Blunder jadi Musuh Chelsea, Pilih Filip Jorgensen atau Robert Sanchez Nih, Liam Rosenior?
Afdholud Dzikry | 12 Maret 2026 11:17
Bola.net - Liam Rosenior membuat keputusan mengejutkan dengan menurunkan Filip Jorgensen sebagai starter saat Chelsea kalah 2-5 dari PSG di leg pertama 16 besar Liga Champions. Keputusan ini langsung menjadi sorotan setelah sang kiper melakukan blunder fatal yang memengaruhi mental tim.
Rosenior mencadangkan Robert Sanchez demi memberi kesempatan kepada Jorgensen pada laga krusial Liga Champions, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB. Namun, kepercayaan itu justru berujung pada kesalahan teknis yang membuat PSG kembali ungggul pada momen penting.
Akibatnya, suasana di lapangan sempat memanas. Beberapa pemain senior The Blues menunjukkan frustrasi mereka secara terbuka. Bahkan, sempat muncul friksi kecil yang memperlihatkan besarnya dampak kesalahan tersebut terhadap chemistry tim.
Meski timnya menelan kekalahan telak, Rosenior tetap membela keputusannya. Ia menjelaskan bahwa rotasi kiper dilakukan berdasarkan pertimbangan taktis. Kini, ia menghadapi dilema besar untuk menentukan siapa yang akan menjaga gawang Chelsea pada leg kedua.
Perang Karakter: Ketenangan vs Ketangguhan

Rosenior kemudian menjelaskan perbedaan karakter antara Robert Sanchez dan Filip Jorgensen. Menurutnya, pemilihan kiper tidak hanya didasarkan pada nama besar, tetapi juga pada kebutuhan taktik untuk menghadapi gaya bermain lawan.
Sanchez memiliki keunggulan fisik, terutama dalam mengantisipasi umpan silang dan menghentikan tembakan. Namun, Rosenior membutuhkan kiper yang lebih tenang saat menguasai bola agar tim dapat membangun serangan dari lini belakang.
"Sanchez atau Jorgensen? Mereka memiliki kualitas yang berbeda," ujar Liam Rosenior kepada wartawan.
"Rob (Sanchez) sangat luar biasa dalam mengantisipasi umpan silang dan merupakan penghenti tembakan yang hebat," lanjutnya.
Di sisi lain, Rosenior menilai Jorgensen memiliki kemampuan distribusi bola yang lebih tenang. Menurutnya, kualitas tersebut berperan penting dalam kemenangan Chelsea pada laga sebelumnya.
"Filip memiliki kualitas luar biasa juga. Salah satu alasan kami menang di Aston Villa adalah karena kami sangat tenang dalam penguasaan bola," tegas Rosenior.
Friksi di Lapangan: Amarah Enzo Fernandez dan Moises Caicedo

Blunder Jorgensen yang berujung gol Vitinha memicu reaksi keras dari rekan-rekannya di lini tengah. Enzo Fernandez dan Moises Caicedo terlihat langsung menegur sang kiper di lapangan.
Bahkan, kamera sempat menangkap momen ketika Enzo melempar bola ke arah Jorgensen sebagai bentuk luapan emosi. Rosenior mengakui adanya ketegangan tersebut, tetapi ia memilih untuk merangkul sang kiper setelah pertandingan.
"Pemain terkadang melakukan kesalahan. Filip bukan orang pertama yang melakukan kesalahan, itu bagian dari sepak bola," kata Rosenior.
Ia juga mengapresiasi sikap Jorgensen yang langsung mengakui kesalahannya di ruang ganti. Menurut Rosenior, tanggung jawab atas kekalahan tidak boleh dibebankan kepada satu pemain saja.
"Dia sudah mengakui kesalahannya di ruang ganti. Tapi gol keempat dari Kvaratskhelia adalah tendangan luar biasa. Tidak ada kiper di dunia yang bisa menjangkaunya," tambahnya.
Dilema Leg Kedua: Mencari Keajaiban di Stamford Bridge

Kekalahan ini membuat Chelsea tertinggal tiga gol secara agregat. Situasi tersebut jelas menyulitkan peluang mereka untuk melakukan comeback pada leg kedua.
Rosenior menilai timnya gagal mengelola emosi saat tertinggal. Ia bahkan menyebut Chelsea seperti “menembak kaki sendiri” karena kesalahan yang seharusnya bisa dihindari.
Menghadapi lini serang PSG yang dihuni pemain seperti Ousmane Dembele dan Kvaratskhelia menuntut konsentrasi penuh sepanjang pertandingan. Karena itu, Rosenior kini harus menentukan apakah akan kembali memainkan Sanchez atau tetap mempercayai Jorgensen.
"Menghadapi defisit dua gol masih bisa dicapai, tetapi tiga gol membuat situasinya jauh lebih sulit, meski bukan mustahil," ujar Rosenior.
Ia pun menegaskan bahwa Chelsea harus tampil lebih tenang dan kolektif saat bermain di kandang sendiri. Pada akhirnya, keputusan Rosenior di posisi penjaga gawang pada leg kedua akan menjadi salah satu pertaruhan terbesar dalam karier kepelatihannya.
"Kami harus mengelola permainan dengan lebih baik. Kami butuh ketenangan saat situasi memburuk," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
20 Menit yang Sangat Sulit bagi Bodo/Glimt
Liga Champions 11 September 2026, 13:12
-
Bayern, Perjalanan Masih Panjang
Liga Champions 11 September 2026, 13:04
-
Manchester United dan Sebuah Kemenangan yang Sempurna
Liga Champions 11 September 2026, 12:55
-
Prediksi Chelsea vs Hull City 12 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 12:51
-
Kobbie Mainoo Pamer Kelas Saat MU Bungkam Sabah FK 4-0
Liga Champions 11 September 2026, 11:55
LATEST UPDATE
-
Hasil BRI Super League: Dwigol Jose Enrique Bawa Persik Tenggelamkan Garudayaksa
Bola Indonesia 11 September 2026, 17:31
-
Prediksi BRI Super League: PSS Sleman vs Madura United 12 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 16:56
-
Prediksi BRI Super League: Persija vs Persib 12 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 16:36
-
Prediksi Liverpool vs Fulham 12 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 16:34
-
Nico Paz, Bertahan di Como Akhirnya Hadirkan Malam yang Selama Ini Ia Bayangkan
Liga Champions 11 September 2026, 15:50
-
Jadwal BRI Super League Pekan Ini di Indosiar, 11-13 September 2026
Bola Indonesia 11 September 2026, 15:47 -
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 12-15 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 15:39
-
Assane Diao Mewujudkan Mimpi di Malam Magis Bersama Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:33
-
Pertahanan Buruk Leipzig, Kemenangan Telak Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:24
-
Kemenangan 4-1 Menunjukkan Level yang Mampu Dicapai Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:19
-
Fabregas Batasi Euforia Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:15
-
Dibantai Como, Leipzig Tampil Jauh di Bawah Standar
Liga Champions 11 September 2026, 14:11
-
Leipzig Hancur di Markas Como, Demichelis: 2 Gol Pertama Hadiah
Liga Champions 11 September 2026, 14:06
-
Malam Bersejarah yang Sempurna di Tepi Danau Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:02
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

