'Liga Champions akan Tetap Hidup Meski Tanpa Juventus, Barcelona dan Real Madrid'
Yaumil Azis | 28 Mei 2021 06:34
Bola.net - Wacana European Super League nampak berada di ujung tanduk. Kendati demikian, tiga klub pendiri kompetisi yang kontroversial tersebut yakni Juventus, Real Madrid serta Barcelona terus memperjuangkannya.
ESL, singkatan European Super League, menarik perhatian banyak orang di bulan April lalu. Sebanyak 12 klub menyatakan akan mengikuti kompetisi tersebut jika memang benar-benar diselenggarakan.
12 peserta tersebut terdiri atas enam klub Premier League, tiga dari La Liga, dan sisanya Serie A. Pengumuman keikutsertaan mereka dirilis dalam waktu yang hampir bersamaan dan sukses menyita perhatian publik,
Respon negatif datang dari berbagai kalangan, mulai fans hingga UEFA yang menggandeng FIFA. Setelah didesak dari sana-sini, ESL pun runtuh dengan keputusan mundurnya enam klub raksasa Inggris.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Bisa Bertahan tanpa Ketiganya
Pada akhirnya, hanya Juventus, Real Madrid dan Barcelona saja yang bersikukuh menggelar kompetisi tersebut. Mereka tetap pada pendiriannya dan tidak memedulikan berbagai macam ancaman dari UEFA.
Salah satu ancamannya adalah pelarangan tampil di pentas Eropa. Namun masalahnya, selama ini ketiga klub itu selalu menjadi penarik perhatian besar publik. Timbullah pertanyaan: Apakah Liga Champions bisa terus berjalan tanpa mereka?
"Opini pribadi saya adalah Liga Champions telah bersiap untuk melakukan langkahnya tanpa Real Madrid, Barcelona, dan juga Juventus," ujar presiden La Liga, Javier Tebas, sebagaimana yang dikutip dari Marca.
"Liga Champions terus berjalan tanpa Manchester United selama lima tahun. Milan dilarang ikut dari kompetisi Eropa dan kompetisinya masih tetap berjalan. Ini tak pernah terjadi sebelumnya," lanjutnya.
UEFA Harus Bertindak
Tebas tentu ingin melihat ketiga klub tersebut bersaing dengan klub-klub Eropa lainnya. Apalagi dua di antara tiga klub yang bertahan di ESL adalah aset La Liga. Namun pada akhirnya, ia harus memaklumi karena UEFA patut bertindak tegas.
"Tentu saja, saya ingin mereka tetap berada di dalamnya, tapi faktanya terjadi dan UEFA harus bertindak," lanjut Tebas dalam Forum Penasihat Klub.
"Masalah dengan Super League telah selesai. Ada tiga klub yang dibiarkan karam di sana. Jika [Aleksandar] Ceferin berkata kalau [itu sulit], itu karena dia mencari aksi rekonsiliasi bahwa mereka salah. Namun masalahnya telah selesai," pungkasnya.
(Marca)
Baca Juga:
Final Liga Champions: Ferran Torres Anggap Chelsea Seperti Sakit Leher, Apa Maksudnya?
Manchester City Umumkan 24 Pemain untuk Final Liga Champions, Siapa Saja?
Jelang Final Liga Champions, Chelsea Dapat Dua Tambahan Amunisi
Join Battle Kickstox Saham Bola Edisi Final Liga Champions dan Rebut Hadiahnya!
Pede Abis! Ederson Siap Jadi Eksekutor Penentu di Babak Adu Penalti Final Liga Champions
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lamine Yamal Raih Pemain Terbaik La Liga 2025/2026
Liga Spanyol 6 Juni 2026, 16:05
-
Agen Jurgen Klopp Buka Suara soal Rumor ke Real Madrid
Liga Spanyol 6 Juni 2026, 16:00
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Piala AFF U-19 2026: Timnas Indonesia vs Vietnam
Tim Nasional 7 Juni 2026, 17:14
-
Klasemen Pembalap Moto3 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 17:05
-
Klasemen Sementara Moto3 2026 Usai Grand Prix Hungaria di Balaton Park
Otomotif 7 Juni 2026, 17:04
-
Botol Minum Bikin FIFA Bingung
Piala Dunia 7 Juni 2026, 14:33
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47












