Ballack: Guardiola Harus Punya Variasi Permainan
Editor Bolanet | 19 Mei 2015 16:01
- Mantan gelandang Bayern Munchen, Michael Ballack yakin bahwa pelatih Josep Guardiola harus menambahkan lebih banyak variasi dalam serangan Die Roten musim depan.
Pada dua musim terakhir, Bayern Munchen selalu gagal melangkah sampai final Liga Champions. Itu menjadi sebuah ironi karena mereka meraih kesuksesan besar saat masih dilatih Jupp Heynckess dua musim lalu.
Musim lalu, Bayern gagal saat dikalahkan Real Madrid dengan agregat lima gol tanpa balas. Sementara musim ini, mereka kalah 5-3 dari mantan tim yang pernah dilatih Guardiola, Barcelona.
Kami suka kesuksesan di sepakbola, tapi di sisi lain, kami juga ingin menonton sepakbola indah. Tentu Guardiola menyukai ball possession, untuk menguasai bola sebanyak mungkin. Terkadang saya merindukan pertandingan terbuka seperti di Inggris, ujar gelandang yang juga pernah bermain di Chelsea tersebut.
Sepakbola jenis ini ia mainkan di Barcelona. Ini berbeda, lebih tiki-taka. Tapi bila anda melawan tim yang benar-benar berorientasi bertahan, ini akan berubah menjadi pertandingan yang membosankan. Ini adalah tentang menemukan keseimbangan antara menguasai bola dan menemukan target serangan, tandasnya.[initial]
(afp/dzi)
Pada dua musim terakhir, Bayern Munchen selalu gagal melangkah sampai final Liga Champions. Itu menjadi sebuah ironi karena mereka meraih kesuksesan besar saat masih dilatih Jupp Heynckess dua musim lalu.
Musim lalu, Bayern gagal saat dikalahkan Real Madrid dengan agregat lima gol tanpa balas. Sementara musim ini, mereka kalah 5-3 dari mantan tim yang pernah dilatih Guardiola, Barcelona.
Kami suka kesuksesan di sepakbola, tapi di sisi lain, kami juga ingin menonton sepakbola indah. Tentu Guardiola menyukai ball possession, untuk menguasai bola sebanyak mungkin. Terkadang saya merindukan pertandingan terbuka seperti di Inggris, ujar gelandang yang juga pernah bermain di Chelsea tersebut.
Sepakbola jenis ini ia mainkan di Barcelona. Ini berbeda, lebih tiki-taka. Tapi bila anda melawan tim yang benar-benar berorientasi bertahan, ini akan berubah menjadi pertandingan yang membosankan. Ini adalah tentang menemukan keseimbangan antara menguasai bola dan menemukan target serangan, tandasnya.[initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Freiburg vs Bayern: Dayot Upamecano
Bundesliga 26 Oktober 2026, 03:49
-
Hasil Freiburg vs Bayern: Die Roten Menang 3-1
Bundesliga 26 Oktober 2026, 03:44
-
Prediksi Freiburg vs Bayern 25 Oktober 2026
Bundesliga 24 Oktober 2026, 11:19
-
Michael Carrick Dipastikan Masih Pimpin MU Lawan Bournemouth
Liga Inggris 22 Oktober 2026, 22:12
-
Staf Media MU Melarang Bruno Fernandes Bicara Bahasa Italia, Ada Masalah Apa?
Liga Champions 22 Oktober 2026, 19:43
LATEST UPDATE
-
Andoni Iraola Puas Liverpool Singkirkan Chelsea, Soroti Performa Pemain Muda
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 10:23
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 29 Oktober 2026, 10:18
-
Rapor Pemain Juventus saat Kalah dari Genoa: Kesalahan Pierre Kalulu Berujung Petaka
Liga Italia 29 Oktober 2026, 09:18
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:56
-
Man of the Match Liverpool vs Chelsea: Morgan Rogers
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 07:38
-
Man of the Match Genoa vs Juventus: Tommaso Baldanzi
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:25
-
Man of the Match Bologna vs Milan: Samuel Mbangula
Liga Spanyol 29 Oktober 2026, 07:06
-
Hasil Drawing Perempat Final Carabao Cup: Ini Lawan Liverpool dan Manchester City
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 06:11
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18







