Dulu Gabung Pelatnas & Jadi Partner Marcus Gideon, Agripinna Prima Kini Terlibat Kasus Match Fixing
Dimas Ardi Prasetya | 9 Januari 2021 07:31
Bola.net - Delapan pebulutangkis Indonesia, salah satunya adalah Agriprinna Prima Rahmanto Putra, diberi sanksi berat oleh Federasi Bulutangkis Dunia, BWF, akibat tersangkut kasus match fixing dan perjudian di dunia bulutangkis.
Selain Agriprinna, delapan pebulutangkis Indonesia yang tersandung kasus match fixing tersebut yaitu Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, Androw Yunanto, Sekartaji Putri, Mia Mawarti, Fadila Afni, dan Aditiya Dwiantoro. Delapan pemain Indonesia itu saling mengenal, dan berkompetisi di kompetisi internasional level bawah sebagian besar di Asia hingga 2019.
Menurut BWF, mereka melanggar Peraturan Integritas organisasi. Tepatnya terkait pengaturan pertandingan, manipulasi pertandingan dan atau judi bulutangkis.
Di antara delapan pemain tersebut, ada satu nama yang pernah menghuni Pelatnas Cipayung, Agripinna Prima Rahmanto Putra. Dia merupakan putra mantan pelatih ganda putra, Sigit Pamungkas.
Dalam keterangannya, BWF menjelaskan antara 1 Agustus 2017 hingga September 2017, Agripinna dianggap melanggar Aturan 3.2.19 karena tidak melapor ke BWF pada kesempatan pertama ketika ditawari oleh Hendra Tandjaya untuk mengatur hasil pertandingan ganda putra di Vietnam Terbuka 2013. Hendra menawarkan uang kepada Agrippina untuk kalah pada pertandingan itu.
BWF kemudian menyatakan Agripinna dinyatakan bersalah karena terlibat dalam taruhan pertandingan bulutangkis untuk periode subtansial. Dia juga melakukan perjudian pertandingan bulutangkis yang difasilitasi Hendra Tandjaya.
Akibat perbuatannya itu, Agripinna dihukum tak boleh beraktivitas di bulutangkis selama enam tahun dan denda 7.000 dolar AS.
Sempat Ikut Pelatnas
Sosok Agriprinna Prima Rahmanto Putra yang diketahui pernah menghuni Pelatnas Cipayung, sebelum dicoret pada awal 2014.
Pada 2011-2013, Agripinna pernah berpasangan dengan Marcus Fernaldi Gideon, yang kini menjadi ganda nomor satu dunia bersama Kevin Sanjaya Sukamuljo. Prestasi pasangan Marcus/Agripinna tersebut cukup lumayan, yaitu menyabet dua kali gelar juara dan dua kali runner up turnamen internasional.
Marcus berpisah dengan Agripinna pada 2013 setelah memutuskan keluar dari pelatnas. Saat itu, Marcus pergi dari Pelatnas Cipayung karena merasa kecewa batal berangkat ke All England 2013.
Setelah Marcus pergi, PBSI bergerak cepat mencarikan pasangan baru untuk Agripinna. Ia kemudian dipasangkan dengan Hardianto. Setelah resmi dipasangkan, Agri/Hardianto memulai debut bersama di ajang Vietnam dan Osaka International Challenge 2013.
Namun, kiprah Agripinna di Pelatnas Cipayung tidak berlangsung lama. Pada 2014 dia telah dicoret dari Pelatnas.
"Ya per awal April 2014, Agri sudah tidak di Pelatnas," kata Kepala Humas PBSI, Brotto Happy, saat dihubungi Bola.com.
Sikap PBSI
Sementara itu PBSI mengutuk tindakan delapan pebulutangkis Indonesia yang tersangkut skandal match fixing dan perjudian di bulutangkis, serta telah dijatuhi hukuman oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF).
"PBSI mengutuk tindakan delapan pemain tersebut. Padahal di bulutangkis diajarkan nilai-nilai sportivitas, fairplay. Tetapi mereka telah mencederai nilai-nilai yang dijunjung tinggi di bulutangkis," kata Kepala Bidang Humas PBSI, Broto Happy Wondomisnowo, kepada Bola.com.
Broto Happy mengatakan PBSI telah menerima surat pemberitahuan secara resmi dari BWF terkait kasus delapan pebulutangkis itu.
Ia juga mengatakan ketika kedelapan pemain itu melakukan tindakan yang mencederai sportivitas pada tahun 2015 hingga 2017, kedelapan pemain tersebut tidak berstatus sebagai pemain tim nasional penghuni Pelatnas Cipayung.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Yus Mei Sawitri
Published: 8 Januari 2021
Baca Juga:
BWF Jatuhkan Sanksi Berat untuk 8 Pebulutangkis Indonesia karena Dugaan Match Fixing
PBSI Mengutuk Keras 8 Pebulutangkis Indonesia yang Tersandung Match Fixing
Belajar Otodidak Selama Lockdown 7 Bulan, Mathias Christiansen Kini Jago Bahasa Indonesia
Jadwal Turnamen 2021 Makin Padat, PBSI Atur Skala Prioritas
PBSI Sambut Baik Tekad Thailand Pakai Sistem Gelembung di Turnamen Seri Asia
Kisah BWF Hadapi Tantangan Gelar Turnamen di Tengah Pandemi Covid-19
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
-
Michael Carrick Tidak Terkejut Dirinya Tidak Jadi Dipecat Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:58
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





