Kebobolan 13 Gol dari 4 Laga: Ada Apa dengan Lini Belakang Juventus?
Asad Arifin | 18 Februari 2026 03:47
Bola.net - Juventus kembali dipermalukan di Liga Champions 2025/2026. Pada matchday pertama babak play-off, Bianconeri tumbang 2-5 meski sempat unggul 2-1 di babak pertama.
Duel yang berlangsung di RAMS Park, Rabu (18/2) dini hari WIB, menjadi tamparan keras bagi wakil Italia tersebut. Lima gol bersarang ke gawang Juventus dalam satu laga.
Catatan itu terasa janggal untuk klub dengan tradisi pertahanan kuat. Ini menjadi kali pertama Juventus kebobolan lima gol dalam satu pertandingan sejak format baru Liga Champions diterapkan.
Kekalahan ini bukan insiden tunggal. Tren performa Juventus menunjukkan penurunan signifikan, terutama dalam aspek bertahan.
Rekor Buruk dan Rapuhnya Pertahanan

Kebobolan lima gol menegaskan adanya masalah struktural di lini belakang. Stabilitas yang selama ini menjadi identitas Juventus terlihat menghilang.
Dalam empat laga terakhir di semua kompetisi, Juventus kalah tiga kali dan hanya sekali imbang. Selama periode itu, mereka kebobolan 13 gol.
Sebelumnya, Juventus kemasukan tiga gol saat takluk dari Atalanta dan Inter Milan. Mereka juga kebobolan dua kali ketika bermain imbang melawan Lazio.
Data tersebut memperlihatkan pola yang konsisten: pertahanan Juventus mudah ditembus. Intensitas, koordinasi, dan transisi bertahan menjadi titik lemah yang berulang.
Pengakuan Spalletti: Ada yang Salah

Kartu merah Juan Cabal dan cedera Gleison Bremer memang memengaruhi jalannya laga. Namun, pelatih Luciano Spalletti tidak menjadikannya alasan utama.
Ia mengakui ada persoalan mendasar dalam cara timnya bertahan. Pendekatan taktik dinilai belum berjalan optimal.
“Saya yakin kita bisa meringankan beban pertahanan jika kita mampu bermain sepak bola. Jika kita membangun barikade dan melakukan serangan balik, kita tidak memiliki pemain yang cocok untuk pendekatan seperti itu,” kata Spalletti.
“Jadi saya percaya menyerang adalah bentuk pertahanan terbaik, mengambil inisiatif. Jika kita turun di bawah standar kualitas kita, maka kita selalu berisiko kebobolan gol," tegas Spalletti.
Sumber: Opta, Football Italia
Klasemen Serie A 2025/2026
Baca Ini Juga:
Man of the Match Galatasaray vs Juventus: Gabriel Sara
Hasil Galatasaray vs Juventus: Kartu Merah, Bianconeri Babak Belur di Turki
Club Brugge yang Kuat di Kandang, Atletico Madrid yang Berpengalaman di Fase Gugur
Olympiacos dan Leverkusen Bukan Lawan yang Asing
Inter Milan Punya Nama Besar, tapi Bodo/Glimt Bukan Sekadar Penggembira
Rekor Buruk Qarabag FK, Performa Stabil Newcastle
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marc Klok Absen di Laga Penentuan Juara Persib Bandung
Bola Indonesia 21 Mei 2026, 09:13
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap Piala Asia U-17 2026
Tim Nasional 21 Mei 2026, 20:55
-
Luke Shaw Jalani Musim Terbaiknya Bersama Manchester United
Liga Inggris 21 Mei 2026, 19:55
-
West Ham Siap Jual Bintangnya ke MU, Tapi...
Liga Inggris 21 Mei 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25














