3 Alasan Liverpool Kalah dari Barcelona
Aga Deta | 2 Mei 2019 13:21
Bola.net - - Barcelona terbukti bukan lawan yang sepadan untuk Liverpool. Raksasa Premier League tersebut babak belur saat berkunjung ke markas Barcelona.
The Reds takluk dengan skor telak 0-3 dari Barca pada leg pertama semifinal Liga Champions, Kamis (2/5/2019) dini hari WIB. Pertandingan tersebut digelar di Camp Nou.
Luis Suarez membuka skor untuk Barca pada babak pertama. Lionel Messi kemudian memborong dua gol pada babak kedua.
The Reds sejatinya punya peluang untuk mencetak gol pada pertandingan. Sayangnya, tidak ada yang berhasil memaksa Marc-Andre Ter Stegen untuk memungut bola dari gawangnya.
Hasil ini membuat Liverpool harus berjuang sangat keras untuk membalikkan keadaan di Anfield. Sementara itu, Barcelona hanya tinggal selangkah lagi ke final.
Berikut ini tiga alasan mengapa Liverpool kalah dari Barcelona seperti dilansir Sportskeeda.
Liverpool Merindukan Kehadiran Firmino

Roberto Firmino mungkin kalah bersinar dari Mohamed Salah tahun lalu dan Sadio Mane tahun ini, tetapi kontribusinya sangat besar. Pemain Brasil itu bisa membuat rekan-rekannya bermain lepas di depan.
Dia juga kreator utama dalam serangan Liverpool dengan pergerakan dan operannya, tetapi sayangnya, The Reds sangat merindukannya di pertandingan paling penting sejauh musim ini. Firmino mengalami cedera paha pada akhir pekan kemarin dan hanya cukup fit untuk memulai dari bangku cadangan.
Mane dan Salah keduanya memulai sebagai striker dengan dukungan Giorginio Wijnaldum. Komposisi itu memiliki keseimbangan karena keduanya kesulitan membuat dampak. Baik Mane dan Salah harus melebar untuk mendapat bola, sebelum berusaha keras mengalahkan kawalan pemain belakang lawan.
Setelah masuk menggantikan Wijnaldum, kontribusi Firmino langsung terlihat. Ia nyaris mencetak gol setelah tendangannya dari dalam kotak penalti diblok dua bek Barca tepat di garis gawang. Sementara rebound Salah ke arah gawang yang sudah kosong malah mengenai mistar gawang.
Kehadiran Firmino bisa membuat Liverpool lebih mengancam. Ia mngkin bisa membantu menyelamatkan Liverpool di pertandingan leg kedua karena saat ini sudah terlambat.
Visi dan Teknik Messi

Messi sangat suka bermain melawan tim Inggris. Messi membuat perbedaan melawan Liverpool dan mencetak brace dari tiga tim Inggris di Liga Champions musim ini saja.
Messi memainkan peran penting dalam gol kedua Barca. Pemain Argentina sempat mengecoh beberapa pemain Liverpool sebelum Luis Suarez melepas tembakan yang membentur mistar. Messi kemudian dengan cepat merebut bola muntah dan dengan tenang menceploskan bola ke gawang yang kosong.
Gol kedua Messi dicetaknya lewat tendangan bebas. La Pulga memang sangat ahli dalam tendangan bebas. Messi mengeksekusi tendangan bebas dari jarak yang cukup jauh dari kotak penalti Liverpool. Tembakannya melengkung indah ke pojok kiri gawang Alisson Becker dan memperdayai kiper termahal kedua di dunia itu.
Liverpool Tidak Beruntung

Liverpool sejatinya punya banyak peluang tetapi sangat disayangkan mereka tidak bisa mencetak gol. The Reds bisa mengacak-acak beberapa bagian di lini belakang Barcelona tetapi mereka sepertinya dijauhi keberuntungan.
James Milner menciptakan dua peluang tetapi bisa digagalkan Marc-Andre Ter Stegan. Begitu pun dengan Sadio Mane. Tinggal berhadapan dengan kiper Jerman itu, tendangan kaki kanan pemain Senegal itu masih melenceng di atas mistar gawang
Mohamed Salah juga membuang peluang emas untuk mencetak gol setelah sepakan kaki kanannya hanya membentur tiang gawang. Itu mungkin kesempatan terbaik bagi Liverpool untuk mencetak gol tandang.
Jurgen Klopp dan kawan-kawan hanya kurang beruntung. Tidak ada yang berjalan dengan bagus meskipun mereka sudah melakukan yang terbaik.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Link Streaming Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:00
-
Dibuang Liverpool, Real Madrid Siap Tampung Alexis Mac Allister
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 21:21
-
Barcelona Terancam Sanksi Usai El Clasico, 10 Insiden Suporter Masuk Laporan La Liga
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 18:44
-
Hansi Flick dengan Sengaja Batasi Menit Bermain Pedri di Barcelona
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 18:14
-
Krisis Bek Barcelona yang Parah: Hansi Flick Punya 4 Opsi untuk Rombak Lini Belakang
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 17:33
LATEST UPDATE
-
Luka Modric Akui AC Milan Layak Kalah dari Bologna: Kami Tidak Menduganya
Liga Italia 29 Oktober 2026, 13:10
-
Menang Berkat Dua Gol Bunuh Diri, Cristian Chivu Akui Inter Milan Beruntung
Liga Italia 29 Oktober 2026, 12:45
-
Kalah dari Genoa, Statistik Lini Serang Juventus Kian Mengkhawatirkan
Liga Italia 29 Oktober 2026, 12:23
-
Andoni Iraola Puas Liverpool Singkirkan Chelsea, Soroti Performa Pemain Muda
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 10:23
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 29 Oktober 2026, 10:18
-
Rapor Pemain Juventus saat Kalah dari Genoa: Kesalahan Pierre Kalulu Berujung Petaka
Liga Italia 29 Oktober 2026, 09:18
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:56
-
Man of the Match Liverpool vs Chelsea: Morgan Rogers
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 07:38
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







