Liga Champions Tak Pernah Jadi Obsesi untuk Juventus
Editor Bolanet | 19 Februari 2019 02:00
Bola.net - - Kedatangan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid seolah menjadi bukti bahwa Juventus sangat mendambakan trofi bergengsi di tanah Eropa, Liga Champions. Namun sang direktur, Fabio Paratici, menampik anggapan tersebut.
Tahun 1996 merupakan momen terakhir piala Liga Champions mampir di lemari koleksi trofi Juventus. Setelahnya, Bianconeri berhasil meraih babak final sebanyak lima kali. Namun tak ada sekalipun mereka sukses membawa pulang sang piala.
Juventus tampak sangat menginginkan trofi tersebut. Dan salah satu cara yang diyakini sebagai bentuk keinginan Bianconeri adalah adanya Cristiano Ronaldo. Untuk mendapatkannya, sang juara bertahan Serie A tersebut bahkan sampai harus mengucurkan dana 100 juta euro.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Bukan Obsesi, Tapi Motivasi
Tetapi, kata Paratici, Juventus sejatinya tak pernah terobsesi dengan gelar Liga Champions. Namun, trofi itu bisa dijadikan oleh timnya sebagai sebuah motivasi agar Bianconeri bisa terus kompetitif di tahun-tahun berikutnya.
"Memenangkan Liga Champions bukanlah obsesi untuk Juventus, tapi motivasi. Juve mencoba untuk selalu kompetitif di setiap ajang," ujar Paratici kepada Radio Rai Sport.
Paratici menilai bahwa gelar Liga Champions bukanlah sesuatu yang mudah untuk dicapai oleh sebuah tim. Ada banyak elemen yang diyakini olehnya harus terpenuhi untuk keluar sebagai pemenang, salah satunya adalah keberuntungan.
"Ini adalah turnamen yang sedikit berbeda, jadi untuk menjuarainya anda membutuhkan banyak elemen, juga sedikit keberuntungan. Jangan lupa saat kami kalah di final, itu di tangan Barcelona dan Real Madrid," tambahnya.
Soal Melawan Atletico Madrid
Pada hari Kamis (21/2) mendatang, skuat asuhan Massimiliano Allegri tersebut akan melanjutkan perjalanannya di Liga Champions. Mereka kini sudah mencapai babak 16 besar dan akan berhadapan dengan klub raksasa Spanyol lainnya, Atletico Madrid.
"Ini adalah laga yang sulit dan juga penting. Saya tak yakin kami harus menunggu dua laga kali ini untuk memahami seberapa berharganya Juventus di Eropa," lanjutnya.
"Kami mencapai final dua kali dalam kurun waktu empat tahun terakhir dan Juve membuktikan bahwa kami bisa bermain di Liga Champions dengan level tertinggi," tandasnya.
Laga yang mempertemukan kedua tim diprediksi akan berjalan ketat seperti dua pertemuan sebelumnya di musim 2014/2015 lalu. Pada dua laga fase grup, Bianconeri tak mampu mengalahkan Los Rojiblancos dengan catatan satu kekalahan 0-1 dan hasil imbang 0-0.
Saksikan Juga Video Ini
Berita video komentar sepupu Emiliano Sala, Martin Gatti, yang menyebut banyak kejanggalan dalam kecelakaan pesawat striker baru Cardiff City tersebut.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Klasemen Pembalap MotoGP 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 20:03
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen MotoGP 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 20:03
-
Klasemen Sementara MotoGP 2026 Usai Grand Prix Hungaria di Balaton Park
Otomotif 7 Juni 2026, 20:01
-
Klasemen Pembalap Moto2 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 18:08
-
Klasemen Sementara Moto2 2026 Usai Grand Prix Hungaria di Balaton Park
Otomotif 7 Juni 2026, 18:06
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47














