Juventus dan 'Kutukan 0-2'
Editor Bolanet | 4 April 2013 08:00
- harus menulis ulang buku sejarah jika ingin melewati Bayern Munich dan lolos ke semifinal Liga Champions 2012/13.
Juventus kalah 0-2 pada leg pertama perempat final di kandang Bayern, Rabu (03/4). Ini bukan pertanda bagus bagi La Vecchia Signora.
Dilansir Football Italia, dalam empat penampilan sebelumnya di kancah Eropa, setiap kali kalah 0-2 pada leg pertama, Juventus selalu kandas.
Pada tahun 1968, Juventus dikalahkan 0-2 dan 0-1 di semifinal European Cup. Lima tahun berselang, Dynamo Dresden menyingkirkan sang raksasa Italia dengan agregat 4-3.
Pada 1975, Juventus hanya sanggup meraih hasil imbang 2-2 di return leg melawan Borussia Monchengladbach. Pelatih Bayern sekarang, Jupp Heynckes, mencetak satu gol dalam kemenangan 2-0 Monchengladbach di leg pertama waktu itu.
Pada April 2006, setelah takluk 0-2 di markas , Juventus membukukan hasil imbang tanpa gol melawan pasukan Arsene Wenger di leg kedua.
Partai penentuan kontra Bayern sendiri akan digelar di Turin minggu depan. Sanggupkah Gianluigi Buffon dan kawan-kawan mematahkan 'kutukan 0-2' ini? Pertanyaan tersebut akan terjawab setelah peluit panjang dibunyikan nanti. (foti/gia)
Juventus kalah 0-2 pada leg pertama perempat final di kandang Bayern, Rabu (03/4). Ini bukan pertanda bagus bagi La Vecchia Signora.
Dilansir Football Italia, dalam empat penampilan sebelumnya di kancah Eropa, setiap kali kalah 0-2 pada leg pertama, Juventus selalu kandas.
Pada tahun 1968, Juventus dikalahkan 0-2 dan 0-1 di semifinal European Cup. Lima tahun berselang, Dynamo Dresden menyingkirkan sang raksasa Italia dengan agregat 4-3.
Pada 1975, Juventus hanya sanggup meraih hasil imbang 2-2 di return leg melawan Borussia Monchengladbach. Pelatih Bayern sekarang, Jupp Heynckes, mencetak satu gol dalam kemenangan 2-0 Monchengladbach di leg pertama waktu itu.
Pada April 2006, setelah takluk 0-2 di markas , Juventus membukukan hasil imbang tanpa gol melawan pasukan Arsene Wenger di leg kedua.
Partai penentuan kontra Bayern sendiri akan digelar di Turin minggu depan. Sanggupkah Gianluigi Buffon dan kawan-kawan mematahkan 'kutukan 0-2' ini? Pertanyaan tersebut akan terjawab setelah peluit panjang dibunyikan nanti. (foti/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Leipzig vs Man City: Haaland Jadi Penentu Kemenangan 3-2
Liga Champions 5 November 2026, 06:17
-
Hasil Lens vs Como: Douvikas Hat-trick, I Lariani Menang Telak 9-1
Liga Champions 5 November 2026, 06:05
LATEST UPDATE
-
Real Madrid dan Keistimewaan Menang pada Menit-menit Akhir
Liga Champions 5 November 2026, 09:42
-
Liverpool Kebobolan dari 3 Bola Mati
Liga Champions 5 November 2026, 09:30
-
Ismail Yuksek, Motor Lini Tengah di Balik Kemenangan Fenerbahce atas Liverpool
Liga Champions 5 November 2026, 09:17
-
Ketika Konstantinos Karetsas Mengubah Arah Pertandingan
Liga Champions 5 November 2026, 09:04
-
Gabriel Veiga, Kreator Kemenangan Telak Porto atas Napoli
Liga Champions 5 November 2026, 08:56
-
Viktor Gyokeres vs Slavia Praha: Gol, Assist, Man of the Match
Liga Champions 5 November 2026, 08:38
-
Enzo Fernandez, Kunci Permainan Man City Saat Kalahkan Leipzig
Liga Champions 5 November 2026, 08:28
-
Erling Haaland Memang Mimpi Buruk Leipzig
Liga Champions 5 November 2026, 08:16
-
Liverpool, Dirk Kuyt, dan Bagaimana Sakitnya Dilukai Mantan
Liga Champions 5 November 2026, 07:51
-
Jude Bellingham, Katalis Kebangkitan Real Madrid di Athena
Liga Champions 5 November 2026, 07:38
-
Hasil Leipzig vs Man City: Haaland Jadi Penentu Kemenangan 3-2
Liga Champions 5 November 2026, 06:17
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




