang sangat berbeda. Meskipun jadi rival sengit di lapangan, mereka juga bersabat hangat serta saling respek.
Super Dan, julukan Lin Dan, dikenal sebagai pebulutangkis bengal. Bahkan, dia memiliki reputasi sebagai pemain yang sulit diatur, tapi konsisten mengukir prestasi. Sebaliknya, Lee Chong Wei dikenal sebagai pebulutangkis yang kalem dan ramah.
Saat ini, Lee Chong Wei sudah gantung raket. Saat Chong Wei mengumumkan pensiun pada tahun lalu, tak lama setelah sembuh dari kanker hidung, Lin Dan memberikan komentar yang menyentuh.
"Saya akan sendirian di lapangan dan tak ada yang akan menemani saya," tulis Lin Dan di media sosial Weibo.
Di sisi lain, Lee Chong menunjukkan rasa hormatnya terhadap Lin Dan dengan melabelinya sebagai legenda.
"Raihan titelnya menunjukkan siapa dirinya. Kita harus memberi hormat kepadanya," ujar Lee Chong Wei.
Sumber: Today Online, AFP
Disadur dari: Bola.com (Yus Mei Sawitri)
Published: 4/7/2020
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ini Alasan Bernardo Silva Akan Bersinar di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 15:18
-
Juventus Minta Emiliano Martinez Paksa Pergi dari Aston Villa
Liga Italia 21 Juli 2026, 15:10
-
Gavi Tulis Pesan Emosional usai Antar Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 14:48
-
Marcus Rashford dan MU, Cinta Lama yang Bersemi Kembali!
Liga Inggris 21 Juli 2026, 14:40
-
Chelsea Tikung Rogers, Arsenal Kejar Pemain Timnas Spanyol Ini Lagi
Piala Dunia 21 Juli 2026, 14:21
LATEST UPDATE
-
Kejutan Bursa Transfer: Real Madrid Pantau Ferran Torres!
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 00:15
-
Arda Guler Jadi Pilar Proyek Baru Jose Mourinho di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 23:59
-
FIFA Hapus Kartu Merah Leandro Paredes di Final Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 22:29
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Pemain PSG di Piala Dunia 2026: Fabian Ruiz Juara, Dembele Bersinar
Piala Dunia 21 Juli 2026, 21:21
-
Marcos Santos Bangun Identitas Baru untuk Arema FC Musim 2026/2027
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 21:07
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55










