Polytron Indonesia Open 2026: Fadia/Tiwi Berharap Segera Mencapai Top Level

Serafin Unus Pasi | 3 Juni 2026 13:59
Polytron Indonesia Open 2026: Fadia/Tiwi Berharap Segera Mencapai Top Level
Ganda putri Indonesia, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi, meraih kemenangan 21-13, 17-21, dan 21-14 atas pasangan Korea Selatan, Baek Ha-na/Lee So-hee di pertandingan babak pertama Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Gelora Bung Karno,

Bola.net - Ganda putri Indonesia, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi, menegaskan tekad mereka untuk bisa mencapai top level bulutangkis dunia di sektor ganda putri. Fadia/Tiwi fokus untuk meraih poin demi poin dengan memenangkan pertandingan demi pertandingan di turnamen yang mereka ikuti.

Fadia/Tiwi baru saja memulai kiprah di Polytron Indonesia Open 2026 dengan kemenangan 21-13, 17-21, dan 21-14 atas pasangan Korea Selatan, Baek Ha-na/Lee So-hee di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Advertisement

Kemenangan pasangan Indonesia ranking 29 dunia atas peringkat ketiga dunia itu tentu memuaskan. Apalagi dalam pertemuan sebelumnya di Kejuaraan Bulutangkis Asia 2026, Fadia/Tiwi juga meraih kemenangan atas pasangan Korea tersebut.

Punya pengalaman mengalahkan pasangan dengan peringkat tinggi membuat Fadia/Tiwi punya ambisi untuk bisa segera bersaing di level tertinggi bulutangkis dunia.

"Kalau bertemu pebulutangkis top level, kami pastinya ingin besaing di level atas. Semua rata-rata pasangan baru juga, jadi cukup berharga juga kemenangan ini untuk mengukur seberapa tinggi level kita," ujar Fadia.

"Kami targetnya bisa secepatnya berada di top level, bisa bersaing dengan Liu/Tan dan yang lain. Kami masih mengumpulkan ranking, terakhir kami ada di 29. Kami mencoba mencari poin dan memanfaatkan pertandingan yang ada," lanjutnya.

1 dari 2 halaman

Fokus Meraih Poin demi Poin

Fokus Meraih Poin demi Poin

Aksi Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi di Indonesia Open 2026 (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Bicara mengenai kemenangan atas Baek/Lee di babak pertama Indonesia Open 2026 ini, Tiwi mengaku bahwa dalam pertandingan berusaha untuk tidak menyerah saat tertinggal dan mempersiapkan beberapa strategi berbekal kemenangan di pertemuan sebelumnya.

"Kunci kemenangan kami hari ini adalah fokus poin demi poin. Walau sempat tertinggal, kami tidak menyerah. Kami cari jalan untuk mendapatkan poin dan fokus meraih poin selanjutnya," ujar Tiwi.

"Dari pertemuan dengan mereka, kami mempelajari permainan sebelumnya seperti apa. Kami terapkan di pertandingan tadi dan kami juga bersiap kalau ada perubahan permainan seperti di gim kedua dan ketiga," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Bukan Pertandingan yang Mudah

Bukan Pertandingan yang Mudah

Ekspresi Ganda putri Indonesia, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi usai memenangkan pertandingan Indonesia Open 2026 (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Meraih kemenangan melalui rubber-game diakui Fadia dan Tiwi bahwa laga kontra Baek-Lee tidak berjalan mudah. Bahkan setelah memenangi gim pertama, mereka harus tertinggal dan kehilangan gim kedua. Bahkan di gim ketiga mereka juga tertinggal hingga akhirnya meraih kemenangan.

"Pastinya tidak mudah, ini pertandingan yang engit. Ini pertemuan ketiga kami. Ada modal kemenangan di pertandingan sebelumnya. Kuncinya adalah kami berkomunikasi baik," ujar Fadia.

"Pada gim ketiga saya merasa kami sempat terlalu nafsu untuk mematikan lawan. Namun, kemudian kami mencoba bersabar dan fokus, hingga akhirnya bisa meraih poin demi poin," lanjutnya.

(Bola.net/Benediktus Gerendo Pradigdo)

LATEST UPDATE