Desire Doue: Remaja Ajaib yang Menyalakan Malam Final di Munich
Gia Yuda Pradana | 1 Juni 2025 15:12
Bola.net - Paris Saint-Germain (PSG) akhirnya merengkuh gelar Liga Champions pertama mereka dengan cara yang luar biasa: menghancurkan Inter 5-0 di final yang digelar di Munich. Namun, trofi itu bukan satu-satunya cerita malam itu. Semua mata tertuju pada satu nama: Desire Doue.
Remaja berusia 19 tahun tersebut menjelma jadi pahlawan kemenangan dengan mencetak dua gol dan memberikan satu assist. Penampilannya bukan sekadar mengesankan, tapi meninggalkan jejak yang sulit dilupakan di panggung tertinggi sepak bola Eropa.
UEFA pun tak ragu menobatkannya sebagai Man of the Match, gelar prestisius yang pernah diberikan kepada pemain-pemain kaliber dunia seperti Dani Carvajal, Rodri, hingga Lionel Messi. Namun, malam itu, Munich hanya mengenal satu nama: Doue.
Doue: Dua Gol, Satu Assist, dan Mental Baja
Desire Doue mencetak sejarah sebagai remaja pertama yang mampu membukukan dua gol di final Liga Champions. Prestasi itu terasa semakin luar biasa karena dicapai melawan tim sekelas Inter, di bawah tekanan tinggi, dan di panggung sebesar final Eropa.
Gol pertamanya lahir pada menit ke-20 lewat penyelesaian akhir sempurna dari serangan balik cepat. Setelah itu, pada menit ke-63, dia menggetarkan jala gawang lawan lagi lewat tembakan mendatar yang tak mampu dibendung.
Tak cukup dengan mencetak gol, Doue juga memperlihatkan kepiawaian membaca permainan lewat assist cerdas kepada Achraf Hakimi untuk gol pembuka. “Dua gol dan satu assist di final Liga Champions di usia 19 tahun sungguh luar biasa. Dia bermain dengan kedewasaan yang mengagumkan, sangat murah hati saat memberi umpan kepada Hakimi, dan juga bekerja keras dalam bertahan,” puji kelompok pengamat teknis UEFA.
Ketika Kata-kata Tak Cukup Mengungkapkan
Bagi Desire Doue, malam di Munich bukan sekadar kemenangan — itu adalah momen emosional yang akan dikenangnya seumur hidup. Setelah pertandingan, dia tampak nyaris tak bisa berkata-kata saat diwawancara.
“Saya tak punya kata-kata. Ini sungguh luar biasa bagi saya, benar-benar luar biasa,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca. Kalimat sederhana yang mencerminkan betapa dalamnya makna malam itu bagi dirinya.
Di tengah gemuruh suporter PSG dan sorot mata takjub dari para pemain lawan, Doue menegaskan dirinya bukan hanya talenta muda, tapi juga calon pemimpin besar di masa depan. Malam itu, dia membuktikan bahwa babak baru dalam sejarah sepak bola telah dimulai — dan dia adalah tokoh utamanya.
Daftar Man of the Match Final Liga Champions
- 2025: Desire Doue (PSG)
- 2024: Dani Carvajal (Real Madrid)
- 2023: Rodri (Manchester City)
- 2022: Thibaut Courtois (Real Madrid)
- 2021: N'Golo Kante (Chelsea)
- 2020: Kingsley Coman (Bayern)
- 2019: Virgil van Dijk (Liverpool)
- 2018: Gareth Bale (Real Madrid)
- 2017: Cristiano Ronaldo (Real Madrid)
- 2016: Sergio Ramos (Real Madrid)
- 2015: Andres Iniesta (Barcelona)
- 2014: Angel Di Maria (Real Madrid)
- 2013: Arjen Robben (Bayern Munchen)
- 2012: Didier Drogba (Chelsea)
- 2011: Lionel Messi (Barcelona)
- 2010: Diego Milito (Inter)
- 2009: Xavi Hernandez (Barcelona)
- 2008: Edwin van der Sar (Manchester United)
- 2007: Filippo Inzaghi (AC Milan)
- 2006: Samuel Eto'o (Barcelona)
- 2005: Steven Gerrard (Liverpool)
- 2004: Deco (Porto)
- 2003: Paolo Maldini (AC Milan)
- 2002: Zinedine Zidane (Real Madrid)
- 2001: Oliver Kahn (Bayern Munchen)
Nama Baru dalam Barisan Legenda Final
Kini nama Desire Doue masuk dalam deretan istimewa para pemain terbaik final Liga Champions sepanjang masa. Daftar yang dihuni para ikon — dari Zinedine Zidane hingga Lionel Messi — kini mendapatkan tambahan spesial dari Munich 2025.
Namun, yang membedakan Doue adalah usianya. Hampir tak ada pemain dalam daftar itu yang bersinar sedemikian terang di usia 19 tahun. Dia tak hanya masuk dalam barisan elite itu — dia langsung menjadi perhatian utama di dalamnya.
Setiap kali daftar itu dibacakan, nama Desire Doue akan hadir, bukan sebagai pelengkap, melainkan sebagai simbol kejutan, keberanian, dan bakat luar biasa. Dari sekian banyak bintang yang bersinar di malam final, hanya sedikit yang bersinar secerah dirinya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Tottenham vs Dortmund 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Vinicius Dicemooh Fans Real Madrid, Kylian Mbappe tak Terima
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 01:15
-
Prediksi Bodo/Glimt vs Man City 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 00:45
LATEST UPDATE
-
Usai Cabut dari Real Madrid, Tujuan Xabi Alonso Berikutnya Terungkap
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 04:30
-
Kabar Panas dari Stamford Bridge: Chelsea Siap Lepas Gelandang Juara Piala Dunia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 03:29
-
Prediksi Copenhagen vs Napoli 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Olympiakos vs Leverkusen 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:02
-
Prediksi Sporting CP vs PSG 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:01
-
Prediksi Inter vs Arsenal 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Tottenham vs Dortmund 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Vinicius Dicemooh Fans Real Madrid, Kylian Mbappe tak Terima
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 01:15
-
Prediksi Bodo/Glimt vs Man City 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Kairat vs Club Brugge 20 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 22:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26




