Cerita Frattesi Nyaris Pingsan Usai Cetak Gol Kemenangan Inter Milan atas Barcelona
Editor Bolanet | 7 Mei 2025 05:04
Bola.net - Malam itu, Giuseppe Meazza menjadi saksi salah satu pertandingan paling dramatis dalam sejarah Liga Champions. Inter Milan berhasil mengalahkan Barcelona dengan skor 4-3 (7-6 agregat) setelah melalui pertarungan sengit hingga babak perpanjangan waktu. Gol kemenangan dicetak oleh Davide Frattesi, yang justru mengaku hampir pingsan karena terlalu bersemangat merayakannya.
Pertandingan ini adalah bukti nyata bahwa Inter pantas melangkah ke final. Setelah imbang 3-3 di leg pertama, Nerazzurri sempat unggul 2-0 sebelum Barcelona membalikkan keadaan menjadi 3-2. Namun, Francesco Acerbi menyamakan kedudukan di menit ke-93, membawa pertandingan ke babak extra time.
Di tengah hujan deras dan tekanan mental yang tinggi, Frattesi muncul sebagai pahlawan dengan gol penentu. Kemenangan ini mengantarkan Inter ke final Liga Champions untuk kedua kalinya dalam tiga tahun terakhir. Mereka akan menghadapi Arsenal atau Paris Saint-Germain di Munich pada 31 Mei mendatang.
Frattesi: Saya Hampir Tidak Bisa Lanjut Bermain

Davide Frattesi mengaku dirinya nyaris tidak sanggup melanjutkan pertandingan usai mencetak gol kemenangan. Rasa euforia yang terlalu besar membuatnya hampir kehilangan kesadaran.
"Saya beruntung bisa menyelesaikan pertandingan karena terlalu bersemangat merayakan gol sampai kepala saya pusing dan hampir blackout! Saya harus berterima kasih kepada tim fisioterapi karena kemarin saya mengalami cedera otot perut, tapi mereka bekerja keras membuat saya fit untuk laga ini," ujar Frattesi kepada Sky Sport Italia.
Gol ini bukan kali pertama Frattesi menjadi penentu di menit-menit akhir. Sebelumnya, ia juga mencetak gol kemenangan saat Inter mengalahkan Bayern Munich di perempat final.
"Ini sungguh luar biasa, saya tidak tahu harus berkata apa. Setelah gol lawan Bayern, saya pikir tidak akan merasakan emosi seperti itu lagi, tapi malam ini bahkan lebih hebat. Inilah indahnya sepak bola," tambahnya.
Frattesi: Bukan Bakat, Tapi Kerja Keras yang Membawanya ke Puncak

Meski tidak dianggap sebagai pemain paling berbakat, Frattesi membuktikan bahwa kerja keras dan mental pantang menyerah bisa membuahkan hasil. Ia mengaku tidak memiliki bakat alami seperti Lamine Yamal, tapi ia selalu menjadi yang terakhir menyerah.
"Ini memang seperti perjalanan karier saya. Saya tidak diberkati bakat luar biasa, tapi saya selalu yang terakhir menyerah dan yang pertama percaya. Ini adalah hadiah untuk usaha dan dedikasi," tegas Frattesi.
Ia juga mengungkapkan betapa lelahnya seluruh tim setelah bermain 120 menit di bawah hujan. Namun, keyakinan mereka tidak pernah pudar meski sempat tertinggal.
"Saya tidak percaya, tapi saat skor 3-3, saya bilang ke Marcus (Thuram), ‘Jangan khawatir, kita akan lolos.’ Saya sudah kelelahan bahkan sebelum masuk lapangan karena kami terus berteriak dan tegang menyaksikan setiap serangan. Rasanya seperti ikut bermain dari bangku cadangan!" akunya.
Inter Kembali ke Final, Tantangan Terberat Menanti
Kemenangan ini menjadi bukti mental juara Inter Milan. Tim Simone Inzaghi menunjukkan karakter kuat dengan bangkit dari ketertinggalan dan memastikan tiket ke final.
Kini, tantangan terbesar menanti. Apakah mereka bisa mengulang kesuksesan 2021 atau harus mengakui keunggulan Arsenal/PSG? Satu hal yang pasti, Frattesi dan kawan-kawan siap memberikan segalanya.
"Kami tidak akan berhenti di sini. Final adalah mimpi setiap pemain, dan kami akan berjuang sampai detik terakhir," tandas Frattesi penuh semangat.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus Resmi Lepas Michele Di Gregorio ke Bournemouth
Liga Italia 26 Agustus 2026, 05:23
-
Arsenal Dominasi PFA Team of the Year, Igor Thiago Jadi Kejutan
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 05:14
-
Selamat! Bruno Fernandes Raih Gelar Pemain Terbaik PFA
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 04:54
-
Manchester United Punya 3 Opsi dalam Perburuan Bek Kiri
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 04:54
-
Barcelona Tak Masuk Perhitungan Atletico Madrid dalam Saga Julian Alvarez
Liga Spanyol 25 Agustus 2026, 23:34
LATEST UPDATE
-
Vinicius Junior Bukan Satu-satunya Alasan Xabi Alonso Dipecat Real Madrid
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 10:20
-
Napoli Ingin Gabriel Jesus, tapi Ada Satu Syarat yang Harus Dipenuhi
Liga Italia 26 Agustus 2026, 09:57
-
3 Transfer yang Bisa Dikejar Real Madrid pada Pekan Terakhir
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 09:23
-
Rafael Leao Didekati Klub Premier League, Negosiasi Berlangsung
Liga Italia 26 Agustus 2026, 09:11
-
Chelsea Sepakat Jual Liam Delap ke Nottingham Forest
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 08:26
-
Prediksi Barcelona vs Bilbao 28 Agustus 2026
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 08:22
-
Cristiano Ronaldo Murka Ditarik Keluar, Al Nassr Comeback Dramatis di Markas Al Ettifaq
Asia 26 Agustus 2026, 07:42
-
Prediksi Chelsea vs Luton 28 Agustus 2026
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 07:28
-
Juventus Lepas Fabio Miretti ke Besiktas, Jalan Franck Kessie Terbuka
Liga Italia 26 Agustus 2026, 06:51
-
Tawaran Gaji Fantastis untuk Gabriel Martinelli di Al Hilal, Jauh di Atas Arsenal
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 06:23
-
Prediksi Starting XI Real Madrid Saat Ladeni Real Sociedad di Santiago Bernabeu
Liga Spanyol 26 Agustus 2026, 05:59
-
Savinho Resmi Gabung Tottenham dari Manchester City
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 05:51
-
Juventus Resmi Datangkan Kamil Grabara dari Wolfsburg
Liga Italia 26 Agustus 2026, 05:37
-
Erling Haaland Kini Berambut Cepak, Ada Makna Besar di Balik Perubahannya
Liga Inggris 26 Agustus 2026, 05:29
LATEST EDITORIAL
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00

