5 Alasan Manchester United Menang Lawan PSG: Hanya Bertumpu pada Bruno Fernandes?
Asad Arifin | 20 Oktober 2020 09:51
Bola.net - Manchester United akan berjumpa PSG pada matchday 1 Grup H Liga Champions 2020/21, Rabu (21/10/2020) dini hari WIB. Duel ini menjadi ulangan laga 16 Besar Liga Champions musim 2018/2019 yang lalu.
Kala itu, PSG berada di atas angin usai menang 2-0 di Old Trafford. Akan tetapi, kelengahan Kylian Mbappe dan kawan-kawan berdampak buruk. PSG kalah dengan skor 1-3 di Parc des Princes.
PSG kini dalam performa terbaik. Setelah dua kekalahan beruntun di awal musim, PSG telah bangkit. Le Parisien selalu menang dalam lima laga terakhirnya di Ligue 1.
Bukan hanya menang, PSG juga sangat perkasa. Gawang Keylor Navas hanya kebobolan satu kali dalam lima laga. Sedangkan, PSG mampu mencetak 16 gol. Catatan yang impresif tentunya.
PSG sedang onfire dna akan bermain di kandang, tetapi bukan berarti United tidak punya peluang menang. Paling tidak, ada lima alasan mengapa Setan Merah bisa menang atas PSG. Apa saja? Simak di bawah ini ya Bolaneters.
Performa Marcus Rashford

Marcus Rashford kini berada dalam performa yang menanjak. Pemain 22 tahun menunjukkan bahwa dia mulai tampil konsisten dan bisa menjadi tumpuan di lini depan Manchester United.
Marcus Rashford telah mencetak dua gol dan dua assist dari empat laga Premier League. Walau hasil yang didapat United belum maksimal, Rashford secara individu telah bekerja dengan sangat baik.
Rashford bakal menjadi ancaman utama bagi PSG. Pemain timnas Inggris punya mental yang sangat kuat. Pada musim 2018/2019 lalu, Rashford mencetak gol yang membuat PSG kalah 1-3 dan gagal lolos dari babak 16 Besar Liga Champions.
Bruno Fernandes x Juan Mata

Ole Gunnar Solskjaer kehilangan Mason Greenwood di laga melawan Newcastle. Sang manajer kemudian memilih Juan Mata untuk mengisi posisinya di winger kanan. Mata tampil bagus dan United menang 1-4.
Juan Mata memang tidak memiliki kecepatan seperti Greenwood. Juan Mata juga tidak punya dribble dan kemampuan mencetak gol setajam Greenwood. Namun, dia punya visi bermain dan kualitas umpan.
Mata membuat serangan United tidak lagi terpusat pada Bruno Fernandes. Pemain asal Spanyol memberi banyak opsi. Selain itu, Mata juga punya eksekusi bola mati yang bisa menjadi senjata rahasia untuk United.
"Juan Mata dan Bruno Fernandes cerdas. Mereka menciptakan peluang bagi kami dan kami bisa mencetak beberapa gol lagi," kata Solskjaer.
Banyak Pilihan di Lini Tengah

Solskjaer punya banyak pilihan di lini tengah. Scott McTominay dan Paul Pogba mungkin bakal menjadi pilihan utama untuk mengisi posisi sebagai pivot, di belakang Bruno Fernandes.
Jika keduanya tidak menunjukkan performa terbaik, Solskjaer masih punya Fred dan Nemanja Matic. Mereka punya karakter berbeda. Solskjaer hanya perlu menyesuaikan dengan karakter lawan yang dihadapi.
Selain itu, Donny van de Beek juga bisa memberi efek kejut. Pada laga melawan Newcastle, keputusan Solskjaer memainkan Donny van de Beek berujung manis karena dia bisa mengubah jalannya laga dan United pun menang 1-4.
PSG Kehilangan Pemain Kunci

PSG bakal kehilangan sejumlah pemain kunci. Di lini tengah, PSG tidak bisa diperkuat Marco Verratti yang mengalami cedera. PSG akan kehilangan pengatur ritme permainan.
Thomas Tuchel memang masih punya Ander Herrera dan Leo Paredes di lini tengah. Namun, karakter mereka berbeda dengan Verratti. Kondisi ini bisa menguntungkan kubu United.
Selain itu, PSG juga tidak punya banyak opsi di lini depan. Kylian Mbappe, Neymar, dan Angel Di Maria adalah pemain top. Namun, jika mereka buntu, Tuchel tidak punya banyak opsi. Mauro Icardi sedang cedera.
Serangan Balik dan Titik Lemah PSG

PSG punya titik lemah pada dua bek sayapnya. PSG coba mencari solusi dengan membeli Alessandro Florenzi dari AS Roma. Namun, nampaknya dia bukan solusi yang ideal.
Florenzi memang bermain cukup baik, terutama dalam menyerang. Namun, untuk melawan tim seperti Manchester United yang punya Marcus Rashford dan Anthony Martial, dia bisa menjadi titik lemah PSG.
Florenzi punya naluri menyerang yang sulit dikendalikan. Saat masih di AS Roma, dia sering telat membantu pertahanan. Nah, ini bisa dimanfaatkan United yang dikenal punya serangan balik cepat. Paul Pogba punya umpan-umpan panjang yang bisa langsung menjangkau area dekat kotak penalti lawan.
Situasi yang lebih buruk terjadi di sisi lain untuk posisi bek sayap. Juan Bernat mengalami cedera. PSG hanya punya Mitchel Bakker untuk posisi bek sakap kiri. Pemain 20 tahun akan mendapat banyak ujian dari Juan Mata pada duel lawan United.
Baca Ini Juga:
Pelatih PSG Bocorkan 2 Kekuatan Utama Manchester United yang Wajib Diwaspadai
Wah, Jurgen Klopp Ragu Bisa Mainkan Thiago Alcantara Saat Hadapi Ajax
Chelsea Diklaim Bisa Menjuarai Liga Champions Musim Ini, Sepakat?
5 Alasan PSG Bisa Hancurkan Manchester United
Dynamo Kiev vs Juventus: Paulo Dybala Jadi Cadangan Lagi?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



