Dari Leeds United Hingga Parma, Ini 5 Klub Raksasa yang Pernah Bangkrut
Aga Deta | 20 November 2020 11:17
Bola.net - Masalah finansial bisa membeli klub sepak bola di mana saja. Bahkan klub yang berlaga di sebuah kompetisi bagus di kawasan Eropa juga pernah tersandung masalah keuangan yang cukup pelik.
Biasanya, mereka gagal menggunakan benefit dan gagal mendapatkan revenue. Tak jarang, kapal mereka oleng, dan tenggelam. Namun, ada juga lho, klub-klub di kawasan Eropa yang berstatus 'raksasa', sempat 'down' tapi sanggup bangkit.
Yup, klub-klub tersebut memiliki pondasi kuat ketika berdiri. Saat krisis melanda, mereka memang sempat terjungkal, tapi bukan berarti selamanya.
Yuk, simak beberapa tim bagus yang ternyata sempat terhempas badai kebangkrutan.
Leeds United

Leeds United pernah menjadi satu di antara klub bergengsi di Liga Inggris. Tim berjulukan The Whites ini pernah memenangi tiga gelar Liga Divisi Satu Inggris, satu piala FA, dan satu Piala Liga. Namun, sial pernah menimpa mereka, Leeds United harus mengalami kebangkrutan.
Alasan utama klub bangkrut karena investasi besar-besaran belanja pemain dan manajemen yang buruk. Akhirnya, mereka harus menjual pemain guna membayar utang, sebagai konsekuensi gagal masuk kualifikasi Liga Champions musim 2002/2003.
Satu di antara pemain yang pernah menjadi korban kebangkrutan Leeds United adalah Rio Ferdinand. Ia pergi ke Manchester United pada 2002. Efek penjualan beberapa bintang membuat Leeds United terpuruk, dan degradasi pada 2003/2004.
Glasgow Rangers

Hal mengejutkan terjadi ketika klub sebesar Glasgow Rangers pernah tersandung masalah keuangan yang cukup pelik. Rangers dinyatakan bangkrut oleh Otoritas Liga Skotlandia pada 2012/2013, karena klub gagal membayar utang sebesar 33 juta pounds.
Padahal nasib Rangers masih bisa aman, andaikan klub peserta Premier League Skotlandia melakukan voting terkait nasib The Teddy Bears. Ketika masalah tersebut berjalan, mereka hanya membutuhkan delapan suara dari 12 klub guna mengamankan posisinya. Akan tetapi apa daya, mayoritas klub peserta Liga Skotlandia menolak proposal yang diajukan Rangers.
Glasgow Rangers resmi bangkrut dan harus mengawali kompetisi musim selanjutnya dari kasta ketiga Liga Skotlandia. Kendati kehilangan segalanya, Rangers masih menunjukan kualitas mereka sebagai tim papan atas.
The Teddy Bears langsung mendapatkan promosi ke kasta kedua setahun kemudian. Lalu pada akhirnya, Rangers bangkit dari segala keterpurukannya dan berhasil menjadi juara Scottish Championship, dengan begitu mereka memperoleh promosi ke kasta teratas liga Skotlandia pada 2016.
Parma

Pada era '90-an, Parma membetot atensi penggemar sepak bola. Mereka menjadi langganan di kompetisi Eropa dan berstatus tim papan atas di panggung Liga Italia Serie A.
Sayang, mereka pernah mengalami kendala finansial yang menghambat konsistensi status. Parma pernah gagal membayar utang klub, puncaknya terjadi pada 2015, manajemen Parma sudah tidak sanggup membayar para pemain dan staf.
Situasi ini memaksa para pemain Parma harus mencuci baju dan sepatunya sendiri. Kondisi tidak membaik, Parma dinyatakan bangkrut otoritas sepak bola dan pengadilan Italia. Parma harus menata ulang klub dari awal dan harus mengawali kompetisi dari kasta terendah di sepak bola Italia, yaitu Serie D.
Napoli

Siapa sangka jika tim sebesar Napoli pernah mengalami masa suram, yakni bangkrut. Padahal, mereka tergolong tim raksasa, dan pernah menguasai Liga Italia.
Setelah era Diego Maradona, prestasi Napoli kian surut. Hal tersebut tidak lepas dari strategi transfer mereka yang kerap melepas pemain bintang.
Usut punya usut, cara tersebut dilakukan guna menutupi neraca keuangan klub yang terpuruk. Akhirnya Napoli dinyatakan bangkrut, setelah gagal membayar utang sebesar 70 juta euro pada 2004.
Status bangkrut yang dipegang Napoli, membuat mereka gagal memenuhi syarat administrasi bermain di Serie B musim 2004/2005. Namun, Napoli sudah bangkit dari keterpurukan, sejak diambil alih oleh pengusaha TV Italia, Aurelio De Laurentiis.
Fiorentina

Klub-klub Italia tampaknya memiliki masalah finansial yang mengganggu. Bayangkan saja, tidak hanya Parma dan Napoli, Fiorentina pernah merasakan pil pahit jatuh ke dalam kebangkrutan.
Sama dengan Napoli, La Viola memiliki utang sebesar 70 juta euro yang gagal dibayar pada 2002. Hal tersebut membuat Fiorentina bermain di Serie B. Satu yang parah, mereka harus mengubah nama menjadi Florentiaviola. Setahun berselang mereka kembali menggunakan nama Fiorentina.
Keterpurukan Fiorentina berakhir setelah klub diambil alih oleh keluarga Dela Valle. Sang pemilik anyar pun membawa Fiorentina ke kasta tertinggi liga Italia, yaitu Serie A. Bahkan, mereka sempat tampil di Liga Champions dan lolos hingga perempat final musim 2007/2008.
Sumber: YouTube Cerita Bola Toplist
Disadur dari: Bola.com/Penulis Fabio Nainggolan/Editor Nurfahmi Budi
Published: 19 November 2020
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
3 Cara Arsenal Membuat Mikel Arteta Kembali Tersenyum
Liga Inggris 11 Oktober 2026, 15:14
-
Pio Esposito, Sikap Egois Tidak Ada dalam Kosakatanya
Liga Italia 11 Oktober 2026, 14:08
-
Rating Pemain Arsenal vs Leeds: Calafiori dan Guimaraes Bersinar
Liga Inggris 11 Oktober 2026, 07:12
-
Man of the Match Inter Milan vs Parma: Petar Sucic
Liga Italia 11 Oktober 2026, 05:18
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:50
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat Meski Sempat Terjadi Insiden
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:40
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:32
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




