Kisah Kebangkitan Arsenal: Dari Berkah Pandemi Covid-19, Tragedi Baku, Penemuan Saliba, hingga Akhiri Puasa Gelar 22 Tahun
Afdholud Dzikry | 29 Mei 2026 15:02
Bola.net - Arsenal memasuki era baru yang lebih stabil setelah melewati fase panjang penuh perubahan sejak 2018. Petinggi klub, Josh Kroenke, menilai salah satu faktor tak terduga yang membantu proses itu adalah masa pandemi Covid-19, ketika pertandingan berlangsung tanpa penonton dan tekanan stadion sempat hilang sepenuhnya.
Dalam situasi itu, Mikel Arteta punya ruang lebih longgar untuk membangun ulang tim. Meski sempat terseok di papan tengah, fondasi permainan perlahan terbentuk hingga akhirnya Arsenal kembali bersaing di level tertinggi. Puncaknya, klub berhasil meraih gelar Premier League pertama dalam 22 tahun.
Keberhasilan tersebut juga menjadi validasi bagi KSE (Kroenke Sports and Entertainment), yang sejak mengambil alih penuh Arsenal pada 2018 sempat menuai banyak kritik dari fans. Kini, fokus mereka bergeser ke final Liga Champions melawan PSG di akhir pekan.
Di balik capaian itu, Kroenke menyebut perjalanan Arsenal tidak pernah benar-benar mulus. Ada banyak keputusan sulit yang harus diambil dalam masa transisi panjang klub.
Momentum Kebangkitan Sang Raksasa Tidur

Gelar Premier League memicu perayaan besar di sekitar Emirates Stadium. Bagi banyak suporter, itu bukan sekadar kemenangan, melainkan penutup penantian panjang lebih dari dua dekade.
Kroenke menyebut Arsenal sebagai “raksasa tidur” yang akhirnya mulai bangun. Ia juga mengaku bangga melihat perubahan cara klub dipersepsikan, baik oleh fans sendiri maupun publik luas di era media sosial yang serba cepat.
“Saya tahu kami adalah raksasa yang sedang tertidur dan harus dibangunkan,” ujarnya.
“Kalau menang, hidup tetap berjalan seperti biasa. Kami harus kembali bekerja karena banyak tim lain yang terus berkembang. Kalau tidak ikut berkembang, berarti kami diam di tempat,” lanjut Kroenke.
“Saya tumbuh dengan klub ini dan melihat semuanya dari sudut pandang saya sendiri. Saya bangga melihat itu. Ada masa ketika menjadi fans Arsenal seperti sesuatu yang disembunyikan,” tambahnya.
Berkah Terselubung di Era Pandemi Covid-19

Penunjukan Mikel Arteta pada Desember 2019 sempat dianggap berisiko karena minim pengalaman sebagai pelatih kepala. Situasi makin rumit ketika pandemi menghentikan kompetisi dan mengubah total ritme sepak bola dunia.
Namun di fase itulah, proses pembangunan ulang tim berjalan tanpa gangguan besar dari luar. Kroenke menilai momen tersebut memberi “ruang” bagi Arteta untuk bereksperimen dan membentuk struktur permainan yang kini terlihat stabil.
“Saya tidak tahu apakah ini pernah diakui, tapi saat Covid ada semacam 'ruang' untuk Mikel karena tidak ada fans di stadion,” ujar Kroenke.
“Ada masa-masa sulit dalam pertandingan dan fase perkembangan tim. Kami memang menang FA Cup, tapi tanpa tekanan tambahan dari suporter di stadion, mungkin itu jadi salah satu hal yang sekarang bisa kami lihat sebagai sedikit keuntungan,” jelasnya.
Titik Balik di Baku dan Penemuan William Saliba

Kekalahan 4-1 dari Chelsea di final Liga Europa 2019 di Baku menjadi titik evaluasi besar bagi manajemen. Hasil itu dianggap sebagai alarm bahwa Arsenal perlu perubahan yang lebih mendasar.
Di tengah proses evaluasi itu, muncul dorongan untuk mencari bek tengah kelas dunia. Diskusi internal yang melibatkan Per Mertesacker kemudian mengarah pada nama William Saliba, yang saat itu masih berusia 18 tahun dan akhirnya direkrut dengan nilai sekitar £27 juta.
“Setelah final di Baku, saya pulang dan berpikir kami harus benar-benar membangun ulang arah klub,” kata Kroenke.
“Saya sempat menyebut Virgil van Dijk, lalu bertanya bagaimana kami bisa punya pemain seperti itu. Mertesacker bilang kalau harganya 100 juta pound, itu tidak realistis. Lalu saya tanya siapa bek muda terbaik di Eropa, dan dia langsung menjawab William Saliba,” tambahnya.
Transformasi Pelik Pasca-Era Arsene Wenger

Pengambilalihan penuh KSE pada 2018 datang bersamaan dengan gelombang ketidakpercayaan dari sebagian suporter. Protes seperti “We Care, Do You?” sempat mewarnai periode transisi klub.
Situasi makin rumit karena Arsenal harus beradaptasi setelah berakhirnya era Arsène Wenger yang berlangsung 22 tahun. Di saat yang sama, kepergian CEO Ivan Gazidis menambah beban perubahan di struktur manajemen.
“Ada banyak pekerjaan berat di balik layar pada periode itu,” ujar Kroenke.
“Transisi setelah 22 tahun tentu tidak mudah. Kami mengambil alih penuh, lalu menghadapi kepergian manajer legendaris dan upaya membangun ulang klub. Ditambah lagi kepergian Ivan Gazidis. Untuk klub sebesar ini, perubahan itu sehat, tapi jumlahnya terlalu banyak dalam waktu terlalu singkat,” jelasnya.
Ketegangan VAR West Ham
Sebagai pemilik, Kroenke sering harus mengikuti pertandingan dari Amerika Serikat dengan perbedaan waktu yang tidak bersahabat. Beberapa momen penting bahkan ia saksikan dalam kondisi tegang di rumahnya sendiri.
Salah satu yang paling diingat adalah keputusan VAR saat melawan West Ham di akhir musim. Momen itu hampir mengubah jalannya perebutan gelar sebelum akhirnya gol dianulir.
“Saya sampai berlutut di ruang tamu. Rasanya semua fans Arsenal di dunia ikut menahan napas,” kenang Kroenke.
“Saya bisa melihat kembali dan mengatakan bahwa tujuan kami sejak awal adalah memenangkan Premier League, karena jika Anda bisa bersaing di sana, Anda juga bersaing untuk segalanya,” pungkasnya.
Kini, fokus Arsenal sepenuhnya tertuju ke final Liga Champions melawan PSG akhir pekan ini. Di saat yang sama, manajemen juga mulai menyiapkan langkah di bursa transfer untuk menjaga momentum dan mempertahankan posisi di level tertinggi sepak bola Eropa.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Chelsea vs Brighton: The Blues Menangkan Drama Tujuh Gol di Stamford Bridge!
Liga Inggris 30 Agustus 2026, 21:57
-
Link Streaming Man United vs Ipswich Town di Liga Inggris, 30 Agustus 2026
Liga Inggris 30 Agustus 2026, 21:28
-
Kejutan! Barcelona 'Bungkus' Gabriel Jesus dari Arsenal!
Liga Spanyol 30 Agustus 2026, 20:44
-
Gak Perlu Beli Lagi, MU Siap Jadikan Carlos Baleba Bek Kiri Baru Setan Merah
Liga Inggris 30 Agustus 2026, 20:00
-
Ditinggal Zirkzee, MU Impor Striker Baru dari Spanyol?
Liga Inggris 30 Agustus 2026, 19:30
LATEST UPDATE
-
Catatan Menarik Chelsea vs Brighton: 74,4 Persen Penguasaan Bola Tak Cukup
Liga Inggris 31 Agustus 2026, 04:06
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Agustus 2026, 03:42
-
Tempat Menonton Cagliari vs Inter Milan di Liga Italia, 31 Agustus 2026
Liga Italia 31 Agustus 2026, 01:10
-
Man of the Match Man United vs Ipswich Town: Bruno Fernandes
Liga Inggris 31 Agustus 2026, 01:04
-
Man of the Match Real Madrid vs Malaga: Jude Bellingham
Liga Spanyol 31 Agustus 2026, 00:40
-
Hasil Real Madrid vs Malaga: Hajar Sang Tamu, Los Blancos Kokoh di Puncak Klasemen!
Liga Spanyol 30 Agustus 2026, 23:58
-
Here We Go! Gabriel Martinelli Mengadu Nasib ke Arab Saudi!
Liga Inggris 30 Agustus 2026, 22:34
-
Man of the Match Chelsea vs Brighton: Joao Pedro
Liga Inggris 30 Agustus 2026, 22:06
-
Hasil Chelsea vs Brighton: The Blues Menangkan Drama Tujuh Gol di Stamford Bridge!
Liga Inggris 30 Agustus 2026, 21:57
-
Link Streaming Man United vs Ipswich Town di Liga Inggris, 30 Agustus 2026
Liga Inggris 30 Agustus 2026, 21:28
-
Link Streaming Real Madrid vs Malaga di Liga Spanyol, 30 Agustus 2026
Liga Spanyol 30 Agustus 2026, 20:54
-
Kejutan! Barcelona 'Bungkus' Gabriel Jesus dari Arsenal!
Liga Spanyol 30 Agustus 2026, 20:44
-
Kessie Kena Tikung, Juventus Impor Gelandang dari Inggris
Liga Italia 30 Agustus 2026, 20:30
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51


