Best XI yang Tidak Pernah Juara Liga Champions: Ada Ibrahimovic dan Ronaldo
Richard Andreas | 14 April 2020 08:30
Bola.net - Liga Champions selalu dianggap sebagai trofi paling bergengsi di sepak bola level klub. Tidak mudah menjuarainya, bahkan ada beberapa pemain terbaik yang hanya bisa memandang trofi itu dari jauh.
Sepanjang sejarah kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut, ada banyak tim kuat yang gagal di tengah jalan. Tim mereka punya pemain-pemain top, tapi tidak bisa menemukan sentuhan yang tepat di panggung Liga Champions.
Pasalnya, menjadi juara Liga Champions bukan hanya soal komposisi tim terbaik atau soal taktik paling genius. Ada beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan, misalnya keteguhan hati para pemain dan keberuntungan.
Dua pemain terbaik yang membentuk era modern ini, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, cukup beruntung bisa menegaskan kualitas mereka dengan trofi Liga Champions. Namun, beberapa tahun silam, ada pemain-pemain top yang tidak seberuntung mereka berdua.
Pemain-pemain itu gagal jadi juara Liga Champions karena sejumlah alasan, beberapa di antaranya cukup dramatis. Dengan demikian, Squawka mencoba merangkum pemain-pemain terbaik yang tidak pernah jadi juara Liga Champions dalam kombinasi starting XI.
Seperti apa penampakannya? Yuk baca selengkapnya di bawah ini, Bolaneters!
Kiper: Gianluigi Buffon
Buffon pernah mencapai final Liga Champions bersama Juventus pada tahun 2015 dan 2017, sayangnya Juve tidak berkutik di hadapan Barcelona dan Real Madrid. Sekarang, Buffon masih punya kesempatan karena Juve sudah mendatangkan Cristiano Ronaldo.
Meski menelan sejumlah kekecewaan di Eropa, termasuk kartu merah pada kompetisi musim 2017/18 saat dikalahkan Real Madrid di perempat final, Buffon sudah cukup sukses di kompetisi domestik.
Dia telah meraih 10 gelar juara domestik, kariernya luar biasa, dan akan selalu dipandang sebagai salah satu kiper terbaik sepanjang masa.
Bek kanan: Lilian Thuram
Pemain Juventus berikutnya dalam starting XI ini. Lilian Thuram merupakan bagian dari tim Juve yang kalah dari AC Milan di final tahun 2003.
Thuram sudah 69 kali tampil di LIga Champions, tapi tidak pernah jadi juara. Dia masih layak dianggap sebagai legenda Juve dengan dua gelar Serie A.
Thuram juga menjuarai Piala Dunia 1998 dan Euro 2000 bersama Timnas Prancis. Reputasinya sebagai salah satu bek terbaik tidak bisa dipandang remeh.
Bek Tengah: Laurent Blanc
Blanc pernah bermain untuk sejumlah klub top, termasuk Inter Milan, Barcelona, dan Manchester United. Namun, selama itu pula dia gagal menjuarai Liga Champions.
Sama seperti Thuram, kekecewaan di level klub bisa diobati Blanc dengan menjuarai Piala Dunia 1998 dan Euro 2000 bersama Timnas Prancis.
Blanc lalu mencoba kariernya sebagai pelatih, menangani Prancis dan PSG. Capaian terbaiknya adalah perempat final Liga Champions selama menangani PSG.
Bek Tengah: Fabio Cannavaro
Ya, sebagai bek tengah yang pernah menjuarai Piala Dunia 2006 bersama Italia dan meraih trofi Ballon d'Or di tahun yang sama, Cannavaro ternyata tidak pernah merasakan sensasi mengangkat trofi Liga Champions.
Padahal dia pernah bermain untuk sejumlah tim terbaik, sebut saja Inter Milan, Juventus, dan Real Madrid. Namun, entah mengapa Inter dan Madrid bisa jadi juara saat Cannavaro sudah angkat kaki.
Torehan terbaik Cannavaro adalah semifinal Liga Champions 2002/03 bersama Inter Milan, tidak pernah lebih jauh dari itu.
Bek Kiri: Gianluca Zambrotta
Zambrotta pernah membela Barcelona pada masa tandus. Lalu dia menikmati kesuksesan bersama Juventus dan AC Milan, tapi tetap gagal menjuarai Liga Champions.
Sama seperti pemain Italia lainnya pada daftar ini, Zambrotta jadi bagian tim yang menjuarai Piala Dunia 2006, tapi entah mengapa mereka tidak pernah menjuarai Liga Champions.
Gelandang: Michael Ballack
Musim 2001/02 merupakan musim paling berat dalam karier Michael Ballack. Dia membantu Bayer Leverkusen mencapai posisi runner-up di Bundesliga, DFB-Pokal, sekaligus Liga Champions. Di tahun yang sama, Jerman kalah dari Brasil di final Piala Dunia.
Ballack merupakan pemain yang nyaris jadi juara, hanya runner-up. Nyaris jelas lebih menyakitkan daripada gagal di putaran sebelumnya.
Biar begitu, Ballack cukup sukses saat pindah ke Bayern Munchen lalu ke Chelsea.
Gelandang: Lothar Matthaus
Juara Dunia, Pemain terbaik Jerman, European Footballer of the Year, World Player of the Year, tujuh kali jadi juara Bundesliga. Lothar Matthaus sudah pernah merasakan hampir semuany.
Biar begitu, ada sedikit noda dalam kariernya. Matthaus tidak pernah menjuarai Liga Champions, meski nyaris meraihnya pada tahun 1999.
Gelandang: Pavel Nedved
Mantan pemain juventus lainnya. Pavel Nedved pernah dipandang sebagai salah satu gelandang terbaik di era modern. Dia tampil sampai 100 kari di kompetisi Eropa, tapi tidak pernah mencapai final.
Nedved seharusnya bisa bermain di final 2003 kontra AC Milan, tapi akumulasi kartu kuning memaksanya absen. Andai dia bermain, mungkin hasil akhir pertandingan itu bakal berbeda.
Penyerang: Zlatan Ibrahimovic
Satu nama yang paling sering disebut soal gagal jadi juara Liga Champions. Ibrahimovic sudah pernah bermain untuk tujuh klub Eropa berbeda, hampir semua klub top.
Ibra pernah mencapai semifinal bersama Barcelona, tapi gagal di hadapan Inter Milan. Lalu dia hengkang ke AC Milan, hanya untuk menelan kekecewaan yang lebih besar.
Ibrahimovic hampir selalu bergabung dengan tim yang bisa menjuarai liga, tapi tidak di panggung Eropa.
Penyerang: Gabriel Batistuta
Gabriel Batistuta mungkin merupakan striker terbaik di dunia di akhir era 1990-an. Dia tampil gemilang untuk Fiorentina, gol-golnya luar biasa.
Batistuta pernah mencetak gol indah di Liga Champions, ke gawang Arsenal dan Manchester United. Namun, dia tidak pernah melangkah lebih jauh di kompetisi tersebut.
Raihan trofi Batistuta sangat minim, tidak sesuai bakat yang seharusnya.
Penyerang: Ronaldo Nazario
Siapa sangka salah satu striker terbaik sepanjang masa ternyata tidak pernah merayakan gelar juara Liga Champions. Ronaldo merupakan striker istimewa, sulit menyamai level bermainnya dahulu.
Setelah menderita cedera lutut cukup parah, Ronaldo mencetak hattrick impresif ke gawang MU dan mendapatkan standing ovation dari sebagian publik Old Trafford. Mungkin itu adalah momen terbaik Ronaldo di Liga Champions.
Dia tidak pernah mencapai final, torehan terbaiknya adalah Piala Dunia 2002 bersama Brasil.
Sumber: Squawka
Baca ini juga ya!
Potret-potret Mesra Marco Reus dan si Pirang Scarlett Gartmann
Koleksi Medali Susy Susanti: Dari Olimpiade Sampai Kejuaraan Dunia
Deretan Pebulu Tangkis Dunia yang Mengidolakan Taufik Hidayat
Kisah Asal Usul Nama Kento Momota, Ternyata Terinspirasi Superman
Hikayat Foto Ikonik Sepak Bola: Marco Materazzi dan Rui Costa di Derby della Madonnina
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:32
-
Prediksi Barcelona vs Alaves 1 November 2026
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 14:26
-
Prediksi Milan vs Inter 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 13:29
-
Prediksi Udinese vs Roma 1 November 2026
Liga Italia 30 Oktober 2026, 11:25
-
Prediksi Man City vs Brighton 31 Oktober 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 10:38
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



