6 Pelajaran dari Hasil Imbang Atletico Madrid vs Arsenal yang Penuh Drama VAR
Aga Deta | 30 April 2026 08:56
Bola.net - Arsenal harus puas dengan hasil imbang 1-1 saat menghadapi Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Liga Champions, Kamis (30/4/2026) dini hari WIB. Laga ini dipenuhi drama dan kontroversi yang memengaruhi hasil akhir.
Arsenal sempat unggul lebih dulu melalui penalti Viktor Gyokeres menjelang akhir babak pertama. Namun Atletico Madrid mampu membalas di paruh kedua melalui penalti Julian Alvarez.
Pertandingan berlangsung ketat dengan kedua tim mengandalkan pertahanan solid. Peluang dari permainan terbuka sangat minim sepanjang pertandingan.
Kontroversi muncul saat Arsenal mendapatkan penalti di menit akhir. Namun keputusan tersebut dianulir setelah tinjauan VAR oleh wasit.
Hasil ini membuat peluang kedua tim masih terbuka lebar. Segalanya akan ditentukan pada leg kedua di kandang Arsenal.
Berikut enam pelajaran yang bisa dipetik dari pertandingan ini.
1. Arsenal Permasalahkan Panjang Rumput Sebelum Laga

Kabar tak biasa muncul jelang pertandingan ketika Arsenal meminta UEFA mengukur panjang rumput stadion Atletico Madrid. Permintaan ini mengingatkan pada langkah Barcelona sebelumnya di fase perempat final.
Barcelona sempat mengeluhkan kualitas lapangan saat menghadapi Atletico awal tahun ini. Mereka juga menaruh kecurigaan terhadap kondisi rumput jelang leg kedua perempat final.
Arsenal tampaknya tidak ingin mengalami hal serupa dan memilih memastikan kondisi lapangan sesuai regulasi. Namun hasil pengukuran justru tidak memberi mereka alasan untuk protes lebih jauh.
Panjang rumput tercatat 26 milimeter, masih berada dalam batas yang ditetapkan UEFA antara 21 hingga 30 milimeter. Situasi ini membuat Arsenal tak punya dasar untuk mempermasalahkan kondisi lapangan sebelum kickoff.
2. Sentuhan Taktik Arteta yang Berbeda

Tidak sering Arsenal memiliki lini tengah utama dalam kondisi bugar musim ini. Kini Martin Odegaard, Declan Rice, dan Martin Zubimendi tersedia bersamaan untuk fase krusial.
Meski demikian, Mikel Arteta tidak menurunkan mereka dengan pola yang biasa digunakan. Ada penyesuaian peran yang terlihat jelas sejak awal pertandingan.
Perubahan itu tampak saat situasi tendangan gawang. Rice ditempatkan sebagai jangkar, Odegaard bermain lebih dekat, sementara Zubimendi berada paling maju di antara ketiganya.
Dampaknya, serangan Arsenal lebih banyak mengalir dari sisi lapangan. Noni Madueke sempat mengancam lewat tembakan jarak jauh sebelum Viktor Gyokeres akhirnya memecah kebuntuan.
3. Gyokeres Tunjukkan yang Hilang dari Atletico

Ada cerita menarik di balik sosok Viktor Gyokeres yang kini membela Arsenal. Direktur olahraga The Gunners, Andrea Berta, pernah mencoba merekrut sang striker saat masih bekerja di Atletico Madrid.
Upaya tersebut terjadi dalam rentang 2017 hingga 2025 saat Berta memimpin perekrutan pemain Atletico. Kini, Gyokeres justru hadir sebagai ancaman nyata bagi mantan target klub tersebut.
Striker bernilai 64 juta pounds itu membuktikan kualitasnya di lapangan. Ia memaksa pelanggaran ceroboh dari David Hancko sebelum mengeksekusi penalti dengan sangat meyakinkan.
Tendangannya terlalu kuat untuk dihentikan Jan Oblak dan membawa Arsenal unggul. Meski penilaiannya masih terbuka, kontribusi Gyokeres memberi keunggulan penting sebelum jeda.
4. Ben White Beri Keuntungan untuk Atletico

Tekanan Atletico Madrid langsung terasa di awal babak kedua. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil melalui situasi yang cukup kontroversial.
Marcos Llorente melepaskan tendangan voli dari luar kotak penalti yang sebenarnya melenceng dari sasaran. Namun bola justru mengenai tangan Ben White dan memicu protes dari pemain tuan rumah.
Wasit Danny Makkelie kemudian diminta meninjau insiden tersebut melalui VAR. Keputusan penalti pun diambil setelah peninjauan singkat di pinggir lapangan.
Julian Alvarez maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangannya melesat ke pojok atas gawang tanpa mampu dijangkau David Raya.
5. Fulham dalam Pikiran Arteta?

Reaksi Mikel Arteta setelah timnya kebobolan terbilang cukup mengejutkan. Ia langsung melakukan perubahan besar dalam waktu singkat.
Dalam kurun 12 menit setelah keunggulan Arsenal sirna, empat pergantian pemain dilakukan. Keputusan ini menunjukkan adanya pertimbangan yang lebih luas dari sekadar situasi pertandingan.
Muncul pertanyaan apakah laga melawan Fulham di akhir pekan menjadi faktor utama. Beberapa pemain kunci seperti Martin Odegaard dan Viktor Gyokeres justru ditarik keluar lebih awal.
Bukayo Saka kemudian dimasukkan untuk menambah daya gedor tim. Namun ia masih belum tampil sebagai starter sejak mengalami cedera pada Maret lalu.
6. Arsenal Tak Dapat Penalti di Momen Krusial

Setelah skor kembali imbang, Atletico Madrid terlihat lebih berbahaya dalam memburu gol kemenangan. Namun perubahan pemain Arsenal mulai memberi dampak, terutama lewat energi baru di lini serang.
Eberechi Eze menjadi salah satu pembeda dengan pergerakannya di kotak penalti. Ia berhasil memancing pelanggaran dari David Hancko yang membuat wasit menunjuk titik putih.
Itu menjadi keputusan penalti ketiga dalam laga tersebut dari Danny Makkelie. Namun seperti sebelumnya, VAR kembali mengambil peran penting dalam menentukan hasil akhir.
Setelah peninjauan ulang, wasit menilai kontak yang terjadi tidak cukup untuk dianggap pelanggaran. Keputusan pun dibatalkan dan disambut penuh emosi oleh Diego Simeone di pinggir lapangan.
Sumber: Mirror
Klasemen Liga Champions 2025/2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bekuk AS Roma, Bukti Manchester United Bukan Tim yang Jelek!
Liga Champions 4 November 2026, 16:00
-
MU Comeback 3-2 Lawan AS Roma, Apa Sih Rahasianya, Wahai Michael Carrick?
Liga Champions 4 November 2026, 15:40
-
Youri Tielemans Dedikasikan Kemenangan MU atas AS Roma untuk Michael Carrick
Liga Champions 4 November 2026, 15:20
-
Arsenal Menang Mudah di Kandang Slavia Praha? Kayaknya Enggak Deh!
Liga Champions 4 November 2026, 15:00
LATEST UPDATE
-
Hadapi Liverpool, Bos Fenerbahce Janji Gak Baper Lawan Mantan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:40
-
Jamu Real Madrid, AEK Athens Bersiap untuk Parkir Bus demi Raih Kemenangan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:20
-
Rodri Alami Cedera Hamstring, Terancam Absen saat Barcelona Hadapi Atletico Madrid
Liga Champions 4 November 2026, 16:03
-
Bekuk AS Roma, Bukti Manchester United Bukan Tim yang Jelek!
Liga Champions 4 November 2026, 16:00
-
MU Comeback 3-2 Lawan AS Roma, Apa Sih Rahasianya, Wahai Michael Carrick?
Liga Champions 4 November 2026, 15:40
-
Youri Tielemans Dedikasikan Kemenangan MU atas AS Roma untuk Michael Carrick
Liga Champions 4 November 2026, 15:20
-
Arsenal Menang Mudah di Kandang Slavia Praha? Kayaknya Enggak Deh!
Liga Champions 4 November 2026, 15:00
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


