Arsenal 21 Tahun Tanpa Juara Premier League, Nol Trofi Liga Champions
Richard Andreas | 8 Mei 2025 09:30
Bola.net - Mikel Arteta yakin Arsenal bisa menciptakan sejarah di Parc des Princes, tetapi mimpi itu pupus setelah kekalahan 1-2 dari PSG di semifinal Liga Champions. The Gunners tampil solid, namun ketajaman dan pengalaman PSG menjadi pembeda.
Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Arsenal di babak semifinal kompetisi besar sekaligus menegaskan status mereka sebagai "tim yang nyaris"—pernah bersaing, tetapi selalu gagal di momen krusial. Sejak terakhir kali menjuarai FA Cup pada 2020, Arsenal belum lagi merasakan trofi.
Dengan kualitas pemain seperti Declan Rice, Bukayo Saka, dan Martin Odegaard, Arteta tak punya alasan untuk terus menunda kesuksesan. Target sekarang adalah finis di lima besar Premier League demi mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Arsenal terakhir menjuarai Premier League tahun 2004, sudah 21 tahun berlalu. Tiga tahun terakhir Arsenal hampir juara, tapi nyaris tidak pernah dihitung. Musim ini, Arsenal mencapai semifinal Liga Champions, tapi kembali gagal, dan lagi-lagi nyaris.
Performa Solid Tapi Kurang Tajam
Arsenal memberikan perlawanan sengit di Parc des Princes, menciptakan sejumlah peluang lewat aksi Saka dan Odegaard. Sayang, efisiensi di lini depan masih menjadi masalah, sementara kiper PSG Gianluigi Donnarumma tampil gemilang.
Dua gol Fabian Ruiz dan Achraf Hakimi menjadi pukulan telak, meski Arsenal sempat membalas lewat Saka di akhir laga. Kekalahan agregat 3-1 ini mengulangi nasib Manchester City dan Aston Villa yang juga takluk dari PSG di turnamen ini.
Arteta mengakui timnya pantas dapat lebih, tetapi di level semifinal, detail kecil seperti efektivitas di kotak penalti menjadi penentu.
5 Tahun Tanpa Gelar, Tekanan Makin Membesar
Sejak FA Cup 2020, Arsenal belum meraih trofi apa pun. Progres tim di bawah Arteta memang terlihat—seperti finis runner-up Liga Premier musim lalu—tetapi klub sekelas Arsenal membutuhkan gelar.
Manajemen masih mendukung Arteta, tetapi kesabaran fans tidak tak terbatas. Dengan skuad yang diperkuat Rice, Kai Havertz, dan William Saliba, ekspektasi semakin tinggi.
"Kami punya fondasi tim yang kuat, tapi tim besar harus menang. Itu tantangan kami ke depan," ujar Arteta usai laga. Musim depan, tuntutan akan lebih besar.
Fokus Kembali ke Liga Inggris
Dengan tersingkir dari Liga Champions, satu-satunya target Arsenal sekarang adalah finis di lima besar Liga Premier. Mereka saat ini berada di peringkat kedua, tetapi persaingan dengan Manchester City, Liverpool, dan Aston Villa masih ketat.
Kekalahan dari PSG harus menjadi pelajaran berharga. Pemain seperti Saka dan Ødegaard perlu lebih klinis, sementara Arteta harus mengevaluasi strategi di laga besar.
Jika gagal lagi musim depan, pertanyaan tentang masa depan Arteta mungkin akan semakin nyaring.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Everton vs Liverpool: Virgil van Dijk
Liga Inggris 20 April 2026, 02:18
-
Man of the Match Manchester City vs Arsenal: Erling Haaland
Liga Inggris 20 April 2026, 02:04
LATEST UPDATE
-
Masih Bingung Beda EDT, EDP, dan Parfum? Ini Penjelasannya Buat Pria Aktif
Lain Lain 20 April 2026, 08:00
-
Arsenal vs Man City, Perebutan Gelar Premier League Makin Panas
Liga Inggris 20 April 2026, 07:00
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
Liga Inggris 20 April 2026, 05:17
-
Man of the Match Juventus vs Bologna: Jonathan David
Liga Italia 20 April 2026, 04:08
-
Man of the Match Verona vs Milan: Adrien Rabiot
Liga Italia 20 April 2026, 02:31
-
Man of the Match Everton vs Liverpool: Virgil van Dijk
Liga Inggris 20 April 2026, 02:18
-
Man of the Match Manchester City vs Arsenal: Erling Haaland
Liga Inggris 20 April 2026, 02:04
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00







