Hernan Crespo 2002/03: Mengukir Nama di Buku Sejarah Inter Milan
Gia Yuda Pradana | 30 April 2020 13:51
Bola.net - Hernan Crespo pernah dua periode memperkuat Inter Milan. Periode pertama mantan striker Argentina tersebut berseragam Nerazzurri adalah 2002-2003. Periode keduanya adalah 2006-2009.
Periode pertamanya cukup berkesan. Meski cukup singkat, dia mampu mengukir namanya dalam buku sejarah Inter Milan.
Itu berkat ketajaman yang dia tunjukkan di pentas Liga Champions pada musim 2002/03 tersebut. Simak cerita singkatnya berikut.
Didatangkan Sebagai Pengganti Ronaldo
Musim panas 2002, Inter melepas striker legendaris Ronaldo ke Real Madrid dengan nilai transfer €46 juta. Inter butuh pengganti yang berkualitas.
Pilihan mereka jatuh pada Crespo, yang sebelumnya sudah menunjukkan kualitasnya bersama Parma dan Lazio. Inter mengeluarkan €26 juta plus Bernardo Corradi untuk memboyong Crespo dari Lazio.
Waktu itu, pelatih Hector Cuper hanya punya Alvaro Recoba, Christian Vieri, dan Nicola Ventola di stok penyerangnya. Sementara itu, Mohamed Kallon dibekap cedera.
Untuk bersaing di Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions, kehadiran Crespo benar-benar dibutuhkan.
Musim Mengecewakan
Namun, musim 2002/03 itu menjadi musim yang mengecewakan bagi Inter Milan. Mereka melalui musim itu tanpa satu pun gelar juara.
Di Serie A, Inter finis peringkat dua dengan selisih tujuh poin di belakang Juventus.
Di Coppa Italia, langkah Inter dihentikan Bari di babak 16 besar. Inter tersingkir dengan agregat 1-3 (0-1 tandang, 1-2 kandang).
Di Liga Champions, Inter melangkah sampai semifinal. Namun, ambisi lolos ke final harus kandas. Mereka dijegal sang rival sekota AC Milan - yang kemudian jadi juara lewat kemenangan adu penalti melawan Juventus di partai puncak.
Capocannoniere untuk Vieri
Meski gagal meraih Scudetto, Inter masih bisa sedikit berbangga. Pasalnya, pemain mereka jadi pencetak gol terbanyak di Serie A.
Vieri, yang musim itu mencetak 24 gol liga hanya dalam 23 penampilan untuk Inter, meraih gelar Capocannoniere.
Gol Terbanyak Serie A 2002/03:
- 24 - Christian Vieri (Inter Milan)
- 18 - Adrian Mutu (Parma)
- 17 - Filippo Inzaghi (AC Milan)
- 16 - Alessandro Del Piero (Juventus)
- 15 - Claudio Lopez (Lazio)
- 15 - Adriano (Parma).
Bagaimana dengan Crespo?

Musim itu, Crespo hanya mencetak tujuh gol dalam 18 penampilan untuk Inter di Serie A.
Namun, ketajaman Crespo tak tertandingi oleh pemain-pemain Inter lainnya di Liga Champions. Di kompetisi ini, dia mencetak sembilan gol dalam 12 penampilan.
Sembilan gol itu dicetak Crespo dalam enam pertandingan di dua fase grup (first group stage dan second group stage). Itu termasuk sepasang gol penentu kemenangan 2-1 atas tuan rumah Ajax.
Mengukir Sejarah
Crespo mencetak sembilan gol untuk Inter di Liga Champions musim itu. Vieri cuma tiga.
Sembilan gol itu pun menjadikan Crespo pemain dengan torehan gol terbanyak dalam satu edisi Liga Champions. Ini terhitung dari era European Cup, dan bahkan masih bertahan hingga sekarang.
Sebagai perbandingan, Diego Milito 'cuma' mencetak enam gol untuk Inter di Liga Champions ketika Nerazzurri meraih treble pada musim 2009/10.
Andai Tidak Cedera
Crespo mencetak sembilan gol di dua fase grup. Namun, Crespo melewatkan empat pertandingan terakhir second group stage akibat cedera.
Dia tampil di perempat final dan semifinal, tapi momentumnya sudah terlanjur terhenti. Tak ada gol lagi dari Crespo, dan itu menjadi salah satu penyebab kegagalan Nerazzurri.
Sembilan gol itu saja sudah membuat Crespo bisa mengukir namanya di buku sejarah Inter Milan. Dia bisa saja mencetak lebih banyak.
Andai dia tidak cedera...
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Edin Dzeko 2016/17: Serigala Roma yang Menunjukkan Taringnya
- Roberto Baggio dan Gol Perdananya untuk Italia, Tendangan Bebas vs Uruguay
- Kala Ruud van Nistelrooy Meraih Titel Striker Terbaik di Eropa
- Mengenang Tripletta Perdana David Trezeguet di Serie A
- Memori Derby della Madonnina: Inter 0-6 Milan
- 10 Pemain Legendaris dalam Sejarah Panjang AC Milan
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Cremonese vs Inter 2 Februari 2026
Liga Italia 31 Januari 2026, 06:19
-
Setelah Kalah Memalukan, Real Madrid Akui Masalah di Lini Tengah
Liga Spanyol 30 Januari 2026, 18:13
LATEST UPDATE
-
Langkah Popsivo ke Final Four Proliga 2026 Terbuka Usai Tumbangkan Livin Mandiri
Voli 31 Januari 2026, 21:32
-
Link Live Streaming Chelsea vs West Ham di Premier League
Liga Inggris 31 Januari 2026, 21:30
-
Hasil Madura United vs PSBS Biak: Dominasi Tuan Rumah Tak Berbuah Gol
Bola Indonesia 31 Januari 2026, 21:10
-
Prediksi Man United vs Fulham 1 Februari 2026
Liga Inggris 31 Januari 2026, 21:01
-
Piala Asia Futsal 2026: Indonesia Tetap Juara Grup A Meski Imbang Lawan Irak
Tim Nasional 31 Januari 2026, 20:57
-
Prediksi Susunan Pemain Barcelona Lawan Elche: Blaugrana Jaga Tekanan di Papan Atas
Liga Spanyol 31 Januari 2026, 19:56
-
Prediksi Susunan Pemain Liverpool vs Newcastle: Misi Bangkit The Reds di Anfield
Liga Inggris 31 Januari 2026, 19:44
-
Tempat Menonton Leeds vs Arsenal, Tayang di Mana?
Liga Inggris 31 Januari 2026, 19:30
-
Michael Carrick Tak Tutup Peluang Manchester United Bergerak di Akhir Bursa Transfer
Liga Inggris 31 Januari 2026, 19:07
-
Link Live Streaming Leeds vs Arsenal di Premier League
Liga Inggris 31 Januari 2026, 19:00
-
Langkah Cepat AC Milan Amankan Talenta Muda dari Hellas Verona
Liga Italia 31 Januari 2026, 17:47
-
Hasil Persis vs Persib Bandung: Andrew Jung Bawa Maung Bandung Nyaman di Puncak!
Bola Indonesia 31 Januari 2026, 17:24
LATEST EDITORIAL
-
7 Klub yang Paling Berpeluang Merekrut Raheem Sterling Usai Berpisah dengan Chelsea
Editorial 30 Januari 2026, 13:06
-
7 Bintang Muda yang Mencuri Perhatian di Liga Champions 2025/26
Editorial 28 Januari 2026, 13:57
-
Arsenal di Ambang Sejarah Liga Champions, Mampukah Menyapu Bersih Fase Liga?
Editorial 28 Januari 2026, 13:46
-
5 Pemain yang Pernah Berseragam Borussia Dortmund dan Inter Milan
Editorial 27 Januari 2026, 16:30






