Bermain di Lini Tengah Bantu Guardiola Sukses Jadi Pelatih
Editor Bolanet | 29 Desember 2013 11:49
- Pelatih Bayern Munich, Josep Guardiola merasa bahwa menjadi seorang pelatih tampaknya memang telah menjadi takdirnya.
Berbicara dalam acara Globe Soccer Awards di Dubai, pelatih berusia 42 tahun tersebut mengakui bahwa dirinya telah lama memiliki firasat bakal melanjutkan karir di dunia sepakbola sebagai seorang pelatih.
Ditambahkan Guardiola, posisinya sebagai seorang pemain tengah saat masih menjadi pemain membantunya untuk menjadi seorang pelatih yang bagus secara taktik dan lebih mengedepankan otak. Pasalnya, dengan berada di lapangan tengah, seorang pemain akan memiliki pandangan yang lebih luas dari pemain lain dan tak akan lebih mementingkan tim daripada diri sendiri.Pengalaman inilah yang disebut Guardiola sebagai salah satu rahasia filosofi permainan miliknya.
Namun Guardiola juga membantah bahwa gelandang yang bagus belum tentu bakal menjadi pelatih yang bagus pula. Karena menurutnya, banyak juga pelatih yang sukses bahkan tanpa memiliki latar belakang sebagai seorang pesepakbola.
Namun itu benar bahwa ketika anda bermain di tengah, anda dapat melihat segalanya, semua aspek permainan, terlebih bila anda seorang gelandang bertahan. Anda tidak bisa hanya memikirkan diri sendiri, anda harus memikirkan tim. Anda tidak hanya bermain, tapi juga memahami hal-hal yang terjadi di lapangan, timpalnya.
Inilah mengapa beberapa tahun yang lalu saya memutuskan akan senang bila menjadi seorang pelatih, tandasnya.[initial]
(sw/dzi)
Berbicara dalam acara Globe Soccer Awards di Dubai, pelatih berusia 42 tahun tersebut mengakui bahwa dirinya telah lama memiliki firasat bakal melanjutkan karir di dunia sepakbola sebagai seorang pelatih.
Ditambahkan Guardiola, posisinya sebagai seorang pemain tengah saat masih menjadi pemain membantunya untuk menjadi seorang pelatih yang bagus secara taktik dan lebih mengedepankan otak. Pasalnya, dengan berada di lapangan tengah, seorang pemain akan memiliki pandangan yang lebih luas dari pemain lain dan tak akan lebih mementingkan tim daripada diri sendiri.Pengalaman inilah yang disebut Guardiola sebagai salah satu rahasia filosofi permainan miliknya.
Namun Guardiola juga membantah bahwa gelandang yang bagus belum tentu bakal menjadi pelatih yang bagus pula. Karena menurutnya, banyak juga pelatih yang sukses bahkan tanpa memiliki latar belakang sebagai seorang pesepakbola.
Namun itu benar bahwa ketika anda bermain di tengah, anda dapat melihat segalanya, semua aspek permainan, terlebih bila anda seorang gelandang bertahan. Anda tidak bisa hanya memikirkan diri sendiri, anda harus memikirkan tim. Anda tidak hanya bermain, tapi juga memahami hal-hal yang terjadi di lapangan, timpalnya.
Inilah mengapa beberapa tahun yang lalu saya memutuskan akan senang bila menjadi seorang pelatih, tandasnya.[initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
-
Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 11:00
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
-
Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 Juli 2026, 07:27
-
Kabar Buruk untuk Arsenal, William Saliba Menepi dalam Waktu Lama
Liga Inggris 23 Juli 2026, 06:07
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34















