Liverpool Kebobolan dari 3 Bola Mati

Gia Yuda Pradana | 5 November 2026 09:30
Liverpool Kebobolan dari 3 Bola Mati
Pelatih Liverpool Andoni Iraola (kiri) memberikan tepuk tangan pada akhir laga Liga Champions antara Fenerbahce vs Liverpool di Istanbul, Turki, Rabu, 4 November 2026 (c) AP Photo/Emrah Gurel

Bola.net - Liverpool gagal mempertahankan rekor sempurna di fase liga Liga Champions 2026/2027 setelah kalah 2-3 dari Fenerbahce di Sukru Saracoglu Stadium, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB. Tiga gol yang bersarang ke gawang The Reds seluruhnya berawal dari situasi bola mati.

Kekalahan ini terasa mengecewakan bagi Liverpool karena mereka sempat dua kali unggul melalui Trey Nyoni dan Alexander Isak. Namun, Fenerbahce mampu merespons setiap gol tersebut sebelum Vedat Muriqi memastikan kemenangan tuan rumah pada menit ke-79.

Advertisement

Manajer Liverpool, Andoni Iraola, menilai kelemahan dalam mengantisipasi bola mati menjadi penyebab utama kekalahan timnya. Fenerbahce memanfaatkan tendangan bebas, sepak pojok, dan lemparan ke dalam jarak jauh untuk membalikkan keadaan sekaligus meraih kemenangan pertama di fase utama Liga Champions sejak 2008.

Intip ketatnya persaingan Liga Champions melalui klasemen Liga Champions di sini.

1 dari 4 halaman

Tiga Gol Fenerbahce Berawal dari Bola Mati

Liverpool membuka keunggulan pada menit ke-25 melalui Trey Nyoni yang melepaskan tembakan melambung. Akan tetapi, keunggulan tersebut hanya bertahan empat menit setelah tendangan bebas Mason Greenwood berubah arah akibat defleksi dan mengecoh Alisson Becker.

The Reds kembali memimpin pada menit ke-69. Alexander Isak menyambut umpan dengan sundulan untuk membawa Liverpool unggul 2-1.

Fenerbahce kembali memberikan respons cepat. Archie Brown memanfaatkan bola di tiang jauh empat menit kemudian sebelum Vedat Muriqi mencetak gol kemenangan melalui sundulan pada menit ke-79. Gol terakhir itu berawal dari situasi lemparan ke dalam jarak jauh.

2 dari 4 halaman

Iraola Kecewa dengan Antisipasi Liverpool

Iraola menilai kegagalan mengantisipasi tiga situasi bola mati menjadi alasan utama Liverpool pulang tanpa poin. Padahal, ia merasa timnya memiliki peluang untuk memenangi pertandingan di sebagian besar jalannya laga.

"Alasan utama yang bisa saya temukan mengapa kami kalah dalam pertandingan ini adalah kami kebobolan dari tiga situasi bola mati. Kami tahu itu merupakan salah satu kekuatan Fenerbahce," ujar Iraola.

Ia juga merinci tiga sumber gol tuan rumah, yakni tendangan bebas, sepak pojok, dan lemparan ke dalam jarak jauh. Menurutnya, kekalahan tersebut terasa mengecewakan karena Liverpool sebenarnya datang dengan keyakinan mampu meraih kemenangan.

3 dari 4 halaman

Momen Bersejarah bagi Vedat Muriqi

Bagi Muriqi, gol penentu kemenangan tersebut memiliki arti khusus. Itu merupakan gol pertamanya di fase liga Liga Champions sekaligus mengakhiri penantian panjang Fenerbahce untuk meraih kemenangan di fase utama kompetisi tersebut.

"Saat Fenerbahce terakhir kali memenangi pertandingan Liga Champions 18 tahun lalu, saya menyaksikannya di televisi di Kosovo. Saya tidak percaya hampir 20 tahun telah berlalu sejak pertandingan itu. Kini, setelah mencetak gol kemenangan malam ini, saya akan mengingat malam ini sepanjang hidup," kata Muriqi.

Penyerang Fenerbahce itu juga mengapresiasi perjuangan rekan-rekannya dan dukungan suporter. Ia menilai kemenangan tersebut pantas diraih karena seluruh pemain terus berjuang hingga pertandingan berakhir.

Bagi Fenerbahce, hasil ini menjadi malam bersejarah di hadapan pendukung sendiri. Sementara bagi Liverpool, kekalahan 2-3 tersebut menjadi pengingat bahwa kelemahan dalam menghadapi bola mati dapat berakibat fatal di level tertinggi Eropa.

Sumber: UEFA.com

4 dari 4 halaman

Klasemen

LATEST UPDATE