Susi Susanti: Regenerasi Atlet Putri Tertinggal
Editor Bolanet | 19 Juni 2012 21:00
- Berkaca dari hasil turnamen Indonesia Super Series 2012, legenda bulu tangkis Indonesia Susi Susanti berkomentar mengenai perlunya meningkatkan regenerasi bibit atlet tunggal putri bulu tangkis Indonesia, mengingat masih minimnya prestasi di sektor yang dulu sempat mengalami kejayaan di tahun 90-an.
Saya agak prihatin dengan bibit atlet putri yang jumlahnya lebih sedikit dari bibit putra. Regenerasi untuk bibit atlet putri sedikit terlambat, kata Susi Susanti.
Untuk sektor ganda campuran, Indonesia memiliki pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, sedangkan untuk tunggal putra, Indonesia memiliki Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro.
Menurut peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu, minimnya prestasi di sektor tunggal putri juga disebabkan karena terjadinya satu kekosongan generasi di tahun 90-an.
Di jaman saya, dulu ada tujuh tunggal putri. Salah satu yang paling muda dan menonjol adalah Mia Audina, lanjutnya.
Sejak itu, PBSI di jamannya, menjadikan Mia Audina sebagai satu-satunya harapan untuk tunggal putri Indonesia, sementara enam atlet putri lainnya ditinggalkan.
Mia menjadi pemain termuda yang pernah membela Indonesia untuk Piala Uber pada usia 14 tahun pada 1994. Ia juga menjadi peraih medali perak untuk Indonesia di Olimpiade 1996 di Atlanta, Amerika Serikat.
Sejumlah prestasi lain yang pernah ditorehkan atlet kelahiran 22 Agustus 1979 tersebut antara lain, juara Indonesia Terbuka 1998, juara Jepang Terbuka 1997, juara Singapura terbuka 1997 dan membantu Indonesia meraih piala Uber tahun 1994 dan 1996.
Pada 1999, Mia menikah dengan penyanyi berkebangsaan Belanda Tylio Arlo Lobman dan kemudian menetap serta menjadi warga negara Belanda.
Ketika Mia pindah ke Belanda, maka terjadi satu kekosongan regenerasi, sehingga para atlet muda tidak bisa mendapat bimbingan senior, lanjut Susi.
Namun demikian, setelah melihat penampilan tunggal putri di turnamen Indonesia Open 2012 Super Series Premier pekan lalu, Susi mengatakan sejumlah potensi tunggal putri mulai bermunculan.
Salah satu yang berpotensi adalah Aprilla Yuswandari. Dia sempat menyulitkan Saina Nehwal, tambah Susi. Aprilla menjadi satu-satunya tunggal putri Indonesia yang lolos ke babak dua turnamen setelah sebelumnya, Maria Febe Kusumastuti, Adriyanti Firdasari, dan Fanetri Lindaweni gugur di babak pertama dan kualifikasi.
Aprilla sempat merepotkan pemain India Saina Nehwal di game kedua sehingga memaksa juara Indonesia Super Series 2012 bermain tiga game 17-21, 21-14, 13-21.
Saina adalah pemain yang ulet dan tenang. Di sini kematangan yang menjadi penentu. Terbukti di saat poin-poin kritis, Saina bisa membalikkan keadaan. Ketenangan menjadi poin penting juga di sini, kata Susi.
Susi berharap tunggal putri Indonesia bisa bangkit dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Kurang bersinarnya prestasi tunggal putri di turnamen paling bergengsi di Tanah Air tersebut hendaknya dijadikan evaluasi bagi induk cabang olahraga bulu tangkis PBSI untuk menyusun program yang baik.
Program yang baik dan berkesinambungan harus berjalan walaupun terjadi pergantian pengurus setiap empat tahun sekali. Harus ada cetak biru program yang jelas, pungkas Susi. (ant/kny)
Saya agak prihatin dengan bibit atlet putri yang jumlahnya lebih sedikit dari bibit putra. Regenerasi untuk bibit atlet putri sedikit terlambat, kata Susi Susanti.
Untuk sektor ganda campuran, Indonesia memiliki pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, sedangkan untuk tunggal putra, Indonesia memiliki Simon Santoso dan Sony Dwi Kuncoro.
Menurut peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 itu, minimnya prestasi di sektor tunggal putri juga disebabkan karena terjadinya satu kekosongan generasi di tahun 90-an.
Di jaman saya, dulu ada tujuh tunggal putri. Salah satu yang paling muda dan menonjol adalah Mia Audina, lanjutnya.
Sejak itu, PBSI di jamannya, menjadikan Mia Audina sebagai satu-satunya harapan untuk tunggal putri Indonesia, sementara enam atlet putri lainnya ditinggalkan.
Mia menjadi pemain termuda yang pernah membela Indonesia untuk Piala Uber pada usia 14 tahun pada 1994. Ia juga menjadi peraih medali perak untuk Indonesia di Olimpiade 1996 di Atlanta, Amerika Serikat.
Sejumlah prestasi lain yang pernah ditorehkan atlet kelahiran 22 Agustus 1979 tersebut antara lain, juara Indonesia Terbuka 1998, juara Jepang Terbuka 1997, juara Singapura terbuka 1997 dan membantu Indonesia meraih piala Uber tahun 1994 dan 1996.
Pada 1999, Mia menikah dengan penyanyi berkebangsaan Belanda Tylio Arlo Lobman dan kemudian menetap serta menjadi warga negara Belanda.
Ketika Mia pindah ke Belanda, maka terjadi satu kekosongan regenerasi, sehingga para atlet muda tidak bisa mendapat bimbingan senior, lanjut Susi.
Namun demikian, setelah melihat penampilan tunggal putri di turnamen Indonesia Open 2012 Super Series Premier pekan lalu, Susi mengatakan sejumlah potensi tunggal putri mulai bermunculan.
Salah satu yang berpotensi adalah Aprilla Yuswandari. Dia sempat menyulitkan Saina Nehwal, tambah Susi. Aprilla menjadi satu-satunya tunggal putri Indonesia yang lolos ke babak dua turnamen setelah sebelumnya, Maria Febe Kusumastuti, Adriyanti Firdasari, dan Fanetri Lindaweni gugur di babak pertama dan kualifikasi.
Aprilla sempat merepotkan pemain India Saina Nehwal di game kedua sehingga memaksa juara Indonesia Super Series 2012 bermain tiga game 17-21, 21-14, 13-21.
Saina adalah pemain yang ulet dan tenang. Di sini kematangan yang menjadi penentu. Terbukti di saat poin-poin kritis, Saina bisa membalikkan keadaan. Ketenangan menjadi poin penting juga di sini, kata Susi.
Susi berharap tunggal putri Indonesia bisa bangkit dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Kurang bersinarnya prestasi tunggal putri di turnamen paling bergengsi di Tanah Air tersebut hendaknya dijadikan evaluasi bagi induk cabang olahraga bulu tangkis PBSI untuk menyusun program yang baik.
Program yang baik dan berkesinambungan harus berjalan walaupun terjadi pergantian pengurus setiap empat tahun sekali. Harus ada cetak biru program yang jelas, pungkas Susi. (ant/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Pertandingan Indonesia Open 2026, 2-7 Juni 2026
Bulu Tangkis 7 Juni 2026, 11:43
LATEST UPDATE
-
Prediksi Slavia Praha vs Lens 11 September 2026
Liga Champions 9 September 2026, 12:07
-
Prediksi Bayern vs Bodo/Glimt 11 September 2026
Liga Champions 9 September 2026, 11:11
-
Prediksi PSV vs Shakhtar 10 September 2026
Liga Champions 9 September 2026, 10:45
-
Prediksi Fenerbahce vs Roma 10 September 2026
Liga Champions 9 September 2026, 10:35
-
City Bekuk Porto, Erling Haaland: Semoga Enzo Maresca Senang!
Liga Champions 9 September 2026, 10:14
-
Ayyoub Bouaddi, Semakin Lama, Semakin Mempesona di Man City
Liga Champions 9 September 2026, 09:38
-
Kapten Inter Milan Sanjung Thibaut Courtois: Dia Pembeda Bagi Real Madrid!
Liga Champions 9 September 2026, 08:15
-
Tumbang di Bernabeu, Inter Milan Kalah dengan Terhormat!
Liga Champions 9 September 2026, 07:55
-
Porto Beruntung Punya Diogo Costa, Tahan Gempuran Man City dan Cuma Kalah 0-2
Liga Champions 9 September 2026, 07:26
-
Kunci Kemenangan 2-0 Man City atas Porto di Estadio do Dragao
Liga Champions 9 September 2026, 07:21
-
Enzo Fernandez Kagumi Ketajaman Haaland: Monster!
Liga Champions 9 September 2026, 06:59
-
Man City Sukses Lewati Ujian Berat di Markas Porto
Liga Champions 9 September 2026, 06:54
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33







