5 Klub yang Tanpa Diduga Berhasil Juara Liga Champions
Aga Deta | 3 September 2022 08:01
Bola.net - Liga Champions menjadi panggung bertemunya tim-tim papan atas di berbagai liga kompetitif Eropa. Di setiap musim, ada saja kejutan yang terjadi di kompetisi tersebut.
Artinya, tak ada jaminan tim-tim unggulan selalu tampil sebagai kampiun, termasuk di Liga Champions 2022/2023. Mau contoh? Yuk kita kembali sejenak ke Liga Champions 2003/2004.
Kalian tahu siapa juaranya? Ya! Porto. Tak masuk hitungan, wakil Portugal justru melesat ke final dan akhirnya tampil sebagai yang terbaik setelah menggiling Monaco, Prancis, tiga gol tanpa balas. Trigol kemenangan The Dragon masing-masing dilesakkan Carlos Alberto, Deco, dan Dmitri Alenichev.
FC Porto lantas banjir sanjungan. Banyak yang tak mengira, Porto bisa kembali digdaya di kasta antarklub tertinggi Eropa usai menorehkan sejarah pertama pada 1986/1987.
Siapa sosok yang paling disorot saat itu? Siapa lagi kalau bukan Jose Mourinho. Sejak saat itu pula, Mourinho laris manis. The Spesial One menukangi klub-klub beken Eropa seperti Inter Milan, Real Madrid, Manchester United, dan kini AS Roma.
Hanya Porto? Tentu saja tidak. Dalam beberapa musim Liga Champions lainnya, tim-tim yang tidak atau kurang diunggulkan juga pernah memahat prestasi cemerlang. Empat di antaranya ada di bawah ini, seperti dilansir Sportskeeda.
Borussia Dortmund (1996/1997)
Meski memenangkan gelar Bundesliga berturut-turut dan memiliki sederet pemain besar, Dortmund sama sekali tak masuk hitungan untuk memenangkan gelar. Tim-tim beken macam Juventus, Manchester United, AC Milan, Ajax masih lebih dijagokan.
Namun, Dortmund justru melaju kencang meninggalkan para pesaing. Para pencibir sontak terdiam kala di final, Dortmund menggebuk raksasa Italia, Juventus, dengan skor mencolok 3-1.
Liverpool (2004/2005)
Bersua AC Milan final, The Kop berada di ujung tanduk. Steven Gerrard dkk tertinggal 0-3. Tapi The Reds tak patah semangat. Keajaiban masih ada dan itu benar-benar terjadi.
Tak kenal lelah, Liverpool mampu mengejar defisit gol bahkan memaksa Milan memungkasi duel via adu penalti setelah bermain imbang 3-3. Hasilnya, Liverpool yang sejak awal tak dijagokan, menang tostosan 3-2.
Inter Milan (2009/2010)
Ruang ganti Inter tegang. Sebentar lagi, anak-anak asuh Jose Mourinho bakal berjibaku habis-habisan melawan tim super power Jerman, Bayern Munchen. Ini jelas tak mudah, mengingat Die Roten jauh lebih dijagokan.
Mourinho menenangkan pasukannya, sama seperti yang dilakukannya kala menentramkan hati para pemain Porto di final Liga Champions 2003/2004. Hasilnya sungguh luar biasa. I Nerazzurri merobohkan Bayern Munchen dua gol tanpa balas via aksi Diego Milito.
Interisti berpesta. Penantian panjang berakhir sudah. Sejak musim 1964/1965, tim kesayangan tak pernah lagi juara. Namun, ironisnya, usai Milito dkk angkat trofi, prestasi Inter di Liga Champions terjun bebas alias tak pernah lagi naik podium kehormatan.
Chelsea (2011/2012)
Jika ditilik dari internal tim, The Blues tak layak jadi juara. Andre-Vilas Boas dipecat sebagai pelatih di pertengahan musim.
Berstatus sementara, Roberto di Matteo menjalankan tugas yang ditinggalkan Boas. Tim underdog ini justru tampil hebat. Di final, mereka bentrok kontra Bayern Munchen.
Prediksi tentu saja condong ke Die Roten. Tapi, perkiraan tak selamanya benar. Chelsea yang saat itu dimotori mesin golnya, Didier Drogba, menghempaskan Bayern 4-3 lewat adu penalti.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Choki Sihotang/Editor Nurfahmi Budi
Published: 29/8/2022
Baca Juga:
Termasuk Antony, 3 Pemain yang Diperkirakan Segera Gabung MU
Ini Dia 5 Pemain Tercepat di Liga Champions Musim Lalu, Salah Satunya Darwin Nunez
4 Masalah yang Masih Perlu Diselesaikan Erik Ten Hag di MU
Rapor Frenkie de Jong Vs 7 Gelandang Liverpool, Siapa Lebih Baik?
Termasuk Liverpool vs Bournemouth, 5 Kemenangan dengan Skor Terbesar di Premier League
5 Fakta Menarik Kemenangan Manchester United atas Southampton
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Arsenal vs Everton: 2 Bek Tengah Cetak Gol, The Gunners Kunci Kemenangan
Liga Inggris 24 Oktober 2026, 22:55
-
Michael Carrick Dipastikan Masih Pimpin MU Lawan Bournemouth
Liga Inggris 22 Oktober 2026, 22:12
-
Staf Media MU Melarang Bruno Fernandes Bicara Bahasa Italia, Ada Masalah Apa?
Liga Champions 22 Oktober 2026, 19:43
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:50
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





