Cara Liverpool Balikkan Agregat vs PSG: Bisa Tiru Chelsea dan Monaco?
Richard Andreas | 14 April 2026 10:16
Bola.net - Liverpool berada dalam posisi sulit setelah kalah 0-2 dari PSG pada leg pertama perempat final Liga Champions. Di Parc des Princes, tim asuhan Arne Slot tampak kalah kelas, baik dalam penguasaan bola maupun efektivitas permainan.
Meski demikian, peluang belum sepenuhnya tertutup. PSG memang tampil sebagai salah satu tim terbaik di Eropa saat ini, tetapi mereka bukan tanpa celah. Sejumlah tim sudah membuktikan bahwa raksasa Prancis itu masih bisa dilukai.
Dengan leg kedua di Anfield, Liverpool kini membutuhkan kemenangan minimal dua gol untuk memaksakan perpanjangan waktu. Pertanyaannya, bagaimana cara mereka melakukannya?
Pelajaran dari Tim yang Pernah Menyakiti PSG

Chelsea mungkin tersingkir telak secara agregat di Liga Champions, tetapi mereka sempat menunjukkan blueprint menarik saat mengalahkan PSG di final Piala Dunia Antarklub musim panas lalu. Pendekatan pressing hybrid menjadi kunci utama.
Tim asuhan Enzo Maresca itu tampil agresif dalam mengawal pemain-pemain kunci PSG. Bek seperti Levi Colwill dan Trevoh Chalobah berani mengikuti pergerakan Ousmane Dembele hingga ke area dalam, sementara Moises Caicedo menjaga keseimbangan lini tengah.
Konsep utamanya sederhana: menutup dua jalur sekaligus agar PSG tidak bisa membuka ruang dengan rotasi posisi mereka. Pendekatan ini lebih fleksibel dibanding sistem lima bek yang digunakan Liverpool di leg pertama.
Selain Chelsea, AS Monaco juga memberikan contoh konkret. Mereka mengalahkan PSG 3-1 dengan pressing tinggi yang disiplin dan pendekatan man-to-man yang efektif.
Monaco memanfaatkan kesalahan individu PSG, termasuk saat Warren Zaire-Emery kehilangan bola di area berbahaya. Gol-gol mereka lahir dari tekanan di sepertiga akhir, sesuatu yang gagal dilakukan Liverpool di Paris.
Celah PSG: Direct Play dan Transisi Cepat

Selain pressing, ada satu pola lain yang terbukti efektif, yaitu permainan direct. Baik Monaco maupun Rennes mampu menciptakan peluang melalui bola panjang yang langsung mengarah ke lini depan.
Gol Musa Al-Taamari untuk Rennes datang dari situasi sederhana, yaitu bola panjang, kontrol cepat, lalu penyelesaian. Monaco juga mencetak gol dengan pola serupa melalui Aleksandr Golovin.
Pendekatan ini relevan bagi Liverpool yang kesulitan menembus blok pertahanan PSG di leg pertama. Dengan lini depan yang memiliki kecepatan, strategi direct bisa menjadi alternatif realistis.
Serangan balik juga menjadi senjata penting. Rennes mencetak gol melalui transisi cepat, sementara Liverpool justru minim ancaman dalam situasi serupa di Paris.
Ini ironis, mengingat kekuatan utama Liverpool musim ini justru ada pada counter-attack. Mohamed Salah menjadi salah satu pemain paling produktif dalam situasi tersebut.
Dilema Taktik Arne Slot

Arne Slot memilih bermain dengan lima bek di leg pertama, sebuah keputusan yang didasari dominasi PSG atas banyak lawan mereka. Namun, pendekatan itu justru membuat Liverpool terlalu pasif.
Penguasaan bola mereka hanya 26%, dan pressing yang dilakukan tidak cukup intens maupun terkoordinasi. PSG dengan mudah menemukan ruang di antara lini.
Statistik menunjukkan masalah yang lebih dalam. Musim ini, Liverpool mengalami penurunan signifikan dalam kemampuan merebut bola kembali di sepertiga akhir lapangan. Intensitas pressing mereka jauh di bawah era Jurgen Klopp.
Akibatnya, lawan lebih mudah menembus struktur pertahanan Liverpool. Dalam beberapa pertandingan, termasuk saat melawan Manchester City, celah antar lini terlalu besar dan mudah dieksploitasi.
Slot kini menghadapi dilema, yaitu antara menerapkan garis tekanan tinggi dengan risiko terbuka, atau bermain lebih reaktif dengan mengandalkan transisi.
Kunci Strategi: Kembali ke Kekuatan Sendiri
Menghadapi leg kedua, Liverpool tampaknya harus kembali ke identitas mereka. Bermain reaktif dengan memaksimalkan kecepatan lini depan bisa menjadi pendekatan paling realistis.
PSG di bawah Luis Enrique bukan tipe tim yang akan bertahan total. Bek sayap seperti Achraf Hakimi dan Nuno Mendes tetap akan naik membantu serangan, membuka ruang di belakang.
Situasi ini bisa dimanfaatkan Liverpool untuk melakukan serangan balik cepat. Pergerakan Salah, Luis Diaz, dan Cody Gakpo akan sangat krusial dalam skema ini.
Meski begitu, kunci lainnya adalah disiplin tanpa bola. Liverpool harus lebih kompak, menutup ruang antar lini, dan meningkatkan intensitas pressing di momen yang tepat.
Jangan Lewatkan!
Dominik Szoboszlai Yakin Liverpool Bisa Balikkan Keadaan Lawan PSG
Virgil van Dijk Minta Liverpool Tampil Istimewa saat Hadapi PSG
Prediksi Starting XI Barcelona untuk Misi Remontada di Markas Atletico Madrid
Barcelona Punya Daya Gedor yang Dibutuhkan untuk Menantang Ketangguhan Atletico di Metropolitano
Posisi Unggul Agregat, PSG Justru Kesal Jelang Duel Penentuan vs Liverpool
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 13:28
-
Aston Villa Capai Kesepakatan dengan PSG untuk Ibrahim Mbaye, Bukan Liverpool
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 07:13
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2026/2027
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 05:38
LATEST UPDATE
-
Bradley Barcola Sengaja Tunda Kepindahannya ke Liverpool, Kenapa?
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 20:00
-
Tinggalkan Juventus, Jonathan David Merapat ke Spanyol?
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 19:30
-
Ketimbang Beli Bek Kiri Baru, MU Buka Peluang Orbitkan Bek Muda Ini
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 19:00
-
Ketimbang Nganggur, Chelsea Jual Strikernya ke Klub Jerman Ini
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 18:30
-
Liverpool Bakal Jual Gelandang Ini ke Spanyol?
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 18:00
-
Marcus Rashford Dapat Tawaran Pindah ke Turki, Bakal Diambil?
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 17:30
-
Link Streaming Liverpool vs Nottingham Forest, 29 Agustus 2026
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 17:22
-
Rekor Head-to-Head Premier League 2026/27 Matchweek Kedua di Vidio
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 17:11
-
Arsenal Inginkan Endrick, Real Madrid: Maaf Gak Dulu!
Liga Spanyol 29 Agustus 2026, 17:00
-
Jamu Ipswich Town, Menang Harga Mati untuk MU!
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 16:30
-
Rafael Leao Pamit Pergi dari AC Milan
Liga Italia 29 Agustus 2026, 16:00
-
Wow! Enzo Fernandez Selangkah Lebih Dekat Gabung Manchester City
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 15:30
-
Manchester City Intip Peluang Pulangkan Julian Alvarez dari Atletico Madrid
Liga Inggris 29 Agustus 2026, 14:00
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51



