Barcelona Resmi Protes UEFA Usai Dikalahkan Atletico Madrid, Soroti Keputusan Wasit Kontroversial
Ari Prayoga | 10 April 2026 10:58
Bola.net - Barcelona mengambil langkah tegas usai kekalahan dari Atletico Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions. Klub asal Catalan itu melayangkan protes resmi kepada UEFA, menyusul sejumlah keputusan wasit yang dinilai merugikan tim.
Dalam pertandingan yang digelar di kandang sendiri, skuad asuhan Hansi Flick harus mengakui keunggulan Atletico Madrid dengan skor 0-2.
Namun, hasil akhir bukan satu-satunya sorotan. Pihak Barcelona dibuat geram oleh kepemimpinan wasit asal Rumania, Istvan Kovacs.
Kartu Merah dan Insiden Handball Picu Kemarahan

Kontroversi pertama terjadi di babak pertama ketika bek muda Pau Cubarsi diganjar kartu merah setelah tinjauan VAR. Ia dianggap melakukan pelanggaran terhadap Giuliano Simeone sebagai pemain terakhir.
Namun, insiden yang paling memicu kemarahan kubu tuan rumah terjadi pada awal babak kedua. Kiper Atletico, Juan Musso, sempat memainkan bola dalam situasi tendangan gawang ke arah Marc Pubill.
Pubill kemudian menghentikan bola dengan tangan untuk mengembalikannya kepada Musso. Aksi tersebut dianggap pemain Barcelona sebagai pelanggaran handball, karena mereka menilai bola sudah aktif dalam permainan.
Akan tetapi, wasit maupun VAR tidak menganggap kejadian itu sebagai pelanggaran. Pertandingan pun tetap dilanjutkan tanpa sanksi.
Barcelona Tuntut Investigasi UEFA

Dalam pernyataan resminya, Barcelona menyebut keputusan tersebut sebagai “kesalahan besar” dari perangkat pertandingan. Klub juga mengungkapkan telah berkonsultasi dengan tim hukum sebelum mengajukan protes kepada UEFA.
Barcelona meminta dilakukan investigasi menyeluruh, termasuk akses terhadap komunikasi internal wasit selama pertandingan, serta pengakuan resmi atas kesalahan yang terjadi.
Lebih jauh, klub menilai ini bukan kali pertama mereka dirugikan oleh keputusan kontroversial di Liga Champions dalam beberapa musim terakhir. Mereka bahkan menyinggung soal ketidakadilan yang membuat tim tidak bisa bersaing dalam kondisi yang setara.
Flick: Harusnya Kartu Merah dan Penalti

Pelatih Barcelona, Flick, juga melontarkan kritik keras. Menurutnya, insiden handball Pubill seharusnya berujung pada kartu kuning kedua, yang berarti kartu merah, serta hadiah penalti bagi Barcelona.
“Menurut saya itu jelas kartu merah. Kiper sudah memainkan bola, permainan sudah berjalan, lalu dihentikan dengan tangan. Itu seharusnya penalti,” ujar Flick.
Kontroversi serupa sebelumnya juga sempat terjadi di kompetisi Eropa. Pada April 2024, pelatih Thomas Tuchel mengkritik keputusan wasit saat pemain Arsenal, Gabriel Magalhaes, lolos dari hukuman handball dalam situasi hampir identik.
Sementara itu, bek Aston Villa, Tyrone Mings, justru pernah dihukum penalti dalam kasus yang mirip saat menghadapi Club Brugge.
Bagan Fase Gugur Liga Champions 2025/2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



