Arsenal ke Final Liga Champions dengan Gaya

Afdholud Dzikry | 6 Mei 2026 08:04
Arsenal ke Final Liga Champions dengan Gaya
Winger Arsenal, Leandro Trossard dan pelatih Mikel Arteta merayakan kemenangan atas Atletico Madrid di semifinal Liga Champions, Rabu 6 Mei 2026. (c) John Walton/PA via AP

Bola.net - Arsenal baru saja mengukir tinta emas dalam sejarah Liga Champions setelah menyingkirkan Atletico Madrid di semifinal Liga Champions. Keberhasilan melaju ke final UCL ini dibarengi dengan catatan rekor tak terkalahkan dalam 14 pertandingan beruntun. Pencapaian tersebut menjadikan The Gunners sebagai tim pertama yang mampu menjaga status unbeaten dengan jumlah laga sebanyak itu dalam satu musim.

Dominasi Meriam London musim ini memang sulit dibendung oleh tim manapun di kompetisi kasta tertinggi Eropa. Mereka mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang menyapu bersih 8 kemenangan beruntun pada fase liga. Tren positif tersebut terus berlanjut hingga fase gugur saat mereka menyingkirkan Bayer Leverkusen dan Sporting Lisbon.

Advertisement

Setelah bermain imbang 1-1 di Madrid, Arsenal sukses memetik kemenangan tipis 1-0 atas Atletico pada leg kedua di Emirates Stadium, Rabu (6/5/2026) dini hari. Kemenangan ini tidak hanya memastikan tiket ke final Liga Champions di Budapest, tetapi juga memperpanjang napas rekor fantastis mereka. Skuad asuhan Mikel Arteta kini berdiri sendirian sebagai pemilik catatan tanpa kekalahan paling panjang dalam satu edisi turnamen.

Langkah Arsenal menuju laga final di Puskas Arena pada 30 Mei mendatang terasa sangat spesial karena dominasi tersebut. Dari 44 tim yang pernah memainkan 14 laga atau lebih dalam satu kampanye Eropa, hanya Arsenal yang mampu menjaga kesucian gawang mereka dari kekalahan. Fokus tim kini tertuju untuk menyempurnakan rekor ini dengan trofi juara di tangan.

1 dari 4 halaman

Dominasi dari Fase Liga hingga Semifinal

Dominasi dari Fase Liga hingga Semifinal

Selebrasi Bukayo Saka dkk. dalam laga Arsenal vs Atletico Madrid di leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026, Rabu (6/5/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Ketangguhan mental Arsenal benar-benar teruji sepanjang jadwal padat di kompetisi Eropa musim ini. Konsistensi permainan menjadi fondasi utama yang menjaga rekor tak terkalahkan mereka tetap utuh.

Setiap lawan, dari fase liga hingga semifinal, kesulitan membongkar organisasi tim. Pendekatan kolektif yang rapi membuat Arsenal tampil stabil di berbagai situasi pertandingan.

Mikel Arteta juga berhasil membangun kedalaman skuad yang solid. Rotasi pemain berjalan tanpa menurunkan kualitas, terbukti dari kemenangan agregat 2-1 atas Atletico Madrid yang menegaskan kematangan taktik tim.

2 dari 4 halaman

Ujian Terakhir Menuju Gelar Juara yang Sempurna

Ujian Terakhir Menuju Gelar Juara yang Sempurna

Selebrasi pelatih Arsenal, Mikel Arteta dengan bek William Saliba usai laga melawan Atletico Madrid di leg kedua semifinal Liga Champions, Rabu 6 Mei 2026. (c) AP Photo/Alastair Grant

Kini, Arsenal hanya menyisakan satu laga di Budapest untuk mengunci gelar juara Eropa. Kemenangan di final akan menyempurnakan perjalanan panjang mereka musim ini.

Lawan berat sudah menunggu, baik Bayern Munchen maupun Paris Saint-Germain. Namun, rekor unbeaten memberi dorongan kepercayaan diri bagi Bukayo Saka dan rekan-rekannya.

Mereka datang bukan sekadar untuk bermain, tetapi untuk menegaskan identitas sebagai tim yang layak juara. Harapan publik London Utara pun mengarah pada satu target: trofi pertama Liga Champions.

3 dari 4 halaman

Penantian Dua Dekade

Penantian Dua Dekade

Selebrasi Declan Rice usai laga Arsenal vs Atletico Madrid di leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026, Rabu (6/5/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Ini adalah final Liga Champions kedua dalam 139 tahun sejarah Arsenal. Terakhir kali mereka mencapai tahap ini terjadi pada 2006 di Paris.

Saat itu, Arsenal harus mengakui keunggulan Barcelona dalam laga yang berakhir pahit. Kini, mereka datang dengan pengalaman dan kesiapan yang berbeda.

Penantian 20 tahun ini menyamai catatan Liverpool sebelum final 2005. Bedanya, skuad Arsenal saat ini terlihat lebih siap menghadapi tekanan di panggung terbesar.

4 dari 4 halaman

Rekor Istimewa Mikel Arteta

Rekor Istimewa Mikel Arteta

Selebrasi skuad Arsenal usai memastikan tiket ke final Liga Champions 2025/2026, Rabu (6/5/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Mikel Arteta menorehkan catatan penting sebagai salah satu manajer termuda yang membawa Arsenal ke final Eropa. Ia akan berusia 44 tahun 65 hari saat laga puncak digelar.

Catatan itu hanya kalah dari Terry Neill yang memimpin tim di final Piala Winners 1980. Namun, pencapaian Arteta tak lepas dari performa konsisten timnya sepanjang musim.

Arsenal juga mencetak rekor dengan delapan kemenangan di fase liga. Kombinasi lini depan yang tajam dan pertahanan kokoh menjadi alasan utama mereka melangkah hingga Budapest.

Pertanyaannya, mampukah Arsenal menyempurnakannya pada 30 Mei nanti?.

LATEST UPDATE