Klopp Akui Kinerjanya Akan Selalu Dinilai dari Trofi
Aga Deta | 1 Juni 2019 12:00
Bola.net - - Manajer Liverpool Jurgen Klopp merasa dirinya akan selalu dinilai berdasarkan trofi. Karena itu, ia bertekad untuk memenangkan gelar Liga Champions musim ini.
Liverpool punya peluang besar untuk memenangkan trofi pertama mereka di bawah Klopp setelah menembus final Liga Champions. Mereka akan berhadapan dengan Tottenham pada Minggu (02/06) dini hari WIB.
Keinginan Liverpool untuk mengangkat Si Kuping Besar ternyata diiringi oleh rekor buruk Klopp. Manajer asal Jerman itu sudah kalah dalam enam pertandingan final terakhirnya.
Manajer Spurs, Mauricio Pochettino, sebelumnya membela Klopp. Ia mengatakan kalau Klopp seharusnya tidak dinilai karena kalah dalam dua final Liga Champions.
Klopp setuju dengan perkataan Pochettino tersebut. Namun, Klopp juga sadar mengapa dia akan selalu dinilai berdasarkan trofi.
"Saya pikir Poch benar tetapi itu tidak penting," kata Klopp dilansir The Guardian.
"Masalahnya adalah, Anda - dunia luar - adalah hak Anda untuk menilai kami dengan apa yang kami menangkan dan apa yang tidak kami menangkan.
"Lihat ke belakang dalam 20 tahun dan tidak ada yang akan berbicara tentang musim cemerlang kami kecuali tim lain mendekati angka 97 tetapi bagi saya, sebagai pribadi, itu akan tetap dikenang selamanya.
"Itu mungkin dialami Poch juga, tetapi dunia luar seperti ini dan kami harus menerimanya. Menilai seorang pelatih dengan apa yang dia menangkan adalah hal yang konyol karena kami semua memiliki keadaan yang berbeda. Kami semua memiliki tim yang berbeda, klub yang berbeda. Kami harus bertarung dengan atau melawan hal yang berbeda."
Bukan Hanya Trofi
Klopp sudah kalah dalam tiga final sejak memimpin Liverpool pada Oktober 2015 silam. Itu termasuk kekalahan di final Liga Champions musim lalu dari Real Madrid.
Namun, mantan bos Borussia Dortmund itu mengatakan ada hal lainnya yang bisa dijadikan penilaian untuk seorang pelatih dari sekedar trofi.
"Pelatih, kebanyakan dari kami, menilai satu dengan yang lain bukan pada trofi. Dan bukan karena kebanyakan dari kami tidak menang tetapi karena kami tahu tentang pekerjaan itu," kata Klopp.
"Saya tidak mengatakan [manajer Manchester City] Pep Guardiola adalah yang terbaik - yang benar-benar saya pikirkan - karena dia terus-menerus memenangkan liga di tempat dia berada.
"Itu karena sepakbola yang mereka mainkan dan hal-hal yang dia lakukan."
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Liverpool Singkirkan Chelsea di Carabao Cup, Andoni Iraola Full Senyum
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 14:40
-
Andoni Iraola Puas Liverpool Singkirkan Chelsea, Soroti Performa Pemain Muda
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 10:23
LATEST UPDATE
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





