Inter vs Bodo/Glimt: Cristian Chivu Minta Nerazzurri Comeback dalam Ketenangan

Editor Bolanet | 24 Februari 2026 15:37
Inter vs Bodo/Glimt: Cristian Chivu Minta Nerazzurri Comeback dalam Ketenangan
Pemain Bodo/Glimt, Ole Didrik Blomberg (kiri), dan pemain Inter Milan, Francesco Acerbi berebut bola dalam pertandingan Liga Champions, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. (c) Thomas Andersen/NTB Scanpix via AP

Bola.net - Pelatih Inter Milan Cristian Chivu meminta anak asuhnya tetap tenang menghadapi Bodo/Glimt, Rabu (25/2/2026) dini hari WIB. Ia tidak ingin para pemain merasa terbebani untuk mencetak banyak gol.

Laga leg kedua play-off Liga Champions ini menjadi tantangan berat bagi Nerazzurri. Tim asal Italia tersebut harus mengejar ketertinggalan agregat gol mereka.

Advertisement

Chivu menegaskan bahwa kepercayaan diri tim saat ini berada di level tinggi. Mereka yakin mampu membalikkan situasi sulit saat bermain di kandang sendiri.

Persiapan matang telah dilakukan untuk meladeni permainan cepat dari wakil Norwegia tersebut. Fokus utama Inter adalah meraih kemenangan dengan performa yang sangat maksimal.

1 dari 4 halaman

Inter Milan Harus Tetap Tenang!

Inter Milan Harus Tetap Tenang!

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, memberikan instruksi kepada timnya saat pertandingan Liga Champions melawan Bodo/Glimt, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. (c) Mats Torbergsen/NTB Scanpix via AP

Pelatih asal Rumania ini menekankan pentingnya kesadaran pemain dalam membaca setiap momen pertandingan. Ia ingin timnya bermain seimbang demi meredam serangan balik lawan.

Skuad Inter diharapkan tidak terburu-buru melakukan serangan yang bisa menjadi bumerang bagi pertahanan. Ketenangan menjadi kunci utama untuk mengamankan tiket menuju babak 16 besar.

"Kami tidak boleh merasakan tekanan untuk mencetak dua atau tiga gol agar bisa lolos," ungkap Cristian Chivu.

"Kita harus sadar bahwa kita perlu tetap seimbang karena Bodo sangat berbahaya dalam transisi," jelasnya.

2 dari 4 halaman

Pelajaran Berharga dari Kekalahan Leg Pertama

Pelajaran Berharga dari Kekalahan Leg Pertama

Kasper Hogh dan Francesco Acerbi berebut bola dalam laga Liga Champions antara Bodo Glimt vs Inter Milan di Aspmyra Stadion, 19 Februari 2026 (c) Thomas Andersen/NTB Scanpix via AP

Kekalahan mengejutkan pada pertemuan pertama di Norwegia memberikan rasa pahit bagi seluruh anggota tim. Chivu mengakui bahwa penampilan anak asuhnya saat itu memang jauh dari harapan.

Evaluasi mendalam telah dilakukan agar kesalahan serupa tidak terulang kembali di San Siro. Tim kini sudah melupakan kegagalan tersebut dan fokus sepenuhnya pada laga krusial.

"Ada banyak rasa pahit karena kami seharusnya bisa melakukan hal yang lebih baik lagi," tutur Cristian Chivu.

"Kami harus berbuat lebih banyak, dan pada akhirnya kami memang layak menerima hasil itu," sesal sang pelatih kepada Sky Sport Italia.

3 dari 4 halaman

Manajemen Kebugaran di Tengah Jadwal Padat

Manajemen Kebugaran di Tengah Jadwal Padat

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu. (c) AP Photo/Martin Meissner

Inter Milan baru saja meraih kemenangan penting di liga domestik melawan Lecce akhir pekan lalu. Namun, mereka hanya memiliki waktu istirahat yang sangat singkat sebelum bertanding lagi.

Chivu tetap optimis bahwa secara fisik dan mental timnya siap melakoni jadwal padat. Ia tidak ingin kelelahan menjadi alasan untuk gagal tampil impresif di kompetisi Eropa.

"Kami akan bermain hanya dalam waktu 72 jam setelah pertandingan terakhir kami kemarin," kata Cristian Chivu.

"Di Lecce, waktunya bahkan kurang dari 72 jam, termasuk perjalanan kembali ke Milan," tambah sosok legenda berusia 45 tahun tersebut.

4 dari 4 halaman

Kesiapan Mental untuk Drama Panjang

Skenario pertandingan bisa saja berlanjut hingga babak tambahan waktu atau bahkan adu penalti. Chivu sudah menyiapkan mentalitas para pemainnya untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi.

Kepercayaan diri menjadi modal utama bagi Lautaro Martinez dan kolega untuk menunjukkan versi terbaik mereka. Mereka siap bertarung habis-habisan demi menjaga nama besar klub di kancah internasional.

"Kami adalah tim yang bisa membalikkan hasil, kami semua sangat percaya diri saat ini," tegas Cristian Chivu.

"Laga bisa berlangsung 120 menit, ditambah penalti, dan kita harus siap di semua lini," tutup narasumber utama tersebut.