Franco Baresi, Ketika AC Milan Jadi Raja Eropa dengan 3 Trofi dari 5 Final dalam 7 Tahun
Richard Andreas | 9 Mei 2020 08:00
Bola.net - Franco Baresi akan selalu dikenang sebagai salah satu bek terbaik dalam sejarah AC Milan dan Italia. Jumat (8/5/2020) ini, Baresi merayakan ulang tahunnya yang ke-60 dengan karier yang luar biasa untuk ditengok kembali.
Baresi pernah membentuk salah satu barisan bek paling tangguh dalam sepak bola Eropa bersama Mauro Tassotti, Alessandro Costacurta, dan Paolo Maldini. Selama itu, dia pun dikenal sebagai pemimpin yang bisa diandalkan.
20 tahun karier Baresi dihabiskan hanya di Milan, dengan 531 penampilan dan 16 gol. Dia membantu Milan meraih 6 trofi pada masa-masa itu, 5 di antaranya sebagai kapten.
Lalu, dalam rentang tujuh tahun, Baresi memimpin Milan mencapai lima final Eropa (European Cup/Liga Champions), tiga di antaranya berhasil jadi juara, dua sisanya jadi runner-up.
Kapan tepatnya Milan jadi Rajar Eropa di bawah Baresi? Mengutip Sportskeeda, Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
1989 ? MILAN 4-0 STEAUA BUCHAREST
20 tahun setelah trofi Eropa kedua mereka, Milan berhasil meraih trofi ketiga dengan mengalahkan Steatua Bucharest 4-0 di Camp Nou.
Saat itu Milan dipimpin Arrigo Sacchi, menyuguhkan permainan indah dengan bintang-bintang asal Belanda. Tembakan jarak dekat Ruud Gullit dan Marco van Basten membawa Milan unggul 2-0 di 30 menit pertama.
Lalu, keduanya masing-masing menambah satu gol lagi sebelum turun minum. Milan sudah unggul 4-0 di babak pertama dan tidak lagi terkejar.
Starting XI Milan (4-4-2): Giovani Galli; Tasotti, Baresi, Costacurta, Maldini; Colombo, Rijkaard, Ancelotti, Donadoni; Gullit, Van Basten.
1990 ? MILAN 1-0 BENFICA
Pada edisi musim berikutnya, Milan harus berusah payah mengalahkan Benfica. Skor 1-0 menunjukkan betapa ketatnya pertandingan berlangsung, beruntung Sacchi bisa mengandalkan Rijkaard.
Gol Rijkaard di menit ke-68 jadi satu-satunya pembeda pertandingan ini. Benfica bermain baik, tapi pertahanan Milan terbukti sangat tangguh.
Baresi mampu memimpin rekan-rekannya di lini belakang untuk mengamankan clean sheet. Keberhasilan Milan mempertahankan trofi Eropa mereka dianggap luar biasa, bahkan bertahan puluhan tahun sampai Real Madrid meraih tiga trofi Liga Champions beruntun pada rentang 2016/2018 lalu.
Starting XI Milan (4-4-2): Galli; Tassotti, Baresi, Costacurta, Maldini; Colombo, Rijkaard, Ancelotti, Evani; Gullit, Van Basten.
1993 ? MARSEILLE 1-0 MILAN
Milan gagal mencapai final poda dua edisi terakhir sejak mereka jadi juara, lalu kembali unjuk gigi pada edisi 1992/93, kali ini di bawah Fabio Capello.
Skuad Milan sebenarnya tidak banyak berubah, barisan bek mereka tetap sama kuatnya. Namun, pada akhirnya Rossoneri harus menyerah 0-1 dari Marseille di Olympistadion, Munchen.
Duel final kali ini bakal sulit diluapakn Rijkaard, dia membuat kesalahan yang berujung pada gol Marseille. Kegagalan Milan kali ini sebenarnya lebih layak diangagap sebagai ketidakberuntungan, mengingat mereka berhasil menjuarai Serie A musim itu dengan hanya dua kekalahan.
Sayangnya, Milan gagal unjuk gigi di final kompetisi klub paling bergengsi di Eropa, yang pada tahun itu mulai dikenal dengan sebutan Liga Champions.
Starting XI Milan (4-4-2): Rossi; Tassotti, Baresi, Costacurta, Maldini; Donadoni, Albertini, Rijkaard, Lentini; Van Basten, Massaro
1994 ? MILAN 4-0 BARCELONA
Gagal di tahun sebelumnya tak lantas membuat Milan putus asa. mereka kembali mencapai final di tahun 1994 dan menjuarainya dengan kemenangan telak 4-0 atas Barcelona di Athena.
Milan masih ditangan Capello dan menghadapi tantangan besar menghadapi era emas Barcelona di bawah Johan Cruyff. Pertandingan ini jelas sulit, tapi taktik Capello jelas mengejutkan Barca.
Tanpa Baresi dan Coistacurta yang tidak bisa beratnding karena akumulasi, Milan memulai pertandingan dengan pandangan diremehkan. Namun, justru situasi sulit inilah yang membuat Milan bermain lebih baik.
Mereka unggul dua gol lewat brace Massaro di babak pertama, lalu Savicevic mencetak gol cepat di awal babak kedua untuk mengubah skor jadi 3-0. 10 menit berselang, Desailly menggenapkan kemenangan Milan jadi 4-0.
Staring XI Milan (4-4-2): Rossi; Tassotti, Galli, Maldini, Panucci; Boban, Albertini, Desailly, Donadoni; Savicevic, Massaro
1995 ? AJAX 1-0 MILAN
Jauh sebelum Real Madrid mengejutkan dunia dengan menjuarai Liga Champions tiga musim beruntun, Milan nyaris melakukannya puluhan tahun silam. Capello membawa Milan mencapai tiga final beruntun (1993, 1994, 1995), meski akhirnya hanya bisa meraih satu trofi.
Memasuki tahun-tahun terakhirnya, Baresi masih jadi salah satu pemain paling penting dalam skuad Milan. Kualitasnya sebagai pemimpin tidak perlu diragukan.
Sayangnya, tim Ajax musim itu dikenal sebagai salah satu tim ajaib dengan pemain-pemain luar biasa. Pengalaman Milan tidak terlalu berguna, pada akhirnya mereka menyerah 0-1 usai super-sub Patrick Kluivert mencetak gol di menit ke-85.
Starting XI Milan (4-4-2): Rossi; Panucci, Costacurta, Baresi, Madini; Donadoni, Albertini, Desailly, Boban; Massaro, Simone
Sumber: Sportskeeda
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
LATEST UPDATE
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
-
Hasil Barcelona vs Alaves: Blaugrana Pesta Gol 6-1
Liga Spanyol 1 November 2026, 06:19
-
Hasil Bayern vs Dortmund: Kane Gagal Penalti, Der Klassiker Berakhir Imbang 2-2
Bundesliga 1 November 2026, 05:57
-
Hasil Udinese vs Roma: Mengamuk di Babak Pertama, Giallorossi Menang Telak 5-2
Liga Italia 1 November 2026, 05:43
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

