Drama 9 Gol PSG vs Bayern, Penalti Kontroversial Bikin Eberl Geram: Harusnya Tidak Diberikan!
Dimas Ardi Prasetya | 29 April 2026 15:43
Bola.net - Laga panas tersaji saat PSG menjamu Bayern Munchen pada leg pertama semifinal Liga Champions 2025/2026 di Parc des Princes, Rabu 29 April 2026 dini hari WIB. Pertandingan ini berakhir dengan skor mencolok 5-4 untuk kemenangan tuan rumah dalam duel penuh drama.
Bayern sempat membuka keunggulan lebih dulu lewat penalti Harry Kane pada menit ke-17. Namun, PSG merespons cepat dan bahkan berbalik unggul sebelum akhirnya babak pertama ditutup dengan skor 3-2.
Intensitas pertandingan tak menurun di babak kedua, bahkan semakin liar dengan hujan gol dari kedua tim. PSG sempat unggul jauh sebelum Bayern bangkit dan memperkecil ketertinggalan hingga skor akhir 5-4.
Di balik pesta gol tersebut, muncul satu momen yang menjadi sorotan tajam. Penalti kontroversial untuk PSG tepat sebelum turun minum memicu perdebatan panjang dari berbagai pihak.
Eberl Soroti Penalti yang Dinilai tak Layak

Max Eberl tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai laga yang berjalan penuh kontroversi tersebut. Direktur olahraga Bayern Munchen itu menilai keputusan penalti untuk PSG sangat meragukan.
Momen itu terjadi ketika Alphonso Davies dianggap melakukan handball di dalam kotak penalti. Padahal, dalam tayangan ulang terlihat bola lebih dulu mengenai tubuh Davies sebelum mengenai tangannya.
Intervensi VAR yang dipimpin Carlos del Cerro Grande membuat wasit akhirnya menunjuk titik putih. Keputusan ini kemudian dimanfaatkan Ousmane Dembele untuk membawa PSG unggul 3-2 jelang turun minum.
“Ada banyak hal yang perlu dibahas. Bola pertama kali mengenai tubuh, lalu tangan, jadi mungkin seharusnya tidak diberikan. Tapi apa gunanya mempermasalahkan hal ini sekarang? Sayangnya, ia meniup peluit," ucapnya pada Prime usai laga, dikutip dari Goal.
Kritik Tajam Kramer dan Hummels

Tak hanya Eberl, kritik juga datang dari dua mantan pemain internasional Jerman, Christoph Kramer dan Mats Hummels. Keduanya menilai keputusan penalti tersebut terlalu dipaksakan.
Kramer menyoroti penggunaan tayangan ulang gerak lambat yang menurutnya sering menyesatkan persepsi wasit. Ia menilai situasi tersebut terlihat lebih buruk dari kenyataan sebenarnya.
Hummels pun sepakat bahwa insiden itu bukan pelanggaran yang layak dihukum penalti. Ia menegaskan bahwa pantulan bola dari tubuh ke tangan seharusnya tidak dianggap sebagai handball.
“Itu lagi-lagi tayangan gerak lambat; itu hal terburuk dalam sepak bola, itu membuat semuanya terlihat jauh lebih buruk,” keluh Kramer. Hummels menambahkan, “Setelah tembakan, tangan terayun-ayun, yang membuatnya terlihat lebih buruk. Bola memantul dari pinggul; saya selalu berpikir itu seharusnya bukan pelanggaran.”
Klasemen Liga Champions
(Goal)
Baca Juga:
Rekor Baru Harry Kane di Tengah Drama PSG vs Bayern Munchen, Lampaui Steven Gerrard
Luis Enrique Pecahkan Rekor Guardiola Usai PSG Taklukkan Bayern Munchen
Vitinha Sedikit Kecewa Meski PSG Menang Dramatis Lawan Bayern Munchen
PSG Menang, Ousmane Dembele Janji Tetap Tampil Agresif di Markas Bayern Munchen
Sederet Statistik Bersejarah dan Rekor Gila Saat Hujan 9 Gol di Laga PSG vs Bayern Munchen
Harry Kane Nilai Bayern Munchen Seharusnya Bisa Kunci Kemenangan Lawan PSG
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Prediksi Bayern vs Dortmund 1 November 2026
Bundesliga 30 Oktober 2026, 12:31
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18








