Alasan Real Madrid Didepak Bayern Munchen dari Liga Champions: 2 Pemain, Salah Satunya Mbappe
Dimas Ardi Prasetya | 20 April 2026 17:22
Bola.net - Kekalahan pahit harus diterima Real Madrid saat mereka tersingkir dari Liga Champions musim ini. Raksasa Spanyol itu gagal melangkah lebih jauh usai dihentikan Bayern Munchen di babak perempat final.
Hasil tersebut terasa semakin menyakitkan karena Madrid sempat difavoritkan untuk melaju jauh. Namun, performa inkonsisten membuat mereka akhirnya harus angkat koper lebih cepat.
Kekalahan agregat 6-4 dari Bayern menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Alvaro Arbeloa. Situasi ini memicu banyak kritik, baik dari dalam maupun luar lingkaran klub.
Salah satu suara paling keras datang dari legenda Prancis, Emmanuel Petit. Ia melontarkan kritik tajam yang langsung mengarah ke Kylian Mbappe.
Petit Sentil Ego Mbappe di Ruang Ganti

Emmanuel Petit tidak menahan diri dalam mengomentari situasi yang terjadi di Real Madrid. Ia menilai kehadiran Kylian Mbappe justru membawa dampak negatif bagi keharmonisan tim.
Menurut Petit, perubahan atmosfer di ruang ganti Madrid terasa sejak kedatangan sang bintang. Ia menyebut ada peningkatan sikap individualistis yang merusak keseimbangan tim.
Kritik ini muncul di tengah tekanan besar yang sedang dihadapi Los Blancos. Kekalahan dari Bayern dianggap sebagai momen refleksi bagi klub yang terbiasa berjaya di Eropa.
"Ini bukan sepenuhnya kesalahan Mbappe. Tetapi kedatangannya memenuhi ruang ganti Real Madrid dengan keegoisan. Ini sebuah kegagalan," kritiknya pada RMC, via Goal.
Madrid Dibandingkan Dengan PSG

Petit kemudian membandingkan situasi Real Madrid dengan PSG. Ia menilai klub Paris itu justru berkembang menjadi tim yang lebih solid setelah kepergian Mbappe.
Menurutnya, PSG kini bermain dengan kolektivitas yang jauh lebih baik. Hal ini berbanding terbalik dengan Madrid yang dinilai kehilangan keseimbangan tim.
Perubahan tersebut dianggap sebagai bukti bahwa budaya tim lebih penting daripada sekadar kehadiran bintang besar. Petit melihat PSG kini tampil lebih menyatu di lapangan.
"Waktunya benar-benar tidak menguntungkan baginya. Sejak PSG bermain sebagai sebuah tim, mereka luar biasa. Mereka semua bersatu, seperti jari-jari tangan," tuturnya.
Camavinga Juga Jadi Sorotan Usai Kartu Merah Krusial

Selain Mbappe, Petit juga menyoroti peran Eduardo Camavinga dalam kekalahan Madrid. Ia menilai kartu merah yang diterima gelandang muda itu menjadi titik balik pertandingan.
Camavinga diusir keluar lapangan setelah menerima kartu kuning kedua di menit-menit akhir. Keputusan tersebut membuat Madrid kehilangan momentum untuk bangkit.
Petit menganggap pelanggaran yang dilakukan Camavinga sangat merugikan tim. Situasi itu disebutnya sebagai kesalahan fatal yang menghancurkan peluang comeback.
"Jika ada yang harus disalahkan, itu adalah Camavinga. Pelanggarannya sangat fatal. Pada saat itu dalam pertandingan (menit ke-86), kartu merah itu sangat keras, tetapi sayangnya wasit hanya menerapkan aturan. Real selalu bersembunyi di balik kinerja wasit," kritiknya.
Klasemen Liga Champions
(Goal)
Baca Juga:
Real Madrid Punya Deadline 30 Juli untuk Aktifkan Klausul Buyback Winger Incaran Barcelona
Menjajaki Peluang Jose Mourinho Kembali ke Real Madrid
Rashford Tak Pasti, Barcelona Siapkan 4 Opsi Pengganti
Bayern Munchen Kudeta Real Madrid sebagai Klub Nomor Satu di Peringkat UEFA
Eduardo Camavinga Minta Maaf untuk Insiden Kartu Merah
Gagal Total di Eropa, Real Madrid Siap Rombak Besar-Besaran?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jude Bellingham ke Liverpool? Legenda The Reds Beri Isyarat Menarik
Liga Inggris 4 Juni 2026, 18:29
LATEST UPDATE
-
Cari Pengganti Rafael Leao, AC Milan Ikut Berebut Winger West Ham
Liga Italia 4 Juni 2026, 21:50
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47
















