Bila Tak Ingin Di-Barcelona-kan, Liverpool Haram Berbahagia Lebih Dulu
Afdholud Dzikry | 25 April 2018 14:51
Bola.net - - Liverpool kembali menunjukkan kekuatannya di kompetisi Eropa. Bermain di kandang sendiri melawan AS Roma di leg pertama semifinal Liga Champions, The Reds meraih kemenangan besar dengan skor 5-2.
AS Roma datang dengan kepercayaan diri besar. Apalagi sebabnya bila bukan kesuksesan mereka menyingkirkan salah satu favorit juara Liga Champions musim ini, Barcelona di perempat final, meskipun sempat kalah di leg pertama.
Namun tuan rumah juga tak kalah percaya diri. Tim asuhan Jurgen Klopp tersebut juga mendapatkan hasil yang sangat meyakinkan di perempat final. Ketemu juara Premier League musim ini, yang juga banyak digadang-gadang juara Liga Champions, Manchester City, The Reds tampil dengan performa terbaik dan lolos semifinal setelah memenangkan dua leg pertemuan dengan agregat 5-1.
Dan lagi-lagi Mohamed Salah menjadi bintang paling bersinar Liverpool musim ini. Pada menit ke-36, Salah membuka keunggulan tuan rumah lewat sebuah tembakan akurat ke sisi kanan gawang Alisson. Tak ada selebrasi dari Salah usai menjebol gawang mantan timnya itu. Salah kembali membuat fans Liverpool bersorak saat babak pertama memasuki masa injury time setelah cungkilannya mampu mengecoh Alisson. Skor 2-0 mengakhiri babak pertama.
Di babak kedua, Salah kembali menunjukkan diri sebagai pemain terbaik The Reds musim ini. Bukan sumbangan gol memang, tapi Salah adalah pemberi assist untuk dua gol susulan Liverpool yang dicetak Sadio Mane pada menit ke-56 dan Roberto Firmino pada menit ke-61 sebelum pada menit ke-69, Firmino membawa The Reds unggul lima gol tanpa balas.
Meskipun sudah tertinggal telak, namun para Gladiator dari Roma tak menunjukkan patah arang. Di 10 menit terakhir pertandingan, Edin Dzeko membuat Roma memperkecil kedudukan pada menit ke-81 sebelum penalti Diego Perotti pada menit ke-85 membuat Roma masih memiliki harapan untuk bangkit di leg kedua.
Roma Melawan Misi (Tak) Mustahil Lagi
Kalah dengan skor 2-5 memang bukan akhir segalanya bagi AS Roma. Dengan keuntungan memiliki dua gol tandang, apapun masih sangat bisa terjadi ketika leg kedua semifinal digelar di Olimpico Stadium.
Barcelona adalah contoh nyata bagaimana keunggulan tiga gol tak berarti di hadapan dukungan Olimpico Stadium. Di leg kedua perempat final saat itu, Barcelona banyak diunggulkan lolos semifinal karena mampu menang dengan skor 3-1 di Camp Nou.
Apa yang terjadi? Baru enam menit pertandingan leg kedua perempat final berjalan, Edin Dzeko mengejutkan lewat golnya. Penalti Daniele De Rossi pada menit ke-58 membawa tuan rumah semakin bersemangat dan suporter semakin bergemuruh hingga puncaknya pada menit ke-82 sundulan Kostas Manolas tak mampu dihalau Marc-Andre ter Stegen untuk membawa Giallorossi membalikkan skor dan lolos ke semifinal dengan agregat 4-3.
Nah, situasi yang hampir mirip terjadi lagi. Kali ini Giallorossi mengalami kekalahan dengan skor cukup besar, 2-5 saat tandang ke Anfield untuk melakoni leg pertama semifinal Liga Champions. Artinya, untuk bisa lolos, dengan punya dua tabungan gol tandang, Giallorossi harus menang dengan selisih tiga gol, sama dengan situasi ketika menghadapi Barcelona sebelumnya.
Mampukah Roma? Tak ada yang mustahil. Dan Edin Dzeko dkk sudah membuktikan mereka mampu mewujudkan misi yang kebanyakan orang anggap mustahil ketika mereka menendang keluar Barcelona dari panggung Eropa.
Liverpool Haram Jemawa dan Bahagia Kebablasan
Ketika Roma pulang dari Camp Nou dengan kekalahan 1-3, banyak yang mengklaim bahwa perjalanan Giallorossi telah berakhir. Banyak yang sudah sepakat bahwa Barcelona sudah memiliki tiket ke semifinal sebelum para Serigala Ibukota menunjukkan kekuatan mereka.
Dengan situasi yang mirip dan besarnya ekspektasi serta dijagokan ke final, Liverpool harus belajar dari kegagalan Barcelona itu. Salah pendekatan, wassalam. Karena Roma bakal memiliki keuntungan dengan dukungan penuh dari suporter sendiri. Olimpico tak akan kalah panas dan meriah dibandingkan Anfield, dan itu akan menjadi salah satu kekuatan ke-12 bagi tim asuhan Eusebio Di Francesco.
Kami memiliki hak untuk mempercayai peluang kami lolos dan kewajiban untuk mencoba, untuk diri kami sendiri dan untuk orang-orang yang mencintai Roma. Ini hasil bagus untuk Liverpool, kami harus memainkan permainan yang hebat di Roma. Ini tak akan mudah, tapi kami tahu ini bukan sesuatu yang mustahil, ujar Daniele De Rossi, sang kapten Giallorossi.
Dan ditambahkan juga oleh bek Roma, Federico Fazio: Kami adalah pesepak bola, kami atlet, kami akan berjuang sampai detik terakhir. Kekalahan ini belum final, kami bekerja sangat keras untuk sampai di sini dan dengan dukungan suporter kami akan mencoba membalikkan keadaan sampai momen terakhir pertandingan ini.
Namun tampaknya pelatih Liverpool, Jurgen Klopp sudah memiliki wanti-wanti akan bahaya AS Roma di Olimpico. Seusai pertandingan, pelatih asal Jerman itu pun sempat ditanya tentang kekalahan telak Barcelona di stadion ibukota Italia itu.
Sekarang kami harus bekerja keras lagi di Roma. Itu bukan masalah, bahkan kami juga harus bekerja keras jika tetap unggul 5-0 karena Roma akan melakukan apapun untuk menyerang balik, ujar Klopp di liverpoolfc.
Dan apa yang saya pelajari malam ini (dini hari WIB) adalah bahwa kami juga bisa menang di leg kedua. Roma harus mencetak gol melawan kami. Saya sudah mengatakannya beberapa kali dan ini seharusnya tidak terdengar seperti peringatan atau apa pun, tetapi kami bukanlah Barcelona.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tersingkir dari Carabao Cup, Xabi Alonso Sebut Chelsea Mainnya Gak Jelek-jelek Amat!
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 15:41
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga! Pemain Kunci Chelsea Ini Cedera di Kandang Liverpool
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 14:49
-
Liverpool Singkirkan Chelsea di Carabao Cup, Andoni Iraola Full Senyum
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 14:40
LATEST UPDATE
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





