Final Liga Champions 2005, Carragher Akui Milan Lebih Baik dari Liverpool
Dimas Ardi Prasetya | 25 Mei 2020 22:49
Bola.net - Legenda Liverpool Jamie Carragher mengakui bahwa meski kalah di final Liga Champions 2005 silam, namun performa AC Milan jauh lebih baik ketimbang The Reds.
Di laga yang dilangsungkan di Istanbul itu, Milan memang lebih diunggulkan untuk menang ketimbang Liverpool. Sebab mereka diperkuat oleh banyak pemain kelas dunia.
Sebut saja Andrea Pirlo, Alessandro Nesta, Paolo Maldini, Clarence Seedorf, Kaka, Andriy Shevchenko, hingga Hernan Crespo. Di babak pertama, Milan bisa unggul 3-0 berkat gol Maldini dan brace Crespo.
Akan tetapi Liverpool secara ajaib bisa membalas tiga gol tersebut di babak kedua. Mereka cuma butuh enam menit untuk mencetak tiga gol melalui Steven Gerrard, Vladimir Smicer, dan Xabi Alonso.
Pertandingan berjalan imbang sampai akhir dan sampai babak extra time. Pada akhirnya laga dilanjutkan ke babak adu penalti dan di sini Liverpool menang dengan skor 3-2.
Milan Lebih Baik
Jamie Carragher mengaku saat itu sudah mengakui bahwa Liverpool berstatus sebagai underdog. Ia tahu kelas AC Milan jelas berbeda dengan timnya.
Liverpool pada akhirnya memang menang. Namun Carragher tak malu mengakui bahwa di sebagian besar jalannya laga, Milan memang tampil lebih superior ketimbang The Reds.
"Kami tahu sebelum pertandingan bahwa Milan jauh lebih baik dari kami. Itu tidak berarti kita tidak bisa menang," katanya kepada Liverpool Echo.
"Namun, ketika Anda tertinggal 3-0 di babak pertama ke tim yang jauh lebih baik, sulit untuk mengatakan 'benar, kami akan melakukan ini dan ini dan ini untuk kembali ke permainan'," tuturnya.
“Performa Milan luar biasa. Selama 114 menit, mereka memberikan salah satu penampilan terbaik yang akan Anda saksikan di final Liga Champions," pujinya.
Keajaiban
Kemenangan Liverpool atas AC Milan saat itu memang sangat legendaris. Laga itu dijuluki sebagai Miracle of Istanbul.
Carragher pun mengakui bahwa laga itu memang dipenuhi oleh keajaiban. Hanya hal itu yang menjelaskan bagaimana Liverpool bisa menang atas tim yang diperkuat banyak pemain-pemain top dunia.
“Setengah tim akan memenangkan Piala Dunia tahun sesudahnya. Shevchenko adalah striker terbaik di dunia saat itu, Kaka kemudian menjadi pemain terbaik di dunia bersama Ronaldinho selama beberapa tahun ke depan," ujarnya.
“Itu adalah tim spesial yang memberikan kinerja spesial terpisah dari enam menit itu, tetapi itulah sepak bola dan itulah yang menjadikan olahraga kami yang terbaik."
"Itu agak aneh. Itu disebut keajaiban, dan memang seperti itu - keajaiban," seru Carragher.
(liverpool echo)
Baca Juga:
- Kaka Bicara Inzaghi, UCL 2007 dan Hantu Final 2005
- Kai Havertz Adalah Ozil Versi Lincah dan Dinilai Bakal Cocok di Liverpool
- Kocak! Terus Tersiksa Kala Jumpa Werner, Mainz Minta Klopp Segera Merekrutnya ke Liverpool
- Akankah Timo Werner Menjadi Fernando Torres Baru untuk Liverpool?
- Milan vs Liverpool 2007, Kaka: Itu Pertanda dari Tuhan
- Kai Havertz Emoh Bahas Spekulasi Transfernya ke Liverpool
- Gembiranya Seorang Arsene Wenger Saat Tahu Liverpool Gagal Menyamai Rekor Arsenal
- 5 Pemain Belanda Tertajam dalam Sejarah Premier League
- Video: Ketika Rambut Sadio Mane Diedit Suporter, Bagaimana Jadinya?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
LATEST UPDATE
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
-
Hasil Villarreal vs Ajax: Kapal Selam Kuning Karam Lebih Dini
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:27
-
Sporting CP vs PSG: Les Parisiens Jatuh di Lisbon
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:19
-
Hasil Olympiakos vs Leverkusen: Wakil Yunani Buka Peluang Lolos ke Play-off
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:17
-
Hasil Tottenham vs Dortmund: Spurs Jaga Rekor Kandang Sempurna di Liga Champions
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:11
-
Hasil Inter vs Arsenal: Meriam London Hancurkan Nerazzurri di Giuseppe Meazza
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:04
-
Hasil Real Madrid vs Monaco: Kylian Mbappe dkk Pesta Setengah Lusin Gol
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:03
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Hasil Bodo/Glimt vs Man City: Haaland Mandul, The Citizens Babak Belur
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:34
-
Kairat vs Club Brugge: Brugge Gasak Tuan Rumah 4-1
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Newcastle vs PSV 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Juventus vs Benfica 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Chelsea vs Pafos 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06

