Match Fixing: Pebulu Tangkis Indonesia Beri Pembelaan usai Dilarang Berlaga 7 Tahun
Anindhya Danartikanya | 13 Januari 2021 13:43
Bola.net - Seperti yang diketahui, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) memberi sanksi berat kepada delapan pemain Indonesia yang terlibat kasus match fixing, salah satunya adalah Agripinna Prima Rahmanto Putra. BWF menyebut Agripinna 'bertaruh atau berjudi untuk pertandingan bulu tangkis pada periode substansial, bertaruh yang difasilitasi oleh Hendra Tandjaya, dan kooperatif dengan BWF'.
Tiga pertimbangan ini membuat Agripinna dijatuhi larangan berlaga dalam turnamen BWF selama tujuh tahun dan denda USD 7000 atau setara dengan Rp99,3 juta. Melalui channel YouTube-nya, 'AGRIPPINA and Friends', ia membela diri. Pebulu tangkis di sektor ganda putra ini juga menceritakan kronologi versinya hingga terlibat dalam kasus ini dan dikenai sanksi berat oleh BWF.
Selain Agripinna, tujuh pebulu tangkis Indonesia lainnya yang dihukum oleh BWF karena 'memanipulasi pertandingan atau taruhan hasil bulu tangkis' terdiri dari Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, Androw Yunanto, Sekartaji Putri, Mia Mawarti, Fadila Afni, dan Aditiya Dwiantoro.
Berawal dari Pertemuan di Vietnam Open 2017

Agripinna mengisahkan, kasus ini bermula dari pertemuannya dengan pebulu tangkis Indonesia lainnya, Hendra Tandjaya, pada Vietnam Open 2017. Saat baru selesai bertanding di babak pertama, Agripinna mengaku dihampiri oleh Hendra. Nomor telepon selulernya juga diminta oleh atlet ganda putra dan ganda campuran itu.
Agripinna mengklaim tidak mengenal Hendra sebelumnya. Padahal, keduanya sama-sama berasal dari Indonesia. "Saya tak membahas tujuh orang lain, saya membahas yang pertama dengan Hendra Tandjaya. Karena Hendra Tandjaya yang mengajak saya terkait kasus dugaan match fixing. Jadi pertama kali saya bertemu Hendra Tandjaya di Vietnam Open 2017," kisahnya.
"Bertemunya di lapangan. Saya tak kenal dia. Ketika saya selesai bertanding di babak pertama, dia menghampiri saya. 'Woy, Gri main lo bagus banget'. Dia basa-basi dan meminta nomor handphone saya lalu saya kasih. Sepertinya dia kenal saya," ujar Agripinna saat membuka kronologi versinya.
"Tiba-tiba malam harinya dia chat saya. Dia menawari saya, 'Gri, besok lo lawan ini, mau tidak mengalah?' Tapi, alhamdulillah masih bisa saya tolak. Saya bekerja di bulu tangkis, masa saya melanggar aturan. Saya mau mencari duit dari mana?" lanjut Agripinna.
"Sudah saya tolak. Tiba-tiba si Hendra Tandjaya ditangkap dan digeledah oleh BWF. Lalu dicek handphone-nya. Berhubung saya pernah chat dengan Hendra Tandjaya, saya jadi ikut terlibat dalam kasus ini. Jadi selesai digeledah, di handphone-nya Hendra Tandjaya itu ada chat dengan saya yang mengajak saya untuk bermain match fixing. Namun, saya sudah konfirmasi ke BWF kalau saya menolak ajakan HT tersebut. Saya tegaskan lagi, saya menolak match fixing," jelasnya.
Agripinna Sebut Dirinya Dihukum Karena Tak Laporkan Hendra
Setelah BWF memeriksa Hendra, giliran Agripinna yang diinterogasi. Dia mengklaim dihukum bukan karena terlibat match fixing, namun turut kena getahnya akibat 'tidak melapor adanya ajakan memanipulasi pertandingan'.
"Setelah itu, saya dihubungi oleh PBSI yang menyampaikan bahwa BWF mau bertemu saya. Saya temui orang BWF karena saya merasa tidak salah. Saya diinterogasi sama BWF. Ditanya hubungan sama Hendra Tandjaya. Diinterogasi banyak dan sekitar dua jam. Semuanya aman, lalu beritanya muncul," tuturnya.
"Kenapa saya terlibat di kasus tersebut? Salahnya saya menurut BWF, bukan karena match fixing, saya salah karena tidak melaporkan Hendra Tandjaya yang mengajak saya bermain match fixing. Diduganya saya terlibat. Saya tidak ikut-ikutan di match fixing. Saya hanya tidak melaporkan," ungkapnya.
"Sebenarnya bagaimana saya mau melaporkan. Dia mengajak saya match fixing, saya tolak. Cukup sampai situ saja. Tidak menyangka bakal sebesar ini. Sekarang saya sudah dijatuhkan sanksi oleh BWF. Saya berencana mengajukan banding. Semoga saja semuanya akan baik-baik saja. Mohon doanya. Ini jadi pelajaran buat saya," tutup Agripinna.
Disadur dari: Bolacom (Muhammad Adiyaksa) |Sumber: YouTube AGRIPPINA and Friends | Dipublikasi: 11 Januari 2021
Video: Kemenangan Anthony Ginting di Thailand Terbuka 2021
Baca Juga:
Ruselli Hartawan Tersingkir dari Thailand Terbuka 2021, Greysia/Apriyani Gaspol
Dulu Gabung Pelatnas & Jadi Partner Marcus Gideon, Agripinna Prima Kini Terlibat Kasus Match Fixing
PBSI Mengutuk Keras 8 Pebulutangkis Indonesia yang Tersandung Match Fixing
BWF Jatuhkan Sanksi Berat untuk 8 Pebulutangkis Indonesia karena Dugaan Match Fixing
Belajar Otodidak Selama Lockdown 7 Bulan, Mathias Christiansen Kini Jago Bahasa Indonesia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
3 Kiper Terbaik BRI Super League 2025/26: 2 Lokal Dan 1 Impor
Bola Indonesia 15 Mei 2026, 17:02
LATEST UPDATE
-
Kala Elliot Anderson Menggoda Manchester United di Old Trafford
Liga Inggris 18 Mei 2026, 19:07
-
Dani Carvajal Resmi Berpisah dengan Real Madrid di Pengujung Musim
Liga Spanyol 18 Mei 2026, 18:35
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 18 Mei 2026, 18:14
-
Marcus Rashford itu Cocok untuk Arsenal, Namun Ada Tapinya
Liga Inggris 18 Mei 2026, 17:31
-
Prediksi Chelsea vs Tottenham 20 Mei 2026
Liga Inggris 18 Mei 2026, 17:12
-
Jadwal Lengkap Pertandingan Malaysia Masters 2026, 19-24 Mei 2026
Bulu Tangkis 18 Mei 2026, 16:47
-
Hansi Flick Buka Suara soal Masa Depan Joao Cancelo di Barcelona
Liga Inggris 18 Mei 2026, 16:38
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25
-
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di Bawah Xabi Alonso
Editorial 18 Mei 2026, 12:13












