5 Pemain Terbaik dalam Sejarah Final Liga Champions: Tanpa Ronaldo, Messi Nomor Satu
Richard Andreas | 27 Mei 2020 07:00
Bola.net - Menyuguhkan permainan terbaik di pertandingan bergengsi sekelas final Liga Champions merupakan impian setiap pemain. Mereka punya kesempatan membuktikan kualitasnya di panggung tertinggi sepak bola.
Biar begitu, tampil apik di level tertinggi bukan perkara mudah. Hanya pemain-pemain spesial yang bisa menjaga kondisi mental mereka untuk tetap memberikan yang terbaik di partai final.
Final Liga Champions cenderung mempertemukan dua tim terkuat di sepak bola Eropa, alias tim terkuat di dunia. Artinya, ada 22 pemain terbaik yang bersaing pada satu lapangan demi merebut trofi bergengsi.
Biar begitu, di antara 22 pemain terbaik itu selalu ada satu atau dua nama yang paling menonjol. Pemain-pemain inilah yang dianggap spesial dengan permainan yang bisa mengubah arah pertandingan.
Ada belasan nama spesial, tapi paling tidak ada 5 nama yang patut diperhatikan. Siapa saja? Baca laporan Squawka selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
5. Oliver Kahn
Bayern Munchen 1-1 Valencia (pen: 5-4), 2001
Oliver Kahn pernah menyandang status kiper terbaik di dunia. Fisiknya tangguh, temperamental, dan bisa membuat stiker mana pun keder.
Kahn pernah jadi pahlawan Bayern pada duel sengit kontra Valencia di final Liga Champions 2001. Pertandingan berakhir imbang 1-1 selama 120 menit, adu penalti pun dilakukan.
Di sinilah Kahn muncul sebagai pahlawan. Kedua tim bersaing sampai penendang ketujuh, Bayern gagal di penendang pertama dan keempat, Valencia gagal di penendang ketiga dan keempat.
Lalu, pada kesempatan ketujuh, Kahn jadi pahlawan dengan menahan tendangan Pellegrino. Bayern pun berhasil jadi juara dengan skor 5-4.
4. Steven Gerrard
Liverpool 3-3 Milan (pen: 3-2), 2005
Steven Gerrard tampil sangat buruk di babak pertama final Liga Champions 2005. Milan sempat unggul tiga gol terlebih dahulu, Liverpool sudah mencium aroma kekalahan.
Biar begitu, The Reds membuktikan kekuatan mental mereka untuk bangkit di babak kedua. Gerrard mencetak gol pertama The Reds yang mengubash skor jadi 3-1, gol ini begitu penting bagi mental para pemain.
Dua menit berselang, giliran Vladimir Smicer yang mencetak gol untuk mengubah skor jadi 3-1. Lalu, Gerrard kembali beraksi, menusuk dari lini tengah dan mendapatkan hadiah penalti yang dieksekusi Xabi Alonso dengan baik.
Lalu, di sisa pertandingan, Gerrard benar-benar mencoba bertahan dengan baik. Laga pun dilanjutkan sampai babak adu penalti dan akhirnya Liverpool jadi juara.
3. Xavi
Barcelona 2-0 Manchester United, 2009
Sang maestro. Dominasi Xavi pada pertandingan ini benar-benar total, dia membuat MU tidak bisa bermain seperti biasanya.
MU seakan-akan tidak bisa merebut bola dari kaki Xavi, padahal ada banyak gelandang top dalam skuad Setan Merah. Xavi seorang diri bisa mengelabui banyak pemain MU.
Sentuhannya sempurna, umpan-umpannya presisi. Bahkan dia bisa memberikan assist untuk gol sundulan Lionel Messi yang mengecoh Rio Ferdinand sekaligus Nemanja Vidic.
2. Zinedine Zidane
Real Madrid 2-1 Bayer Leverkusen, 2002
Sebenarnya masih ada Iker Casillas yang tampil luar biasa pada pertandingan ini. Namun, Zidane adalah contoh bagaimana pemain bisa jadi man of the match hanya dengan satu tendangan.
Ya, malam itu sang maestro mencetak gol indah dengan tendangan voli yang bahkan masih dipuji sampai saat ini. Gol Zidane adalah salah satu gol terindah dalam sejarah Liga Champions.
Saat itu sebenarnya Zidane tidak berada dalam posisi terbaiknya. Bola melayang di udara, bakal jatuh di depan kotak penalti. Zidane tahu kesempatan itu tidak boleh disia-siakan.
Sederhananya, dia melengkungkan tubuhnya sampai posisi yang cukup aneh, lalu menyambut bola dengan tembakan voli kaki kiri. Tentu, bola melesat menuju sudut atas gawang Leverkusen.
1. Lionel Messi
Barcelona 3-1 Manchester United, 2011
Bahkan Sir Alex Ferguson mengakui timnya tidak berdaya melawan aksi Lionel Messi pada pertandingan ini. Biasanya keajaiban pemain hadir dalam satu atau dua momen penting, tapi Messi melakukannya sepanjang pertandingan.
Dia membuat Ferdinand dan Vidic tampak seperti bek amatir. Messi tidak bisa dihentikan, menggiring bola semaunya sendiri melewati barisan bek MU.
Saat itu Messi bermain dalam peran false nine dan menjadi arsitek Barca pada salah satu pertandingan terbaik di final Liga Champions. Skor 3-1 tampak mudah, padahal MU dan Barca sama-sama tampil luar biasa
Sampai sekarang, mungkin performa Messi pada pertandingan itu adalah salah satu yang terbaik sepanjang kariernya. Dia menulis namanya dalam sejarah sepak bola.
Sumber: Squawka
Baca ini juga ya!
- Di Mana Mereka Sekarang? Starting XI Porto Saat Juara Liga Champions Hari Ini 16 Tahun Lalu
- Tujuh Kandidat Pengganti Odion Ighalo di Manchester United, Mana yang Paling Realistis?
- Apa Kabar Skuat 'Patah Hati' AC Milan yang Dikalahkan Liverpool di Final Liga Champions 2005?
- 5 Pemain Italia dengan Assist Terbanyak di Premier League
- 6 Alasan Jack Miller Layak Bela Tim Pabrikan Ducati di MotoGP 2021
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Villarreal vs Ajax 21 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 19:30
-
Real Sociedad vs Barcelona: Barca Keok, Fermin Lopez Tertawakan Keputusan Wasit
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 19:11
-
Bernabeu Memanas, Vinicius Jr Kirim Kode Kuat Siap Pergi dari Real Madrid
Liga Spanyol 19 Januari 2026, 18:53
-
Rayakan Ultah Ducati Ke-100, Ini 6 Potret Livery Retro Ducati Lenovo Team di MotoGP 2026
Otomotif 19 Januari 2026, 18:45
LATEST UPDATE
-
Prediksi Kairat vs Club Brugge 20 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 22:30
-
Bara Api di Old Trafford: Tensi Tinggi Roy Keane dengan Istri Michael Carrick
Liga Inggris 19 Januari 2026, 22:24
-
Cristiano Ronaldo Menang Telak di Meja Hijau: Juventus Harus Bayar Rp165 Miliar
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:54
-
Update Saga Mike Maignan: Ada Kabar Positif dari AC Milan
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:53
-
Daftar Pebulu Tangkis Indonesia dan Hasil Drawing Indonesia Masters 2026
Bulu Tangkis 19 Januari 2026, 20:30
-
Jadwal Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 20:22
-
Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 20:10
-
Vinicius Jr ke Chelsea? Mantan Pemain The Blues Anggap Itu Sekadar Khayalan
Liga Inggris 19 Januari 2026, 19:39
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26







