Hanya Liga Champions yang Bisa Menyelamatkan Musim Real Madrid

Afdholud Dzikry | 15 April 2026 16:29
Hanya Liga Champions yang Bisa Menyelamatkan Musim Real Madrid
Gelandang Real Madrid, Jude Bellingham dalam sesi konferensi pers jelang melawan Bayern Munchen di leg kedua perempat final Liga Champions, 14 April 2026. (c) AP Photo/Matthias Schrader

Bola.net - Jude Bellingham menegaskan Liga Champions menjadi kesempatan terakhir bagi Real Madrid untuk menyelamatkan musim ini. Situasi di La Liga tidak menguntungkan karena tertinggal sembilan poin dari Barcelona.

Jika gagal di Eropa, musim ini berpotensi berakhir buruk. Karena itu, fokus tim kini tertuju penuh ke laga penentuan melawan Bayern Munchen.

Advertisement

Bellingham juga menanggapi kritik yang menyasar kehidupan pribadinya. Ia sempat dituding terlalu sering keluar malam dan kehilangan fokus. Isu itu cukup ramai dalam beberapa waktu terakhir.

Ia merespons dengan cara sederhana di lapangan. Selebrasi gol jadi bentuk jawabannya. Pesannya jelas, profesionalisme tetap dijaga.

1 dari 3 halaman

Liga Champions Sebagai Harga Mati

Liga Champions Sebagai Harga Mati

Gelandang Real Madrid, Jude Bellingham dalam sesi latihan tim jelang lawan Bayern Munchen di leg 2 perempat final Liga Champions, 15 April 2026. (c) AP Photo/Matthias Schrader

Real Madrid sudah tersingkir dari Copa del Rey. Peluang juara liga juga makin kecil jika melihat selisih poin saat ini. Situasi ini membuat Liga Champions jadi satu-satunya harapan.

Tidak ada ruang untuk kesalahan. Setiap laga harus dijalani seperti final. Tekanan ini dirasakan seluruh pemain.

"Setiap kekalahan di Liga Champions terasa seperti bencana, melihat situasi kami saat ini; ini hampir seperti laga final," ungkap Jude Bellingham.

"Kami memiliki banyak hal yang dipertaruhkan dan harus bermain dengan sangat baik. Pilihannya adalah segalanya atau tidak sama sekali," tegasnya.

2 dari 3 halaman

Klarifikasi Isu Kehidupan Malam

Klarifikasi Isu Kehidupan Malam

Gelandang Real Madrid, Jude Bellingham saat konferensi pers jelang leg 2 perempat final Liga Champions melawan Bayern Munchen, 14 April 2026. (c) AP Photo/Matthias Schrader

Rumor soal kehidupan malam sempat ramai dibicarakan. Bellingham disebut terlalu sering keluar dan minum dalam beberapa bulan terakhir. Isu itu dinilai memengaruhi performanya.

Ia menolak anggapan tersebut. Bellingham menegaskan tetap menjaga profesionalitas sebagai pemain. Ia juga merasa tudingan itu tidak berdasar.

"Saya rasa saya sudah membicarakan hal ini; Anda tidak bisa mencampuradukkan kehidupan pribadi dengan kehidupan sebagai pemain," ujar Bellingham menanggapi rumor tersebut.

"Hal-hal yang keluar tidak benar, seperti saya terlalu banyak minum atau sering keluar malam. Saya sangat profesional setiap hari," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Tantangan Koneksi Mbappe dan Vinicius Jr

Sorotan juga datang ke kerja sama Kylian Mbappe dan Vinicius Junior. Banyak yang menilai permainan keduanya belum sepenuhnya padu. Hal ini terlihat saat tim kesulitan menciptakan ruang.

Bellingham mencoba melihat sisi taktiknya. Ia menilai perlu ada penyesuaian posisi agar permainan lebih seimbang. Perubahan kecil bisa memberi dampak besar.

"Mungkin kita terlalu berdesakan di sisi kiri; jika saya berpindah ke sayap lain, kami mungkin memiliki keseimbangan lebih," jelas Bellingham soal taktik tim.

"Mungkin orang melihat gelasnya setengah kosong. Kami bermain dengan bebas dan saya harap itu akan terlihat besok," harap mantan pemain Dortmund itu.

Laga melawan Bayern Munchen di Allianz Arena di leg kedua perempat final UCL akan jadi penentu. Madrid harus membalikkan ketertinggalan 2-1. Hasil pertandingan ini akan menjawab semua pembicaraan yang ada.

LATEST UPDATE