Liverpool, Dirk Kuyt, dan Bagaimana Sakitnya Dilukai Mantan
Gia Yuda Pradana | 5 November 2026 07:51
Bola.net - Liverpool harus menerima kekalahan menyakitkan saat bertandang ke markas Fenerbahce pada matchday keempat fase liga Liga Champions 2026-2027. Bermain di Sukru Saracoglu Stadium, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB, The Reds tumbang dengan skor 2-3.
Kekalahan tersebut terasa lebih istimewa bagi tuan rumah karena kemenangan mereka dipimpin Dirk Kuyt, mantan pemain yang pernah menjadi bagian penting Liverpool. Berstatus pelatih interim Fenerbahce, pria asal Belanda itu berhasil membawa timnya meraih kemenangan pertama di fase liga musim ini sekaligus mengakhiri catatan sempurna Liverpool.
Fenerbahce dua kali bangkit setelah tertinggal sebelum memastikan kemenangan melalui sundulan Vedat Muriqi pada menit ke-79. Hasil itu menjadi kemenangan pertama mereka di fase utama Liga Champions sejak 2008.
Intip ketatnya persaingan Liga Champions melalui klasemen Liga Champions di sini.
Liverpool Dua Kali Unggul, Fenerbahce Selalu Bangkit
Liverpool membuka keunggulan pada menit ke-25 melalui Trey Nyoni. Namun, keunggulan tim tamu hanya bertahan empat menit sebelum Mason Greenwood menyamakan skor lewat tendangan bebas yang berubah arah dan mengecoh Alisson Becker.
Pertandingan kembali berjalan ketat setelah jeda. Liverpool berhasil unggul lagi pada menit ke-69 ketika Alexander Isak menuntaskan peluang melalui sundulan.
Fenerbahce tidak menyerah. Archie Brown menyamakan kedudukan empat menit kemudian setelah memanfaatkan bola di tiang jauh, lalu Muriqi memastikan kemenangan tuan rumah melalui sundulan pada menit ke-79.
Kemenangan tersebut mengakhiri rekor sempurna Liverpool di fase liga. Sebaliknya, Fenerbahce mendapatkan tiga poin penting setelah menunjukkan kemampuan bangkit dalam dua kesempatan.
Dirk Kuyt, Mantan Favorit Anfield
Kuyt memiliki hubungan emosional dengan Liverpool. Dia menghabiskan enam musim sebagai pemain The Reds dan mengaku memperoleh banyak pelajaran selama membela klub Inggris tersebut.
Kini, pengalaman itu justru menjadi bagian dari keberhasilannya mengalahkan mantan klub. Kuyt mengaku bangga karena Fenerbahce mampu menundukkan salah satu klub tersukses di Liga Champions, terlebih banyak pihak tidak memperkirakan timnya bisa meraih hasil positif.
"Kami sangat bangga dengan kemenangan ini. Kami berhasil menang di kompetisi ini untuk pertama kalinya dalam 18 tahun dengan mengalahkan salah satu klub tersukses di dalamnya," ujar Kuyt kepada UEFA.
Dia juga menekankan keyakinan para pemain menjadi faktor penting. Menurutnya, Fenerbahce tampil dengan tekanan intensitas tinggi dan energi luar biasa untuk menghadapi Liverpool.
Pelajaran dari Liverpool Jadi Modal Kuyt
Kuyt mengakui Liverpool dan Fenerbahce memiliki tempat istimewa dalam perjalanan kariernya. Dia bahkan mengakui kalau pengalaman selama enam tahun di Anfield sebagai salah satu periode yang memberinya pelajaran paling berharga.
"Pelajaran terpenting yang saya dapatkan adalah jangan pernah menyerah, apa pun yang terjadi. Itulah yang berusaha saya tanamkan kepada para pemain," katanya.
Kuyt juga merasa senang bisa menerapkan pengalaman dari satu klub untuk membantu klub lainnya. Dia melihat kepercayaan diri para pemain Fenerbahce sebagai hal yang sangat berarti, terutama setelah tim tersebut sebelumnya belum berada dalam performa terbaik.
Kemenangan atas Liverpool menjadi hasil penting bagi Kuyt dalam masa tugasnya sebagai pelatih interim. Bagi The Reds, kekalahan ini bukan hanya menghilangkan rekor sempurna di Liga Champions, tetapi juga menghadirkan cerita pahit karena datang dari sosok yang pernah dicintai pendukung Anfield.
Sumber: UEFA.com
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Enzo Fernandez, Kunci Permainan Man City Saat Kalahkan Leipzig
Liga Champions 5 November 2026, 08:28
-
Erling Haaland Memang Mimpi Buruk Leipzig
Liga Champions 5 November 2026, 08:16
-
Liverpool, Dirk Kuyt, dan Bagaimana Sakitnya Dilukai Mantan
Liga Champions 5 November 2026, 07:51
-
Jude Bellingham, Katalis Kebangkitan Real Madrid di Athena
Liga Champions 5 November 2026, 07:38
LATEST UPDATE
-
Real Madrid dan Keistimewaan Menang pada Menit-menit Akhir
Liga Champions 5 November 2026, 09:42
-
Liverpool Kebobolan dari 3 Bola Mati
Liga Champions 5 November 2026, 09:30
-
Ismail Yuksek, Motor Lini Tengah di Balik Kemenangan Fenerbahce atas Liverpool
Liga Champions 5 November 2026, 09:17
-
Ketika Konstantinos Karetsas Mengubah Arah Pertandingan
Liga Champions 5 November 2026, 09:04
-
Gabriel Veiga, Kreator Kemenangan Telak Porto atas Napoli
Liga Champions 5 November 2026, 08:56
-
Viktor Gyokeres vs Slavia Praha: Gol, Assist, Man of the Match
Liga Champions 5 November 2026, 08:38
-
Enzo Fernandez, Kunci Permainan Man City Saat Kalahkan Leipzig
Liga Champions 5 November 2026, 08:28
-
Erling Haaland Memang Mimpi Buruk Leipzig
Liga Champions 5 November 2026, 08:16
-
Liverpool, Dirk Kuyt, dan Bagaimana Sakitnya Dilukai Mantan
Liga Champions 5 November 2026, 07:51
-
Jude Bellingham, Katalis Kebangkitan Real Madrid di Athena
Liga Champions 5 November 2026, 07:38
-
Hasil Leipzig vs Man City: Haaland Jadi Penentu Kemenangan 3-2
Liga Champions 5 November 2026, 06:17
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




