Dortmund vs Atalanta 2-0: Marten De Roon Tak Kehilangan Harapan
Afdholud Dzikry | 18 Februari 2026 09:40
Bola.net - Marten de Roon menegaskan bahwa nyawa Atalanta di Liga Champions belum sepenuhnya habis. Gelandang senior itu masih memegang teguh keyakinannya.
Kekalahan 0-2 dari Borussia Dortmund memang terasa sangat menyakitkan bagi La Dea. Serhou Guirassy dan Maximilian Beier menjadi mimpi buruk.
Namun, De Roon melihat ada secercah harapan dari permainan timnya jelang akhir laga. Ia percaya Atalanta bisa membalas di leg kedua.
Stadion di Bergamo akan menjadi saksi bisu perjuangan mereka pada 25 Februari nanti. Misi berat menanti untuk membalikkan defisit dua gol.
Terkejut Serangan Kilat

Laga di Signal Iduna Park diawali dengan drama keterlambatan bus tuan rumah. Dortmund terjebak macet dan baru tiba sesaat sebelum kick-off.
Meski datang terlambat, tuan rumah justru langsung tancap gas sejak menit awal. Atalanta tampak kewalahan meladeni kecepatan pemain lawan.
"Kami berjuang dengan kecepatan mereka di awal, tetapi kemudian menjadi permainan yang lebih seimbang, kami memiliki beberapa peluang," buka Marten de Roon.
"Dan sangat disayangkan kami kebobolan gol kedua," tambah Marten de Roon kepada Sky Sport Italia.
Kondisi Ruang Ganti Atalanta
De Roon lantas menceritakan momen emosional yang terjadi di perut stadion usai laga. Para pemain berkumpul untuk menyatukan visi dan semangat.
Mereka sepakat bahwa hasil ini bukanlah akhir dari segalanya bagi Atalanta. Masih ada peluang besar untuk bangkit di pertemuan berikutnya.
"Kami masuk ke ruang ganti, menutup pintu, dan saling berkata bahwa kami harus percaya, karena kami adalah tim yang kuat," ungkap Marten de Roon.
"Kami menyerang lebih banyak di babak kedua dan itu berarti meninggalkan ruang, tetapi kami melakukannya dengan baik untuk tidak kebobolan gol ketiga," lanjut Marten de Roon.
Celah Menganga Dortmund
Optimisme De Roon bukan tanpa alasan yang jelas secara taktik di lapangan. Ia melihat Dortmund mulai goyah pada 25 menit terakhir.
Celah pertahanan lawan itulah yang akan dieksploitasi habis-habisan di Bergamo nanti. Atalanta siap memberikan rasa sakit yang sama.
"Kami harus selalu percaya, dan kami sangat percaya, karena 25 menit terakhir memberi kami kepercayaan diri bahwa kami juga bisa menyakiti mereka," tegas Marten de Roon.
"Mereka berbahaya berlari ke ruang kosong, tetapi kami tahu apa yang bisa kami lakukan dan ingin mengembangkannya," tutur Marten de Roon.
Level yang Berbeda
Atalanta memang punya kenangan manis saat melibas Leverkusen di final tahun lalu. Namun, De Roon sadar kompetisi ini punya level berbeda.
Fisik dan kualitas lawan di Liga Champions jauh lebih menuntut kesempurnaan. Ia secara khusus memuji kekuatan fisik gelandang lawan.
"Setidaknya kami menaikkan level, karena ini adalah Liga Champions malam ini dan bukan Liga Europa," kata Marten de Roon.
"Saya sangat terkesan dengan Borussia Dortmund, Felix Nmecha memiliki kehadiran fisik yang sangat besar, tetapi saya masih percaya kami dapat bertarung dengan mereka dan berbicara banyak di Bergamo," tutup Marten de Roon.
Atalanta kini harus segera melupakan kekalahan tersebut dan fokus membenahi pertahanan. Laga leg kedua di kandang sendiri akan menjadi penentuan nasib mereka.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bekuk Thailand, Tim Beregu Putra Indonesia Lolos ke Final Badminton Asian Games 2026
Bulu Tangkis 23 September 2026, 16:38
-
Manchester United Bakal Impor Bek Baru dari Italia?
Liga Inggris 23 September 2026, 16:20
-
Pengakuan Jujur Tijjani Reijnders: Pindah ke Arab demi Uang!
Liga Inggris 23 September 2026, 16:00
-
Start MU Lambat karena Bruno Fernandes Memble?
Liga Inggris 23 September 2026, 15:40
-
Maarten Paes Bertekad Bawa Timnas Indonesia Juarai FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 23 September 2026, 15:20
LATEST UPDATE
-
Prediksi Portugal vs Wales 25 September 2026
Piala Eropa 24 September 2026, 11:31
-
Prediksi Belanda vs Jerman 25 September 2026
Piala Eropa 24 September 2026, 11:02
-
Prediksi Serbia vs Yunani 25 September 2026
Piala Eropa 24 September 2026, 10:54
-
Live Streaming Bulutangkis Indonesia vs China Final Beregu Putra Asian Games 2026 di Vidio
Bulu Tangkis 24 September 2026, 10:11
-
Jadwal Final Bulutangkis Beregu Putra Asian Games 2026: Indonesia vs China
Bulu Tangkis 24 September 2026, 09:57
-
Cristiano Ronaldo Bakal Jadi Starter di Laga Portugal vs Wales
Piala Eropa 24 September 2026, 07:04
-
Lamine Yamal Mengasah Kemampuan Free Kick dan Finishing di Barcelona
Liga Spanyol 24 September 2026, 06:56
-
Jude Bellingham Segera Perpanjang Kontrak di Real Madrid
Liga Spanyol 24 September 2026, 06:25
-
Ironi Pahit di Balik Komentar Ancelotti soal Endrick
Liga Spanyol 24 September 2026, 06:16
-
Dean Huijsen Resmi Dijatuhi Skorsing Hanya Satu Laga
Liga Spanyol 24 September 2026, 06:10
-
Bernardo Silva dan Masalah Hierarki di Real Madrid
Liga Spanyol 24 September 2026, 05:39
-
Rahasia di Balik Performa Mengejutkan Carlos Espi
Liga Spanyol 24 September 2026, 05:34
-
Arah Baru Strategi Transfer Juventus Bersama Giovanni Carnevali: Lebih Banyak Pemain Italia
Liga Italia 24 September 2026, 00:22
-
Manuver Deco untuk Bawa JJ Gabriel ke Barcelona
Liga Spanyol 23 September 2026, 23:26
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

