Bahaya! Galatasaray Bisa Jegal Man City

Richard Andreas | 28 Januari 2026 19:44
Bahaya! Galatasaray Bisa Jegal Man City
Penyerang Galatasaray, Victor Osimhen saat tampil di Liga Champions melawan Atletico Madrid, 22 Januari 2026. (c) AP Photo/Emrah Gurel

Bola.net - Manchester City membutuhkan kemenangan di laga terakhir fase liga Liga Champions untuk menghindari babak play-off gugur.

Meski begitu, lawan yang menanti bukanlah pilihan ideal. Galatasaray datang dengan reputasi kuat sebagai momok bagi klub-klub Inggris di kompetisi Eropa.

Advertisement

Dalam beberapa musim terakhir, wakil Turki itu berkali-kali membuktikan diri mampu merepotkan bahkan menyingkirkan tim Premier League. Rekam jejak tersebut membuat duel di Manchester bukan sekadar formalitas bagi City.

Di balik hasil-hasil mengejutkan itu, Galatasaray punya pendekatan dan karakter yang membuat mereka terasa asing tapi familiar bagi tim Inggris.

1 dari 4 halaman

Rekor Galatasaray yang Menghantui Klub Inggris

Rekor Galatasaray yang Menghantui Klub Inggris

Para pemain Galatasaray merayakan setelah rekan setim mereka, Leroy Sane, mencetak gol dalam laga Super Lig Turki melawan Fenerbahce di Istanbul, Senin, 1 Desember 2025 (c) AP Photo/Khalil Hamra

Dalam empat pertemuan terakhir melawan klub Premier League, Galatasaray tak pernah kalah. Terakhir kali wakil Inggris menang atas mereka terjadi pada Desember 2014, saat Arsenal menang 4-1 di Istanbul.

Sejak itu, satu per satu tim Inggris merasakan sulitnya menghadapi Cimbom. Pada 2023, Galatasaray finis di atas Manchester United di fase grup Liga Champions setelah menang 3-2 di Old Trafford, hasil yang mengirim tim asuhan Erik ten Hag terdampar di dasar klasemen.

Musim lalu, Galatasaray kembali mencuri perhatian dengan menorehkan satu-satunya kekalahan Tottenham Hotspur di fase grup Liga Europa. Tottenham sendiri akhirnya keluar sebagai juara kompetisi tersebut, menegaskan kualitas lawan yang dihadapi Galatasaray.

Paling anyar, Galatasaray menundukkan Liverpool 1-0 di fase liga Liga Champions musim ini lewat penalti Victor Osimhen pada babak pertama, sebuah kemenangan yang kembali menambah daftar korban dari Inggris.

2 dari 4 halaman

Liga Turki Paling Mirip Inggris di Luar Inggris

Liga Turki Paling Mirip Inggris di Luar Inggris

Penyerang Galatasaray, Victor Osimhen (kiri), berebut bola dengan pemain Atletico Madrid, David Hancko, pada Liga Champions, Kamis (22/1/2026). (c) AP Photo/Khalil Hamra

Asisten pelatih Galatasaray, Ismael Garcia Gomez, menilai ada alasan mendasar di balik rekor impresif tersebut. Menurutnya, karakter sepak bola Turki sangat dekat dengan gaya permainan Inggris.

Ia menjelaskan bahwa laga-laga yang dinamis dan penuh transisi sudah menjadi makanan sehari-hari bagi klub-klub Super Lig. Karena itu, ketika menghadapi tim Inggris yang cenderung bermain terbuka, Galatasaray justru merasa nyaman.

Garcia Gomez menyebut tempo permainan di Turki lebih mendekati Premier League dibanding liga-liga besar lain seperti Italia atau Spanyol, yang menurutnya memiliki ritme lebih rendah. Faktor inilah yang membuat Galatasaray jarang kagok saat berhadapan dengan lawan dari Inggris.

Selain aspek teknis, ia juga menyoroti atmosfer stadion di Turki. Menurutnya, gairah suporter Galatasaray berada di level tertinggi Eropa dan tak kalah dari negara mana pun.

3 dari 4 halaman

Tekanan Besar di Manchester, Target Berbeda

Tekanan Besar di Manchester, Target Berbeda

Pelatih Manchester City Pep Guardiola (tengah) memberi instruksi kepada Erling Haaland (kanan) pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Wolves, 24 Januari 2026 (c) AP Photo/Ian Hodgson

Jelang pertemuan dengan Manchester City, kedua tim berada dalam situasi yang sama-sama genting. City kini duduk di peringkat ke-11 klasemen fase liga dengan 13 poin, hanya kalah selisih gol dari zona delapan besar.

Kekalahan mengejutkan dari Bodo/Glimt membuat City wajib menang di laga terakhir sambil berharap hasil lain berpihak agar lolos langsung ke babak gugur. Tekanan untuk meraih tiga poin pun tak terelakkan.

Sementara itu, Galatasaray berada di posisi ke-17 dengan 10 poin. Peluang finis di delapan besar nyaris tertutup, tetapi hasil imbang saja sudah cukup untuk memastikan tiket play-off.

Garcia Gomez mengakui City adalah lawan yang berbeda dibanding klub Inggris lain. Gaya bermain tim asuhan Pep Guardiola yang mengutamakan kontrol penguasaan bola dianggap lebih sulit dihadapi.

Meski begitu, ia menegaskan kepercayaan diri Galatasaray tetap tinggi, meski berstatus underdog.

4 dari 4 halaman

Osimhen Tajam, Sane dan Gundogan Jadi Pembeda

Kepercayaan diri Galatasaray bertumpu pada komposisi skuad berpengalaman di Liga Champions. Di lini depan, Victor Osimhen tampil tajam dengan koleksi enam gol dari lima laga Eropa musim ini.

Selain itu, Galatasaray memiliki dua pemain yang sangat mengenal City, yakni Leroy Sane dan Ilkay Gundogan. Sane, mantan juara Premier League bersama City, selalu bermain penuh dalam lima laga Liga Champions terakhir Galatasaray.

Gundogan, yang kini berusia 35 tahun, memang tak selalu menjadi starter, tetapi kehadirannya memberi ketenangan dan pengalaman di lini tengah.

Ia kembali ke Manchester sebagai sosok yang pernah membawa City menjuarai Liga Champions 2023 dan lima gelar domestik Inggris.

LATEST UPDATE