Man City Main di Lapangan Sintetis dan Beku, Pep Guardiola: Dilarang Cengeng!
Editor Bolanet | 20 Januari 2026 08:49
Bola.net - Pep Guardiola menuntut mentalitas baja dari skuad Manchester City jelang laga kontra Bodo/Glimt di lanjutan Liga Champions. Pelatih The Citizens tersebut tak ingin mendengar keluhan meski timnya menghadapi situasi sulit di Norwegia.
Man ity harus bermain di lapangan rumput sintetis dengan suhu di bawah nol derajat. Tantangan fisik ini makin berat karena mereka baru saja menelan kekalahan pahit.
City datang dengan luka menganga usai dihajar Manchester United 0-2 di Old Trafford akhir pekan lalu. Kekalahan itu membuat mereka gagal menang dalam empat laga Premier League terakhir.
Namun, Guardiola menegaskan tak ada ruang untuk mencari alasan. Ia meminta Erling Haaland dan kawan-kawan untuk langsung bangkit dan berhenti meratapi nasib.
Langgar 'Tradisi' Demi Adaptasi

Bermain di lapangan sintetis (artificial pitch) bukan perkara mudah bagi tim sekelas City. Demi adaptasi, Guardiola bahkan melakukan hal yang tak pernah ia lakukan sebelumnya.
City memutuskan berlatih di stadion lawan pada malam sebelum pertandingan. Tujuannya agar pemain terbiasa dengan pantulan bola yang berbeda dari rumput asli.
"Ada dua argumen soal itu, pertama lapangannya berbeda, itu sebabnya kami latihan di sini malam sebelumnya," ujar Guardiola.
"Kami belum pernah melakukan itu (latihan malam sebelumnya) sejak saya di Manchester. Tapi kami harus melihat pantulan bola dan operan pendeknya," sambungnya.
Meski demikian, Guardiola memberi peringatan keras. Kondisi lapangan tidak boleh dijadikan kambing hitam jika performa tim buruk.
"Argumen kedua, hidup tak pernah mudah. Jika kalian mulai menangis (mengeluh), kalian tak bisa capai apa yang sudah kita raih di masa lalu," tegas Pep.
Era Baru Tanpa Legenda
City memang sedang dalam periode transisi yang menyakitkan. Wajah tim berubah drastis setelah kepergian legenda seperti Kevin De Bruyne, Ilkay Gundogan, Kyle Walker, hingga Ederson.
Situasi makin pelik dengan badai cedera yang menghantam. Sembilan pemain harus menepi, membuat konsistensi permainan City terganggu.
"Kami lebih konsisten dibanding musim lalu. Tapi di saat yang sama, kami mengubah banyak pemain yang dulunya legenda besar," curhat Guardiola kepada TNT Sports.
Absennya pilar utama membuat Guardiola harus memutar otak lebih keras. Namun, kedatangan pemain baru seperti Antoine Semenyo dan Marc Guehi membawa angin segar.
"Lebih mudah jika Anda tidak memiliki sembilan pemain cedera seperti yang kami alami sekarang," imbuhnya.
Optimisme di Tengah Krisis
Meski tertinggal tujuh poin dari Arsenal di klasemen liga, Guardiola menolak menyerah. Ia melihat semangat juang yang tinggi dari 21 pemain yang dibawanya ke Norwegia.
Kemenangan atas Bodo/Glimt akan menjadi langkah krusial. Tiga poin bisa mendekatkan mereka ke tiket otomatis babak 16 besar Liga Champions.
"Ketika Anda menang, bangkit. Ketika Anda kalah, bangkit," kata Pep menanamkan filosofi pantang menyerah.
Mantan pelatih Barcelona tersebut menutup sesi dengan keyakinan bahwa badai ini akan berlalu.
"Saat situasi seperti ini, Anda butuh waktu sedikit lagi. Tapi saya sangat optimistis, dan kami akan melakukannya," pungkasnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Italia Siap Buat Pengecualian Anggaran demi Datangkan Pep Guardiola
Piala Dunia 22 Juli 2026, 05:26
LATEST UPDATE
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Langka, Lampaui Pencapaian Messi dan Ronaldo
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:00
-
Real Madrid Resmi Rilis Jersey Tandang Hijau untuk Musim 2026/2027
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 19:49
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34













