Liga Champions: Italia Terpuruk ke Posisi Kesembilan dalam Perebutan Slot Tambahan
Gia Yuda Pradana | 17 Oktober 2026 16:37
Bola.net - Peluang Italia memperoleh jatah tambahan di Liga Champions musim 2027-2028 mulai menipis. Setelah rangkaian pertandingan antarklub Eropa terbaru, Italia berada di posisi kesembilan dalam peringkat koefisien asosiasi UEFA.
Posisi tersebut membuat Serie A menghadapi persaingan berat untuk mendapatkan tiket kelima ke kompetisi elite Eropa. Italia saat ini mengoleksi koefisien 5,214, tertinggal dari sejumlah negara yang bersaing memperebutkan dua slot tambahan.
Jatah tersebut dikenal sebagai European Performance Spot (EPS), yang diberikan kepada dua asosiasi dengan performa terbaik di kompetisi UEFA sepanjang musim. Inggris dan Spanyol memperoleh tambahan tempat untuk edisi 2025-2026 dan 2026-2027, sedangkan Italia dan Jerman mendapatkannya pada musim 2024-2025.
Bagaimana Slot Tambahan Liga Champions Ditentukan?
UEFA memberikan dua tempat tambahan kepada liga dari dua negara dengan nilai tertinggi dalam peringkat koefisien asosiasi pada akhir musim sebelumnya. Penilaian ini mencakup hasil klub di Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi.
Setiap kemenangan bernilai dua poin, sedangkan hasil imbang menghasilkan satu poin. Kekalahan tidak memberikan poin, sementara poin dari pertandingan kualifikasi dan play-off dihitung setengahnya.
Klub juga bisa memperoleh poin bonus berdasarkan posisi akhir di fase liga serta pencapaian pada babak berikutnya. Seluruh poin klub dari satu negara kemudian dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah klub negara tersebut yang berpartisipasi dalam kompetisi UEFA.
Sistem ini membuat konsistensi seluruh wakil sebuah negara menjadi faktor penting. Oleh karena itu, peluang Italia tidak hanya bergantung pada hasil klub besar seperti Inter Milan, Juventus, AC Milan, dan Napoli, tetapi juga kontribusi klub Italia lainnya di kompetisi Eropa.
Italia Tertinggal dari Inggris dan Portugal
Dalam pembaruan peringkat setelah pertandingan Eropa terbaru, Inggris memimpin dengan koefisien 6,611. Portugal menempati posisi kedua dengan 6,300, disusul Norwegia yang mengumpulkan 6,200.
Jerman berada di urutan keempat dengan 6,142, sedangkan Spanyol menempati posisi kelima dengan 6,125. Turki mengikuti di posisi keenam dengan 5,900, sementara Azerbaijan berada di urutan ketujuh dengan 5,625.
Yunani menempati posisi kedelapan dengan 5,400. Italia berada tepat di bawahnya dengan 5,214, nilai yang sama dengan Prancis di posisi kesepuluh.
Serie A Harus Mengejar Ketertinggalan
Posisi kesembilan membuat Italia perlu memperbaiki hasil klub-klubnya pada pertandingan Eropa berikutnya. Setiap kemenangan dapat membantu meningkatkan koefisien nasional, sedangkan hasil buruk berpotensi memperlebar jarak dengan para pesaing.
Persaingan masih berlangsung karena peringkat akhir ditentukan berdasarkan akumulasi hasil sepanjang musim. Namun, Italia perlu menunjukkan peningkatan yang konsisten jika ingin kembali masuk ke dua besar dan mengamankan tiket kelima Liga Champions.
Tanpa tambahan tempat tersebut, Serie A tetap memiliki empat jatah dasar untuk Liga Champions. Kesempatan memperoleh tiket kelima akan bergantung pada posisi akhir Italia dalam peringkat koefisien UEFA pada pengujung musim.
Sumber: Football Italia
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Hasil Udinese vs Roma: Mengamuk di Babak Pertama, Giallorossi Menang Telak 5-2
Liga Italia 1 November 2026, 05:43
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Juventus vs Napoli: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 1 November 2026, 14:30
-
Live Streaming Liverpool vs Arsenal: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 1 November 2026, 13:17
-
Keluarga Hadir di Sepang, Veda Ega Pratama Sukses Raih Podium Kedua
Otomotif 1 November 2026, 12:51
-
Runner Up di Sepang, Veda Ega Pratama Ukir Pencapaian Terbaik di Moto3
Otomotif 1 November 2026, 12:46
-
Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Pratama Naik ke Posisi 7
Otomotif 1 November 2026, 12:41
-
Live Streaming Racing Santander vs Madrid: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 1 November 2026, 12:13
-
Hasil Moto3 Malaysia 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama Finis Kedua!
Otomotif 1 November 2026, 11:43
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

