Analisis Taktik: Kendali Permainan PSG, Pertahanan Sayap Arsenal
Gia Yuda Pradana | 31 Mei 2026 19:00
Bola.net - PSG kembali mengukuhkan status sebagai raja Eropa setelah mengalahkan Arsenal 4-3 lewat adu penalti usai bermain imbang 1-1 pada final Liga Champions di Budapest. Kemenangan ini membuat wakil Prancis tersebut mempertahankan gelar sekaligus meraih trofi Liga Champions kedua mereka.
Laga berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal dan menghadirkan pertarungan taktik yang menarik. Arsenal lebih dulu unggul melalui Kai Havertz sebelum PSG membalas lewat penalti Ousmane Dembele pada babak kedua.
Sepanjang pertandingan, PSG mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Arsenal. Namun, disiplin lini belakang tim asuhan Mikel Arteta membuat peluang bersih lawan cukup terbatas.
Pertandingan akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti setelah kedua tim gagal mencetak gol tambahan hingga perpanjangan waktu berakhir. Kegagalan Eberechi Eze dan Gabriel menjadi faktor yang memastikan trofi kembali ke tangan PSG.
PSG Ambil Kendali Permainan
Setelah tertinggal lebih dulu, PSG langsung mengambil kendali permainan melalui penguasaan bola yang dominan. Achraf Hakimi bergerak sangat tinggi di sisi kanan sehingga memberi ruang bagi Desire Doue untuk masuk ke area tengah.
Pergerakan tersebut membuat Vitinha lebih leluasa turun membantu pembangunan serangan. PSG membentuk struktur tiga bek yang menjaga keseimbangan saat menyerang sekaligus mengantisipasi serangan balik Arsenal.
Fabian Ruiz juga kerap melebar ke sisi kiri untuk membuka ruang. Strategi ini memaksa Bukayo Saka turun lebih dalam dan memberikan waktu tambahan bagi Nuno Mendes mengalirkan bola dari belakang.
Meski demikian, Arsenal tetap mampu menjaga kepadatan area sentral. Declan Rice dan Myles Lewis-Skelly bekerja keras menutup jalur progresi yang mengarah langsung ke kotak penalti.
Pertahanan Sayap Arsenal Tampil Disiplin
Arsenal menerapkan blok pertahanan yang rapat ketika tidak menguasai bola. Dua penyerang mereka tetap berada di area tengah untuk membatasi akses PSG ke ruang sentral.
Ketika bola diarahkan ke sisi lapangan, para pemain sayap Arsenal segera turun membantu pertahanan. Leandro Trossard dan Saka konsisten memberikan dukungan kepada bek sayap mereka.
William Saliba dan Gabriel juga memiliki keleluasaan bergerak melebar karena PSG tidak selalu memainkan penyerang tengah murni. Kondisi itu membuat Arsenal sering menciptakan keunggulan jumlah pemain di area dekat garis tepi.
Strategi tersebut cukup efektif dalam meredam ancaman individu PSG pada babak pertama. Tim asal London itu memaksa lawan bermain lebih sabar dan kesulitan menemukan situasi satu lawan satu yang berbahaya.
Sentuhan Luis Enrique Mengubah Arah Serangan
Babak kedua menghadirkan perubahan pendekatan dari PSG. Doue lebih sering menjaga posisi lebar sehingga mampu menyerang lini belakang Arsenal secara lebih langsung.
Hakimi beberapa kali bergerak ke area dalam untuk menarik perhatian Trossard. Ruang yang tercipta kemudian dimanfaatkan Doue guna menghadapi Piero Hincapie dalam duel terbuka.
Di sisi kiri, Khvicha Kvaratskhelia semakin berpengaruh terhadap jalannya pertandingan. Kombinasinya bersama Mendes membuat pertahanan Arsenal harus bekerja lebih keras dibandingkan babak pertama.
Tekanan berkelanjutan akhirnya menghasilkan penalti setelah Cristhian Mosquera melakukan pelanggaran terhadap Kvaratskhelia. Dembele menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk mengubah kedudukan menjadi 1-1.
Adu Penalti Menentukan Juara
Memasuki perpanjangan waktu, PSG tetap mempertahankan pola serangan melalui kombinasi pemain di kedua sisi lapangan. Bradley Barcola yang masuk dari bangku cadangan beberapa kali berhasil berlari di belakang garis pertahanan Arsenal.
Meski menciptakan sejumlah peluang, termasuk tembakan Kvaratskhelia yang membentur tiang, PSG gagal mencetak gol kemenangan. Arsenal pun bertahan hingga laga harus berakhir melalui adu penalti.
Luis Enrique menilai timnya layak mendapatkan hasil tersebut setelah terus menekan sepanjang pertandingan. "Saya pikir kami pantas mendapatkan hasil imbang dan pada akhirnya kami sangat senang memenangkan trofi itu," ujarnya.
Arteta juga memberikan apresiasi kepada lawan setelah pertandingan berakhir. "Menurut saya, mereka adalah tim terbaik di dunia saat ini," kata pelatih Arsenal tersebut.
Pada adu penalti, David Raya sempat memberi harapan setelah menggagalkan eksekusi Nuno Mendes. Namun, kegagalan Gabriel pada tendangan kelima Arsenal memastikan PSG mempertahankan mahkota Liga Champions mereka.
Sumber: Coaches' Voice
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Aston Villa Capai Kesepakatan dengan PSG untuk Ibrahim Mbaye, Bukan Liverpool
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 07:13
-
Ditinggal Martinelli, Arsenal Coba Bajak Endrick dari Real Madrid
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 21:00
-
Dear Manchester United, Bayern Munchen Rindu Kalian!
Liga Champions 28 Agustus 2026, 19:00
-
Gabriel Martinelli OTW Gabung Al-Hilal
Liga Inggris 28 Agustus 2026, 18:20
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Cagliari vs Inter Milan di Liga Italia, 31 Agustus 2026
Liga Italia 31 Agustus 2026, 01:10
-
Man of the Match Man United vs Ipswich Town: Bruno Fernandes
Liga Inggris 31 Agustus 2026, 01:04
-
Man of the Match Real Madrid vs Malaga: Jude Bellingham
Liga Spanyol 31 Agustus 2026, 00:40
-
Hasil Real Madrid vs Malaga: Hajar Sang Tamu, Los Blancos Kokoh di Puncak Klasemen!
Liga Spanyol 30 Agustus 2026, 23:58
-
Here We Go! Gabriel Martinelli Mengadu Nasib ke Arab Saudi!
Liga Inggris 30 Agustus 2026, 22:34
-
Man of the Match Chelsea vs Brighton: Joao Pedro
Liga Inggris 30 Agustus 2026, 22:06
-
Hasil Chelsea vs Brighton: The Blues Menangkan Drama Tujuh Gol di Stamford Bridge!
Liga Inggris 30 Agustus 2026, 21:57
-
Link Streaming Man United vs Ipswich Town di Liga Inggris, 30 Agustus 2026
Liga Inggris 30 Agustus 2026, 21:28
-
Link Streaming Real Madrid vs Malaga di Liga Spanyol, 30 Agustus 2026
Liga Spanyol 30 Agustus 2026, 20:54
-
Kejutan! Barcelona 'Bungkus' Gabriel Jesus dari Arsenal!
Liga Spanyol 30 Agustus 2026, 20:44
-
Kessie Kena Tikung, Juventus Impor Gelandang dari Inggris
Liga Italia 30 Agustus 2026, 20:30
-
Gak Perlu Beli Lagi, MU Siap Jadikan Carlos Baleba Bek Kiri Baru Setan Merah
Liga Inggris 30 Agustus 2026, 20:00
-
Ditinggal Zirkzee, MU Impor Striker Baru dari Spanyol?
Liga Inggris 30 Agustus 2026, 19:30
-
Kabar Terbaru Joshua Zirkzee: Jadi Gabung Fiorentina Gak Sih?
Liga Inggris 30 Agustus 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51


