Duel Real Madrid vs Inter Milan: Zidane Unggul gelar, Conte Menang Pengalaman
Gia Yuda Pradana | 3 November 2020 12:26
Bola.net - Laga antara Real Madrid dan Inter Milan pada lanjutan Liga Champions 2020/2021 bukan hanya akan menjadi ajang pertarungan penggawa kedua tim di lapangan. Pertandingan ini juga akan menjadi ajang adu strategi pelatih kedua tim, Zinedine Zidane dan Antonio Conte.
Madrid akan menghadapi Inter pada laga ketiga mereka di Grup B Liga Champions 2020/2021. Pertandingan ini akan dihelat di Estadio Alfredo di Stefano, Rabu (04/11) dini hari. Los Blancos saat ini berada di dasar klasemen Grup B. Mereka baru mengoleksi satu poin, menyusul kekalahan mereka pada pertemuan pertama kala menghadapi Shakhtar Donetsk dan sekali hasil imbang kontra Borussia Monchengladbach.
Sementara itu, Inter Milan berada satu strip di atas Madrid. Mereka mengoleksi dua poin setelah bermain imbang melawan Donetsk dan Monchengladbach.
Bagi pelatih kedua tim, Zinedine Zidane dan Antonio Conte, laga ini bak perang saudara. Maklum, mereka berdua pernah bermain satu tim, ketika sama-sama memperkuat Juventus, pada pengujung 90-an sampai awal 2000-an.
Dalam perang saudara ini, Zidane dan Conte memiliki kelebihan masing-masing. Kelebihan ini bisa menjadi modal mereka berdua dalam membawa timnya meraih hasil apik pada pertemuan mereka.
Apa saja keunggulan kedua pelatih alumnus Juventus tersebut? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Conte Unggul Pengalaman

Sama-sama berstatus alumnus Juventus, Conte memiliki pengalaman lebih kaya ketimbang Zidane. Musim 2005/2006, pria berusia 51 tahun tersebut sudah terjun ke dunia kepelatihan. Waktu itu, ia sempat menjadi asisten Luigi de Canio di Siena.
Setelahnya, ia naik kelas menjadi manajer di sejumlah klub, termasuk Juventus dan Chelsea. Conte juga memiliki pengalaman menjadi manajer Timnas Italia. Dalam catatan karier kepelatihannya, Conte sudah melakoni 472 pertandingan.
Sementara itu, Zidane baru mengawali karier kepelatihannya pada musim 2012/2013 ketika menjadi manajer Real Madrid U-17. Setelahnya, ia sempat menjadi asisten Carlo Ancelotti dan menjadi asisten di Real Madrid Castilla.
Pada awal musim 2015, Zidane ditunjuk sebagai manajer Real Madrid. Selama kariernya, Zidane 'baru' melakoni 257 pertandingan.
Zidane Unggul Jumlah Gelar

Belakangan menjadi pelatih tak menjadikan Zidane kalah dari Conte dalam hal koleksi gelar. Pelatih asal Prancis ini justru meraih gelar lebih banyak ketimbang seniornya tersebut.
Sejauh ini, Zidane sudah membawa timnya meraih 11 trofi. Di bawah kepemimpinan Zizou, Madrid meraih dua trofi juara La liga, dua Piala Super Spanyol, dua piala Super Cup UEFA, dua gelar juara FIFA Club World Cup, dan tiga gelar juara Liga Champions.
Sementara itu, Conte sejauh ini 'baru' mengoleksi delapan gelar juara. Selain meraih tiga gelar juara Serie A dan dua trofi Super Cup Italia bersama juventus, Conte meraih sekali gelar juara Premier League dan Piala FA bersama Chelsea. Selain itu, ia juga sukses meraih gelar juara Serie B bersama Bari.
Zidane Lebih Buas, Conte Lebih Kokoh
Dari data statistik yang ada, skuad besutan Zidane lebih buas ketimbang armada Conte. Dari 257 pertandingan yang mereka lakoni, skuad besutan Zidane mencetak 585 gol. Ini berarti, dalam tiap pertandingan, mereka mencetak 2,2 gol.
Sementara itu, armada Conte telah melesakkan 936 gol dalam 472 pertandingan. Ini berarti, rataan gol mereka adalah 1,98 gol tiap pertandingan.
Di sisi lain, armada Conte memiliki pertahanan lebih bagus ketimbang skuadra Zidane. Dalam 472 pertandingan, mereka kebobolan 436 kali. Ini artinya, rataan gol kebobolan mereka adalah 0,92 gol tiap laga.
Sementara itu, skuadra Zidane kebobolan 272 gol dalam 257 pertandingan. Ini artinya, rata-rata dalam tiap pertandingan, gawang mereka kebobolan 1,05 gol.
Rataan Kemenangan dan Poin Zidane Lebih Tinggi
Sementara itu, secara statistik, Zidane memiliki rataan kemenangan yang lebih bagus ketimbang Conte. Dari 257 laga, ia meraih 164 kemenangan. Berarti, rata-rata kemenangan Zidane adalah 0,63.
Conte sendiri, dalam 472 yang dilakoni timnya, meraih 274 kemenangan. Rata-rata kemenanganannya adalah 0,58.
Rataan kemenangan Conte dan Zidane berdua pun berbanding lurus dengan rataan poin yang mereka raih. Zidane meraih 545 poin dari 257 pertandingan. Ini berarti, dalam tiap pertandingan, rata-rata ia mendapat 2,2 poin.
Sementara itu, dari 472 pertandingan yang telah dilalui timnya, Conte mendapat 946 poin. Ini berarti, dalam tiap laga timnya, pria kelahiran Bari tersebut mendapat 1,98 poin.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Prediksi Real Madrid vs Inter Milan 4 November 2020
- Data dan Fakta Liga Champions: Real Madrid vs Inter Milan
- Rekor Pertemuan Lawan Inter Milan, Real Madrid Kalah Tipis
- Termasuk Baggio, Ini Lima Pencetak Gol Terbanyak pada Laga Real Madrid vs Inter Milan
- Termasuk Ronaldo, Ini Tujuh Bintang yang Sempat Memperkuat Real Madrid dan Inter Milan
- 25 Shots, Nyaris Dipermalukan Lionel Gervinho dan Parma, Inter Milan Memang Wkowkowk
- Menikmati Foto-foto Georgina Rodriguez di Instagram Cristiano Ronaldo
- Remaja Cantik dan Seksi Berambut Pirang Inilah Kekasih Joao Felix
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Napoli dan Inter Sudah, Juventus dan Atalanta Menyusul Out dari Liga Champions?
Liga Champions 25 Februari 2026, 21:50
-
Pembelaan Gianluca Prestianni: Vinicius Junior Lebih Dulu Meledek Saya 'Kerdil'
Liga Champions 25 Februari 2026, 21:32
-
4 Bintang BRI Super League yang Pantas Dilirik John Herdman untuk Timnas Indonesia
Tim Nasional 25 Februari 2026, 21:07
-
Juventus vs Galatasaray: Hanya Kenan Yildiz yang Bisa Diandalkan
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:15
LATEST UPDATE
-
6 Wakil Premier League ke 16 Besar Liga Champions, Memang Jago!
Liga Champions 25 Februari 2026, 22:34
-
Lionel Messi Akui Menyesal Tak Belajar Bahasa Inggris Sejak Muda
Bola Dunia Lainnya 25 Februari 2026, 21:52
-
Napoli dan Inter Sudah, Juventus dan Atalanta Menyusul Out dari Liga Champions?
Liga Champions 25 Februari 2026, 21:50
-
Pembelaan Gianluca Prestianni: Vinicius Junior Lebih Dulu Meledek Saya 'Kerdil'
Liga Champions 25 Februari 2026, 21:32
-
4 Bintang BRI Super League yang Pantas Dilirik John Herdman untuk Timnas Indonesia
Tim Nasional 25 Februari 2026, 21:07
-
Juventus vs Galatasaray: Hanya Kenan Yildiz yang Bisa Diandalkan
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:15
-
Live Streaming Juventus vs Galatasaray - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming PSG vs Monaco - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Real Madrid vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 25 Februari 2026, 20:00
-
PPV Byon Combat Dibajak, Yoshua Marcellos Tegaskan Perang Lawan Pembajakan
Olahraga Lain-Lain 25 Februari 2026, 19:39
-
Pujian Senne Lammens untuk Michael Carrick: Pertahanan MU Jadi Solid!
Liga Inggris 25 Februari 2026, 19:19
LATEST EDITORIAL
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21
-
4 Rekrutan Gratis Manchester United, Adakah yang Benar-Benar Sukses?
Editorial 24 Februari 2026, 13:58




