Manchester United Tersingkir, Sang Legenda: Tak Mengapa, Waktunya Juara Liga Europa
Yaumil Azis | 9 Desember 2020 21:15
Bola.net - Phil Neville tidak melihat kegagalan Manchester United melaju ke babak 16 besar Liga Champions sebagai sebuah bencana. Meski dirinya tidak memungkiri kalau kekalahan dari RB Leipzig membuatnya kecewa.
The Red Devils dihadapkan dengan laga pamungkas fase grup Liga Champions dengan beban yang, seharusnya, tidak begitu berat. Mereka hanya perlu hasil imbang saat bertemu Leipzig untuk bisa mendapatkan tiket ke 16 besar.
Namun yang terjadi justru sebaliknya. Manchester United tumbang kendati bermain di markasnya sendiri, Old Trafford. Bahkan, klub asuhan Ole Gunnar Solskjaer tersebut sempat tertinggal tiga gol lebih dulu sebelum memperkecil skor jadi 2-3.
Hasil ini membuat Manchester United dipastikan finis di posisi ke-3 dalam klasemen Grup H. Dengan demikian, mereka harus melanjutkan kiprahnya di pentas Eropa dalam kompetisi yang berbeda, yakni Liga Europa.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Bukan Sebuah Bencana
Neville tidak melihat kegagalan Manchester United tersebut sebagai sebuah kekalahan. Namun pelatih Timnas Wanita Inggris tersebut tidak bisa menyembunyikan fakta bahwa mantan klubnya itu tampil mengecewakan.
"Ada narasi buruk di mana pada menit United kalah jadi terdengar seperti sebuah bencana. Itu bukan malam bencana, tapi mengecewakan. United menginginkan tiket ke babak 16 besar," kata Neville kepada BBC Radio 5 Live.
"Ada tim Manchester United di masa lalu dengan pelatih yang lebih hebat ketimbang Ole Gunnar Solskjaer, seperti Sir Alex Ferguson, yang tersingkir di fase ini. Hal semacam ini memang bisa terjadi," lanjutnya.
Harus Menjuarai Liga Europa
Pada akhirnya, Manchester United tidak memiliki pilihan lain lagi selain menjuarai Liga Europa musim ini. Tentu saja untuk menebus kegagalannya di ajang Liga Champions.
"Mereka bermain dengan buruk dalam 30 menit pertama, mereka dihukum dalam grup yang sangat, sangat berat dan kini tersingkir dari kompetisi," tambahnya.
"Sekarang mereka berada di Liga Europa, mereka harus tampil sekuat tenaga dan menjuarainya. Narasi di dalam klub sangat jauh berbeda dengan yang di luar, di mana ada 'perburuan penyihir' yang menginginkan Solskjaer dipecat," pungkasnya.
Pada musim kemarin, Manchester United sempat mencicipi Liga Europa dan berhasil melaju jauh. Sayangnya mereka gagal mencapai babak final lantaran dikalahkan Sevilla di semifinal dengan skor 1-2.
(Metro)
Baca Juga:
Ole Gunnar Solskjaer Disarankan Mundur dari Manchester United, Sepakat?
Alasan Manchester United Kalah di Tangan RB Leipzig: Salah David De Gea?
Pengakuan Direktur Juventus: Kami Sangat Mencintai Paul Pogba
5 Blunder Fatal di Bursa Transfer: Real Madrid dan MU Pernah jadi Korban
Real Madrid Susul MU ke Liga Europa? Ini 9 Skenario yang Mungkin Terjadi di Grup B
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manchester United Terdepan dalam Perburuan Gelandang Prancis
Liga Inggris 21 Juli 2026, 17:17
-
Marcus Rashford dan MU, Cinta Lama yang Bersemi Kembali!
Liga Inggris 21 Juli 2026, 14:40
-
Lewis Hall ke Manchester United? Kayaknya Bakal Susah Deh!
Liga Inggris 21 Juli 2026, 11:30
-
Manchester United Mundur dari Perburuan Cysencio Summerville?
Piala Dunia 21 Juli 2026, 10:30
-
Arsenal Ganggu Manchester United dalam Perekrutan Manu Kone?
Liga Inggris 21 Juli 2026, 10:00
LATEST UPDATE
-
Liverpool Jalani Pramusim, 8 Pemain Ini Butuh Penampilan Impresif
Liga Inggris 24 Juli 2026, 01:00
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34










