Drama Liga Champions Menanti Chelsea: Napoli, Laga Hidup-Mati, dan Dendam Masa Lalu
Richard Andreas | 23 Januari 2026 10:16
Bola.net - Chelsea memang menang tipis 1-0 atas Pafos FC di Stamford Bridge, tetapi hasil itu belum cukup untuk menenangkan perjalanan mereka di Liga Champions.
Kemenangan tersebut membuat peluang Chelsea finis di delapan besar klasemen fase liga masih terbuka, tapi segalanya harus ditentukan pada laga terakhir pekan depan. Rintangan yang menanti bukan sembarang lawan, melainkan Napoli di kandangnya sendiri.
Pertandingan mendatang bukan sekadar perebutan tiket ke babak gugur. Ada sejarah, ada tokoh-tokoh lama, dan ada tekanan besar yang membuat duel di Naples terasa jauh lebih panas dari sekadar angka di papan klasemen.
Situasi Klasemen yang Menekan Kedua Tim

Chelsea akan menantang Napoli dengan posisi rapuh. Mereka berada di peringkat kedelapan dengan 13 poin, angka yang juga dimiliki tujuh tim lain dari PSG hingga Atalanta.
Catatan kandang Chelsea di fase liga terbilang sempurna, tetapi performa tandang justru menjadi masalah. Dari tiga laga tandang, mereka hanya mengumpulkan satu poin, hasil imbang 2-2 yang mengecewakan melawan Qarabag.
Di sisi lain, Napoli berada dalam situasi yang tak kalah genting. Juara bertahan Serie A itu terperosok di peringkat ke-25 dan setidaknya membutuhkan satu poin melawan Chelsea untuk memastikan tempat di play-off Februari, sekaligus menghindari eliminasi dini dari Liga Champions.
Sejarah Lama Chelsea dan Napoli yang Tak Terlupakan

Chelsea dan Napoli jarang bertemu, tetapi satu pertemuan di masa lalu meninggalkan jejak yang dalam. Pada Februari 2012, Chelsea bertandang ke Stadio Diego Armando Maradona, yang saat itu masih bernama San Paolo, dan tumbang 1-3 pada leg pertama babak 16 besar.
Di bawah arahan Andre Villas-Boas, Chelsea nyaris kebobolan lebih banyak jika bukan karena sapuan krusial Ashley Cole di garis gawang. Kekalahan itu tampak seperti awal akhir perjalanan mereka di kompetisi tersebut.
Namun cerita berbalik dramatis. Tiga pekan kemudian, Chelsea yang sudah ditangani Roberto Di Matteo menang 4-1 di leg kedua dan melaju hingga akhirnya mengangkat trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
Dengan taruhan besar bagi Napoli kali ini, atmosfer di Naples diperkirakan akan lebih mengintimidasi dibanding hampir 14 tahun lalu.
Antonio Conte dan Dendam yang Tak Pernah Sepenuhnya Padam

Antonio Conte bukan sekadar pelatih Napoli dalam cerita ini. Ia adalah sosok yang membawa Chelsea menjuarai Premier League 2017 dan Piala FA setahun setelahnya, sebelum hubungannya dengan klub berakhir pahit.
Pelatih asal Italia itu sempat menggugat Chelsea atas pemecatan tidak sah, sebuah konflik yang terjadi di era kepemilikan Roman Abramovich. Meski rezim di Stamford Bridge kini telah berganti, sulit membayangkan Conte datang ke laga ini tanpa motivasi ekstra.
Dengan tekanan besar di pundak Napoli untuk bertahan di Liga Champions, peran Conte menjadi semakin sentral. Laga ini bisa menjadi panggung pembuktian, bukan hanya bagi timnya, tetapi juga bagi dirinya sendiri menghadapi salah satu klub yang pernah ia bawa ke puncak.
Lukaku, Luka Lama, dan Hubungan yang Retak
Nama Romelu Lukaku kembali mengaitkan dua klub ini dengan emosi yang belum sepenuhnya reda. Striker Belgia itu baru pulih dari cedera paha yang membuatnya absen sepanjang musim bersama Napoli dan sempat duduk di bangku cadangan saat hasil imbang 1-1 melawan Copenhagen.
Bagi Chelsea, Lukaku dikenang sebagai salah satu rekrutan paling mengecewakan. Ia gagal mencetak gol dalam 15 penampilan pada periode pertamanya, lalu kembali pada 2021 dengan status rekor transfer klub, namun hanya menghasilkan 15 gol dari 44 laga.
Yang paling melukai bukan sekadar performa, melainkan wawancara tanpa izin dengan Sky Italia pada musim 2021/22, di mana Lukaku mengkritik pendekatan taktik Thomas Tuchel dan mengaku ingin kembali ke Inter.
Hubungan itu tak pernah benar-benar pulih hingga akhirnya Chelsea menjualnya ke Napoli pada Agustus 2024 dengan nilai awal 30 juta euro.
Lukaku sendiri mengungkapkan kekecewaannya pada Maret tahun lalu kepada Corriere dello Sport. Ia menilai klub telah memperlakukannya secara tidak adil, dari dipisahkan dari tim utama hingga tekanan yang menurutnya sengaja dibiarkan berlarut-larut.
Posisi Sulit The Blues
Chelsea sadar mereka berada dalam posisi sulit. Bahkan kemenangan di Naples belum tentu menjamin tempat di delapan besar, mengingat selisih gol bisa menjadi penentu akhir.
Pelatih kepala Chelsea, Liam Rosenior, mencoba meredam tekanan. “Klub ini tidak pernah gentar menghadapi pertandingan apa pun,” kata Rosenior.
Klasemen Liga Champions 2025/2026
Jangan sampai ketinggalan infonya
Kebiasaan Nyentrik Hugo Ekitike: Hobi Gonta-ganti Gaya Rambut di Liverpool
Juventus Memang Sempat Kesulitan Menghadapi Benfica
Marseille vs Liverpool, Steven Gerrard Kirim Pesan Tegas ke Arne Slot: Ada 1 Hal yang Harus Dihentikan
Juventus di Hati Kenan Yildiz, Ikatan Kuat dengan Pelatih dan Suporter
Direktur Juventus Mendarat di Istanbul untuk Negosiasi Transfer Striker Fenerbahce
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lini Tengah Impian Chelsea dengan Paket Transfer Rp4 Triliun
Liga Inggris 4 Juni 2026, 11:27
-
Chelsea Tutup Pintu Keluar untuk 4 Pemain 'Tak Tersentuh' Ini
Liga Inggris 3 Juni 2026, 23:27
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Amerika Serikat vs Paraguay: Kick Off Jam Berapa?
Piala Dunia 13 Juni 2026, 00:01
-
Bukan Cuma Soal Taktik, Ancelotti Ubah Total Suasana Timnas Brasil
Piala Dunia 12 Juni 2026, 23:32
-
Nonton Live Streaming Piala Dunia 2026: Kanada vs Bosnia dan Herzegovina
Piala Dunia 12 Juni 2026, 23:25
-
Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini Waktu Indonesia
Piala Dunia 12 Juni 2026, 23:06
-
Link Live Streaming Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 12 Juni 2026, 22:29
-
Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
Piala Dunia 12 Juni 2026, 22:29
-
Ada Iklan di Tengah Laga, Tayangan Piala Dunia 2026 Langsung Tuai Kritik
Piala Dunia 12 Juni 2026, 19:31
LATEST EDITORIAL
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28













