Kisah Lampau N'Golo Kante, Si Pemulung yang Baru Saja Juara Liga Champions
Yaumil Azis | 30 Mei 2021 10:02
Bola.net - Senyum N'Golo Kante mungkin adalah jimat buat Leicester City, Chelsea hingga Timnas Prancis. Namun, mungkin tidak banyak yang tahu kalau senyuman tersebut menyimpan proses hidup yang sangat terjal.
Pada Minggu (30/5/2021) dinihari tadi, Kante turut bermain sejak menit awal ketika Chelsea menjalani laga final Liga Champions melawan Manchester City. Pertandingan tersebut dilangsungkan di Estadio Do Dragao, Portugal.
Seperti Edouard Mendy, Kante adalah salah satu pemain kunci yang membuat Thomas Tuchel harap-harap cemas sebelum pertandingan. Beberapa hari yang lalu, Kante masih berkutat dengan proses pemulihan pasca cedera.
Untungnya, Kante berhasil sembuh tepat waktu. Ia pun tampil sejak menit awal bersama Jorginho di lini tengah dan menjadi sosok penting di balik kemenangan the Blues. Mereka keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Perjuangan Seorang N'Golo Kante
Medali juara Liga Champions membuat prestasi Kante sebagai pemain profesional semakin mentereng. Sebelum ini, ia juga sempat meraih trofi Premier League, Liga Europa, dan juga Piala Dunia.
Apa yang terlihat sekarang hanyalah Kante versi suksesnya saja. Namun, untuk mencapai titik ini, ia harus melewati perjalanan yang terjal. Kante berjuang melawan kemiskinan sebelum jadi pesepakbola seperti sekarang.
Kante lahir sebagai anak pertama dari empat bersaudara. Sang ayah meninggal dunia ketika dirinya masih sangat kecil. Dan bersama sang ibunda, ia harus berjuang mencari nafkah demi mencari sesuap nasi buat keluarga.
Kehidupan di Rueil Malmaison, distrik kecil namun padat penduduk dekat Paris, tidak begitu bersahabat. Setiap harinya, Kante bekerja sebagai pemulung sementara sang ibu menjadi tukang bersih-bersih untuk mendapatkan penghasilan yang tidak seberapa.
Kante menjalani profesinya, yang kerap dipandang sebelah mata oleh orang banyak, dengan giat. Ia menempuh jarak berkilo-kilometer untuk mencari barang-barang bekas yang bisa dijadikan uang dan mengantarkannya ke tempat daur ulang kecil-kecilan di distrik tersebut.
Namun Kante tahu, pekerjaan seperti ini takkan membuat keluarganya bisa merdeka secara finansial. Pada akhirnya, ia memulai langkah baru dengan mencoba peruntungannya di dunia sepak bola.
Mulai Menarik Perhatian
Tak lama setelah Piala Dunia 1998, di mana Prancis berjaya dengan pemain-pemain imigran, Kante memulai karirnya di dunia sepak bola. Ia masuk ke JS Suresnes dan memukau banyak orang, termasuk asisten pelatih klubnya saat itu, Pierre Ville.
"Kante berada di luar radar tim besar karena tubuhnya yang kecil. Dulu, dia melakukan tackle sepanjang hari, membawa bola dari satu ujung lapangan ke ujung lainnya. Itulah rutinitas latihan pribadinya yang tidak diajarkan oleh siapapun," ujarnya.
Mantan rekan setim Kante, Francois Lemoine, menambahkan: "Kante berusia tiga tahun lebih muda, tapi sudah bermain bersama kami. Kami melawan tim lokal dan dia masuk 10 menit jelang ahir laga. Ia lebih kecil dari semua orang, namun tidak ada yang bisa melewatinya."
"Pada akhir pertandingan, kami masuk ke ruang ganti. Saya melihat salah satu rekan setim dan berkata kepadanya, 'Lihat, dia lebih kecil dari kami dalam 10 menit menunjukkan cara untuk melakukannya'. Itu adalah pelajaran soal kerendahan hati," katanya lagi.
Dari Boulogne, Caen, ke Leicester City
Berbekal mentalitas serta kemampuan yang mumpuni, Kante pun mendapatkan tempat di Boulogne pada tahun 2010. Hanya selang dua musim memperkuat tim muda, ia diberi kesempatan untuk mengisi skuad senior dan mencatatkan debutnya di Ligue 2.
Kante mulai tampil secara reguler pada musim 2012/13, kala Boulogne bermain di Championnat National. Performanya yang apik menarik perhatian Caen dan langsung membawanya untuk bermain di pentas Ligue 2 kembali.
Ia menjadi pemain penting dan menjalani 43 penampilan di semua kompetisi. Kante jugalah yang berjasa membawa mereka promosi ke Ligue 1. Performanya menarik perhatian pemandu bakat Leicester City, Steve Walsh, yang pernah mendeteksi potensi Jamie Vardy dan Riyad Mahrez.
Leicester City membawa Kante ke Inggris. Di sinilah hidupnya berubah. Hanya butuh waktu satu musim saja, Kante berhasil mempersembahkan trofi Premier League kepada Leicester. Sebuah pencapaian yang tidak pernah diduga-duga oleh banyak orang, baik untuk Kante maupun Leicester sendiri.
Prestasi yang Pantas Diraih Kante
Musim berikutnya, Kante meraih trofi Premier League bersama klub yang berbeda, Chelsea. Hampir setiap tahunnya, Kante tak pernah absen meraih medali juara bergengsi: Mulai dari Piala Dunia bersama Timnas Prancis di tahun 2018, Liga Europa pada tahun 2019, dan baru-baru ini memenangkan Liga Champions.
Sebuah pencapaian yang luar biasa, dan mungkin takkan bisa diraih tanpa ketekunan melalui proses panjang nan terjal. Kante sangat pantas mendapatkan semua prestasi yang membanggakan ini.
(Berbagai sumber)
Baca Juga:
- Pemain Chelsea dan Trofi Liga Champions: Dicium, Dipeluk, Dijadikan Topi dan Penyangga Kaki
- Kisah Karir Edouard Mendy: 2015 Bingung Cari Kerja, 2021 Jadi Juara Liga Champions
- Bawa Chelsea Juara, Kai Havertz Sebut Kata 'F' Dua Kali!
- Bawa Chelsea Juara UCL, Thomas Tuchel Optimistis Dapat Kontrak Baru
- Thomas Tuchel: Trofi UCL akan Buat Chelsea Berevolusi!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Slavia Praha vs Barcelona 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 17:00
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
-
Daftar Pemain Barcelona untuk Laga Liga Champions Kontra Slavia Praha
Liga Champions 20 Januari 2026, 16:26
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Real Madrid vs Monaco: Live SCTV, Mengenang Drama 2004 di Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:08
-
Tempat Menonton Bodo/Glimt vs Man City: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:00
-
Tempat Menonton Inter vs Arsenal: Jam Berapa Siaran Langsung UCL Laga Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:45
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
-
Prediksi Slavia Praha vs Barcelona 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 17:00
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
-
Daftar Pemain Barcelona untuk Laga Liga Champions Kontra Slavia Praha
Liga Champions 20 Januari 2026, 16:26
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








