Da Luz, Mimpi Buruk Cristiano Ronaldo
Editor Bolanet | 22 Mei 2014 12:13
- Cristiano Ronaldo bisa jadi akan mengemban misi khusus kala ia bermain di Final Liga Champions melawan Atletico Madrid, di stadion Da Luz, Portugal.
Pemain Real Madrid tersebut pernah berujar bahwa ia amat gembira bisa memainkan laga final di kampung halamannya sendiri. Namun faktanya, Da Luz justru sempat membawa mimpi buruk bagi sang mega bintang.
Semua dimulai pada 12 Juni 2004, kala itu Ronaldo bersama Portugal memainkan laga pembukaan Euro 2004 melawan Yunani. Bermain di depan suporter sendiri, Selecao diharapkan menang secara meyakinkan.
Namun yang terjadi justru sebaliknya. Gol tunggal yang dicetak Ronaldo di menit akhir laga tak mampu menghindarkan timnya dari kekalahan 1-2.
Beruntung, Portugal tampil bagus di laga-laga berikutnya. Mereka sukses menembus final hingga bertemu kembali dengan lawan yang sama, Yunani, pada 4 Juli 2004.
Namun yang lebih penting, laga puncak tersebut digelar di stadion sama yang akan menjadi panggung final akhir pekan ini, Da Luz.
Dibumbui aroma dendam dan ambisi juara di kandang sendiri, Selecao berkali-kali mencoba menggempur pertahanan negeri para dewa. Apa daya skenario yang sama kembali terulang. Gol tunggal Charisteas membuyarkan impian Ronaldo menjadi juara. Tangisnya pun langsung pecah kala itu.
Akhir pekan ini, Ronaldo punya kesempatan untuk membayar lunas kans juara yang pernah ia lepaskan, di stadion yang pernah mengecewakan dirinya. Mampukah ia melakukannya dengan mengalahkan Atletico Madrid? [initial]
(bola/rer)
Pemain Real Madrid tersebut pernah berujar bahwa ia amat gembira bisa memainkan laga final di kampung halamannya sendiri. Namun faktanya, Da Luz justru sempat membawa mimpi buruk bagi sang mega bintang.
Semua dimulai pada 12 Juni 2004, kala itu Ronaldo bersama Portugal memainkan laga pembukaan Euro 2004 melawan Yunani. Bermain di depan suporter sendiri, Selecao diharapkan menang secara meyakinkan.
Namun yang terjadi justru sebaliknya. Gol tunggal yang dicetak Ronaldo di menit akhir laga tak mampu menghindarkan timnya dari kekalahan 1-2.
Beruntung, Portugal tampil bagus di laga-laga berikutnya. Mereka sukses menembus final hingga bertemu kembali dengan lawan yang sama, Yunani, pada 4 Juli 2004.
Namun yang lebih penting, laga puncak tersebut digelar di stadion sama yang akan menjadi panggung final akhir pekan ini, Da Luz.
Dibumbui aroma dendam dan ambisi juara di kandang sendiri, Selecao berkali-kali mencoba menggempur pertahanan negeri para dewa. Apa daya skenario yang sama kembali terulang. Gol tunggal Charisteas membuyarkan impian Ronaldo menjadi juara. Tangisnya pun langsung pecah kala itu.
Akhir pekan ini, Ronaldo punya kesempatan untuk membayar lunas kans juara yang pernah ia lepaskan, di stadion yang pernah mengecewakan dirinya. Mampukah ia melakukannya dengan mengalahkan Atletico Madrid? [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Maarten Paes Starter, Ajax Kalah Telak dari Groningen
Liga Eropa Lain 8 Maret 2026, 00:30
-
Tempat Menonton Newcastle vs Man City: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 7 Maret 2026, 23:55
-
Saingi MU, Liverpool Juga Incar Bintang Juventus Ini di Musim Panas 2026
Liga Inggris 7 Maret 2026, 23:51
-
Ryan Gravenberch Resmi Teken Kontrak Baru di Liverpool
Liga Inggris 7 Maret 2026, 22:59
-
Hasil Borneo FC vs Persebaya: Pesut Etam Hajar Bajul Ijo 5-1
Bola Indonesia 7 Maret 2026, 22:35
-
Man of the Match Mansfield vs Arsenal: Noni Madueke
Liga Inggris 7 Maret 2026, 21:33
-
Hasil Mansfield vs Arsenal: The Gunners Menang dan Jaga Mimpi Quadruple
Liga Inggris 7 Maret 2026, 21:12
















