Ini Penyebab Xabi Alonso Gagal di Real Madrid, Pemain Disebut Lebih Berkuasa
Aga Deta | 15 April 2026 22:53
Bola.net - Steve McManaman mengungkap tantangan besar yang dihadapi pelatih Real Madrid jelang laga penting melawan Bayern Munchen. Ia menilai dinamika di dalam tim membuat pekerjaan pelatih menjadi jauh lebih kompleks.
Real Madrid akan menghadapi Bayern Munchen pada leg kedua perempat final Liga Champions, Kamis (16/4/2026) dini hari WIB. Mereka harus mengejar ketertinggalan 1-2 dari leg pertama jika ingin melangkah ke semifinal.
Kegagalan lolos berpotensi membuat Los Blancos kembali tanpa gelar musim ini. Situasi ini mengingatkan pada musim sebelumnya yang berujung pada kepergian Carlo Ancelotti.
Perubahan pelatih di tengah musim juga belum membawa dampak signifikan bagi performa tim. Kondisi ini membuat tekanan semakin besar menjelang laga penentuan.
Pemain Disebut Jadi Penentu di Real Madrid

Steve McManaman menyoroti perbedaan besar antara Real Madrid dengan klub lain dalam hal otoritas pelatih. Ia menilai para pemain memiliki pengaruh yang sangat kuat di dalam tim.
Menurutnya, situasi tersebut membuat instruksi pelatih tidak selalu berjalan sesuai rencana di lapangan. Hal ini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi siapa pun yang menangani Madrid.
“Pemain memiliki kekuatan yang luar biasa. Saya pikir itulah inti masalahnya. Arne Slot adalah bos di Liverpool, Pep Guardiola adalah bos di Manchester City, tetapi di Real Madrid para pemainlah yang menjadi bos,” ujar McManaman kepada TNT Sports.
“Ketika pelatih meminta mereka bermain dengan cara tertentu, mereka justru bermain dengan cara yang berbeda. Dan hal seperti itu selalu terjadi,” kata McManaman.
Pelatih Harus Punya Pendekatan Khusus

McManaman menilai seorang pelatih di Real Madrid tidak hanya dituntut jenius secara taktik. Ia juga harus mampu membangun hubungan yang kuat dengan seluruh pemain dalam skuad.
Menurutnya, menjaga suasana tim tetap positif menjadi kunci agar para pemain bisa tampil maksimal. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibandingkan metode yang terlalu kaku.
“Pelatih harus memiliki kombinasi antara sedikit kejeniusan dan metode pendekatan yang tepat,” ucap McManaman.
“Dia juga harus mampu merangkul mereka dan membuat semua pemain merasa menjadi bagian dari tim. Para pemain harus menikmati latihan, Anda tidak bisa membuat mereka bosan dengan terlalu banyak taktik dan sesi video,” tutur McManaman.
Perbandingan dengan Ancelotti dan Xabi Alonso

McManaman kemudian membandingkan pendekatan Carlo Ancelotti dengan pelatih lain, termasuk Xabi Alonso. Ia menilai keberhasilan Ancelotti terletak pada kemampuannya menjaga keseimbangan di dalam tim.
Sebaliknya, ia menyebut Xabi Alonso mengalami kesulitan karena pendekatannya tidak sepenuhnya diterima oleh para pemain. Hal ini membuat implementasi taktik tidak berjalan optimal.
“Ini adalah garis yang sangat tipis antara membuat mereka bahagia dan membuat mereka bermain dengan baik. Ancelotti melakukannya, Del Bosque melakukannya, sementara pelatih lain yang terlalu keras justru tidak bertahan lama,” ungkap McManaman.
“Saya tidak berpikir Xabi Alonso termasuk pelatih yang keras, dia hanya ingin menerapkan gaya bermain Leverkusen, tetapi para pemain tidak menerimanya,” imbuh McManaman.
Sumber: Madrid Universal
Klasemen Liga Champions 2025/2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
LATEST UPDATE
-
MU Comeback 3-2 Lawan AS Roma, Apa Sih Rahasianya, Wahai Michael Carrick?
Liga Champions 4 November 2026, 15:40
-
Youri Tielemans Dedikasikan Kemenangan MU atas AS Roma untuk Michael Carrick
Liga Champions 4 November 2026, 15:20
-
Arsenal Menang Mudah di Kandang Slavia Praha? Kayaknya Enggak Deh!
Liga Champions 4 November 2026, 15:00
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

