Lee Yong-dae Lempar 6 Pujian untuk Bulu Tangkis Indonesia
Anindhya Danartikanya | 25 November 2019 08:45
Bola.net - Pebulu tangkis Korea Selatan, Lee Yong-dae, melemparkan berbagai pujian kepada para atlet bulu tangkis Indonesia, yang ia yakini punya kelebihan yang tak dimiliki atlet dari negara lain. Hal ini ia nyatakan kepada YouTuber senegaranya, Jang Hansol pada Kamis (21/11/2019).
Dalam video itu, Lee bicara banyak soal atmosfer bulu tangkis di Indonesia. Atlet 31 tahun peraih medali emas Olimpiade 2008 itu juga buka-bukaan perihal atlet bulu tangkis favoritnya. Ternyata, ia mengidolakan Tony Gunawan.
Bukan hanya itu, curahan hati Lee perihal pebulu tangkis Indonesia juga menjadi sorotan. Lee berkali-kali memuji prestasi dan kemampuan atlet asal Indonesia. Nah, apa saja sih pujiannya? Simak yang berikut ya.
Atlet Junior Indonesia Mengagumkan
Lee melayangkan sederet pujian kepada idolanya, Tony Gunawan. Menurut Lee, Tony adalah satu di antara pebulu tangkis cerdas di dunia. Tony disebut mampu menutupi kekurangannya dengan strategi baru.
Pujian Lee bukan hanya sebatas pada pemain senior bulu tangkis Indonesia. Ia juga mengakui banyak pemain junior yang mulai unjuk kemampuan. Alasan itulah yang membuat Indonesia selalu meraih medali Olimpiade.
"Tony itu luar biasa. Indonesia rutin meraih medali Olimpiade, termasuk Tony. Namun yang menarik, generasi berikutnya juga sama luar biasanya. Prestasi yang ditorehkan Indonesia di kancah dunia dimulai dari perkembangan atlet junior yang sangat pesat itu," ujar Lee.
Indonesia Kuat di Asian Games
Lee juga mengakui kekuatan Indonesia pada Asian Games. Lee sudah tiga kali dikalahkan atlet Indonesia dalam ajang olahraga antarnegara Asia tersebut. "Pada ajang Asian Games, Indonesia juaranya. Saya sudah tiga kali dikalahkan atlet Indonesia dalam ajang itu," kata Lee.
Lee pernah dikalahkan oleh ganda putra Indonesia, Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto di Asian Games 2006. Kemudian Markis Kido/Hendra Setiawan juga mengalahkannya di Asian Games 2010. Lee juga dipecundangi Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di Asian Games Incheon pada 2014.
Indonesia Jago di Permainan Ganda
Saat Hansol bertanya tentang apa yang membuat Lee selalu kalah dari atlet Indonesia, Lee kembali melontarkan pujiannya. "Intinya, Indonesia itu jago di permainan ganda. Titik," kata Lee.
Pernyataan Lee itu bukan isapan jempol semata. Berdasar BWF World Ranking, Indonesia memang mendominasi dua besar peringkat ganda putra dunia.
Pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi ganda putra ada di peringkat satu dunia. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di peringkat kedua.
Pergelangan Tangan Atlet Indonesia Itu Beda
Lee juga mengaku kagum dengan ciri khas para atlet bulu tangkis Indonesia. Menurut Lee, setiap negara memiliki ciri khas masing-masing. Misal, Korea yang tak terlalu bagus dalam permainan net, lalu ada China dan Jepang yang lebih mengutamakan teknik dasar dalam permainan.
Namun, atlet Indonesia memiliki teknik yang unik. Lee menilai pukulan atlet asal Indonesia itu sulit ditebak. Lee merasa pergelangan tangan atlet Indonesia lebih lentur dari atlet negara lain. "Pukulan mereka itu sulit ditebak. Saya rasa karena pergelangan tangan mereka lentur sekali," ujarnya.
Jago dalam Teknik Apa pun
Lee mengklaim atlet Indonesia sangat diuntungkan pergelangan tangan yang lentur itu. Pergelangan yang lentur bisa membuat atlet Tanah Air jago dalam teknik apa pun.
Permainan net atlet Indonesia, menurut Yong-dae, begitu detail dan lembut. Power atlet Indonesia pun sangat bagus. Pebulu tangkis Indonesia juga memiliki drive yang sangat hebat.
"Mereka sangat diuntungkan dengan pergelangan lentur. Atlet Indonesia melakukan semua teknik bulutangkis dengan baik. Jadi tak heran jika Indonesia hampir selalu berjaya di pertandingan besar," tambah Lee.
Atlet Indonesia Punya Ketenangan di Atas Rata-Rata
Lee juga mengakui bahwa gaya permainan atlet Indonesia itu tenang. Mereka mampu meraih skor karena bisa menyembunyikan rasa panik dengan baik.
"Banyak atlet negara lain suka panas, namun pemain seperti itu justru mudah diserang. Tapi entah mengapa, pemain indonesia itu kalem, bahkan sampai pertandingan selesai. Mereka tidak memberi saya kesempatan untuk mengacaukan permainan mereka," tutup Lee.
Disadur dari: Bolacom/Penulis: Hesti Puji Lestari/Editor: Wiwig Prayugi/Dipublikasi: 24 November 2019
Baca Juga:
- Muntinlupa Sports Center, Venue Bulu Tangkis SEA Games 2019 di
- PBSI Ungkap Alasan Turunkan Anthony Ginting di Tim Bulu Tangkis SEA Games 2019
- Gregoria Mariska Bidik Hasil Baik pada Awal 2020 demi ke Olimpiade
- Lee Yong-dae Akui Idolakan Legenda Bulu Tangkis Indonesia
- Turun di SEA Games 2019, Anthony Sinisuka Ginting Gantikan Daniel Marthin
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Daftar Pebulu Tangkis Indonesia dan Hasil Drawing All England 2026
Bulu Tangkis 3 Maret 2026, 08:49
-
Rakornas 2026 Bahas Masa Depan Polo Air, PB Akuatik Indonesia Siapkan Langkah Besar
Lain Lain 28 Februari 2026, 22:35
LATEST UPDATE
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59
-
Inter Milan Coba Telikung MU untuk Transfer Eduardo Camavinga
Liga Italia 8 Maret 2026, 06:40
-
Mau Sandro Tonali, MU Siap-siap Kere Mendadak!
Liga Inggris 8 Maret 2026, 06:20
-
Barcelona Bekuk Athletic Bilbao dalam Kondisi Kelelahan Berat!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:49
-
Menang dan Clean Sheet Lawan Athletic Bilbao, Bos Barcelona Full Senyum!
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:38
-
Hasil Juventus vs Pisa: Pesta Gol Bianconeri di Allianz Stadium
Liga Italia 8 Maret 2026, 05:23
-
Man of the Match Athletic Bilbao vs Barcelona: Lamine Yamal
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 05:05
-
Kalah dari Chelsea, Wrexham Sesalkan Kartu Merah di Penghujung Laga
Liga Inggris 8 Maret 2026, 04:11
-
Man of the Match Wrexham vs Chelsea: Alejandro Garnacho
Liga Inggris 8 Maret 2026, 03:48













